Tolong Setop Keran Investasi Minuman Keras! Masih Banyak Investasi Halal Berprofit

Oleh : Wiyanto | Senin, 01 Maret 2021 - 12:35 WIB

Ilustrasi minuman keras (Dok Grid)
Ilustrasi minuman keras (Dok Grid)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dibukanya keran investasi Minuman Keras (Miras) menuai kecaman karena Indonesia mayoritas Muslim terbesar. Meskipun investasi di tempat - tempat minoritas umat Islamnya.

Aturan investasi Miras Perpres 10/2021 tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Salah satu bidang usaha yang terbuka untuk investasi adalah industri minuman keras mengandung alkohol. Industri miras masuk dalam daftar urutan ke-31 di dalam lampiran III. Dalam lampiran tersebut persyaratan untuk penanaman modal baru dapat dilakukan di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, Papua. Dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

"Pemerintah sebaiknya mencabut peraturan itu. Jangan karena kesulitan uang, pemerintah terus menghalalkan segala cara. Negara itu didirikan selain untuk memakmurkan rakyatnya, juga untuk mendidik rakyatnya," kata Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Depok Nuim Hidayat di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Anggota MIUMI dan MUI Depok ini mengungkapkan bagaimana sebuah negara atau daerah bisa damai dan makmur, kalau rakyatnya banyak yang mabuk? Bukankah terbukti dalam penelitian sosial bahwa minuman keras bisa menyebabkan pembunuhan, perkelahian dan kriminalitas yang lain? Pemerintah mestinya lebih kreatif dalam mencari investor. Bukan investasi-investasi yang haram, yang jelas merusak akal dan jiwa manusia yang digalakkan.

"Meski investasi itu ditujukan kepada daera-daerah dimana non Muslim mayoritas, presiden harusnya ingat bahwa Islam melarang industri minuman keras ini. Presiden atau Wapres seharusnya menyampaikan kemuliaan ajaran Islam yang melarang industri minuman keras ini, bukan malah menggalakkannya," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Haru Koesmahargyo, Dukung PEN-ICRG, Bank BTN Transplantasi 710 Terumbu Karang dan Lepas 7.100 Tukik di Bal

Minggu, 11 April 2021 - 21:41 WIB

Luar Biasa Terobosan Pak Haru Koesmahargyo, Dukung PEN-ICRG, Bank BTN Transplantasi 710 Terumbu Karang dan Lepas 7.100 Tukik di Bali

DenpasarSebagai bentuk komitmen perusahaan untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup, sekaligus dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui program Indonesia Coral…

Ilustrasi Uang (ist)

Minggu, 11 April 2021 - 21:08 WIB

DPR dan Pakar Ekonomi Ungkap Beban Berat APBN Pulihkan Perekonomian

kewenangan dalam Perppu 1 Tahun 2020, dan disempurnakan dalam UU Nomor 2 Tahun 2020, untuk menetapkan batas defisit anggaran melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) selama masa penanganan…

Saleh Partaonan Daulay , Komisi IX DPR

Minggu, 11 April 2021 - 20:45 WIB

Saleh DPR: Masjid BUMN dan Pemerintah Harus Tetap Moderat, Tak Boleh Bermazhab

Anggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyerukan masjid-masjid harus tetap menjaga sikap moderatnya di tengah masyarakat. Masjid tidak boleh berafiliasi pada mazhab dan aliran tertentu, apalagi…

Ilmuwan BATAN (ist)

Minggu, 11 April 2021 - 20:33 WIB

Agar Maju, Pemerintah Diminta DPR Kembangkan Tenaga Nuklir, Sugeng: Skala Kecil Saja Dulu, Kami Dukung...

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyampaikan, tenaga nuklir saat ini sudah dikembangkan dan menjadi tren di negara-negara maju sebagai energi alternatif.  Menurutnya, Indonesia sebenarnya…

Pembangkit Listrik

Minggu, 11 April 2021 - 20:07 WIB

MIGA, World Bank Group Bakal Jamin 95% Proyek Energi Terbarukan PLN Selama 5 Tahun Kedepan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan Lembaga Penjamin Investasi Multilateral atau Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA)…