Dibalik Keindahan Bendungan Napun Gete Sika Flores yang Diresmikan Presiden Jokowi, Ada Peran BUMN Indra Karya

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 25 Februari 2021 - 20:53 WIB

Bendungan Napun Gete Sika Flores
Bendungan Napun Gete Sika Flores

INDUSTRY.co.id, Sikka -- Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peresmian ditandai dengan menekan sirene bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pranono Anung, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Uskup Maumere Mgr. Martinus Edwaldus pada Selasa (23/2). Peresmian ini menyusul rampungnya konstruksi dan sudah dilakukannya pengisian awal (impounding) bendungan pada Senin (28/12/20) lalu. 

Presiden, dalam sambutannya mengatakan bahwa rencananya ada 7 (tujuh) bendungan yang akan dibangun di NTT. Bendungan Napun Gete ini merupakan bendungan ke-3 yang diresmikan untuk memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendungan ini juga merupakan satu dari 18 bendungan baru yang diselesaikan selama 2015-2020 untuk menambah volume tampungan air di Indonesia. 

"Alhamdulillah, ini patut disyukuri, tinggal 4 dalam proses. Tapi pagi tadi Gubernur menyampaikan kepada saya minta tambahan dua (bendungan) lagi, padahal Provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu bendungan. Tapi disini memang bendungan sangat dibutuhkan seperti Napun Gete ini, yang tadi disampaikan oleh Pak Bupati. Saya yakin, tidak lama lagi NTT akan makmur dan tidak menjadi provinsi yang kategorinya kalau di Negara kita masih pada kondisi yang kurang. Kita lihat nanti kalau bendungannya sudah selesai," terang Presiden Jokowi seperti dikutip dari siaran pers Corporate Communication PT Indra Karya (Persero).

Pembangunan Bendungan Napun Gete yang telah dilaksanakan sejak Januari 2017 lalu, menelan biaya APBN sebesar Rp 880 miliar. Secara umum, progress pembangunan bendungan telah berjalan sesuai yang diharapkan dengan kualitas dan progress pekerjaan yang dicapai sangat baik. 

Pencapaian target pekerjaan dan kualitas pekerjaan ini tentunya tidak terlepas dari konsistensi dan peran serta dari kapasitas masing-masing pihak melalui kolaborasi BUMN antara kontraktor dan konsultan BUMN yakni PT Nindya Karya (Persero) selaku Kontraktor dan PT Indra Karya (Persero) sebagai Konsultan Supervisi, yang bertugas menjaga kualitas dari pelaksanaan pekerjaan melalui pengawasan di lapangan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi, yang hadir dalam peresmian itu mengatakan, selesainya pembangunan Bendungan Napun Gete merupakan sebuah langkah konsisten dalam upaya pemulihan dan penguatan perekonomian di Indonesia dengan tetap mengedepankan protokol penanganan Covid-19 yang sangat ketat.

"Kami, Indra Karya sebagai BUMN Konsultan Konstruksi, melaksanakan peran sebagai Konsultan Supervisi pada proyek bendungan Napun Gete ini. Peresmian Bendungan Napun Gete merupakan hasil dari sebuah langkah terobosan yang sangat bagus dari Pemerintah untuk mengatasi kebutuhan air baku bagi masyarakat di wilayah NTT,” ujarnya di lokasi peresmian.

Milfan mengatakan, pelaksanaan pekerjaan bendungan tersebut tidak pernah dihentikan selama pandemi Covid-19, namun dengan tetap mengedepankan protokol penanganan Covid-19 yang ketat. 

“Kami akan terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam kegiatan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya sesuai dengan nawacita Pemerintah," ujar Milfan Rantawi selaku Direktur Utama PT Indra Karya (Persero).

Bendungan Napun Gete bisa mengairi area irigasi seluas 300 hektar. Selain itu, sebagai penyedia air baku yang merupakan solusi kekeringan di Kabupaten Sikka sebanyak 214 liter per detik. Juga sebagai sumber air bagi pertanian, pengendali banjir sebanyak 219 meter kubik per detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt.

Bendungan Napun Gete ini digunakan untuk kepentingan di Desa Ilin Medo dan Desa Werang Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai sumber air bagi pertanian.

Bendungan Napun Gete memiliki kapasitas tampung 11,22 juta m3 dengan luas genangan 99,78 ha. Bendungan ini juga bermanfaat untuk pengendali banjir dan dan sebagai lahan konservasi serta pengembangan sektor pariwisata yang dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar bendungan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arcandra Tahar

Rabu, 21 April 2021 - 17:15 WIB

Archandra Tahar Sebut PGN Punya Peran Penting Ambil Peluang Optimalkan Kebutuhan LNG Dunia yang Semakin Membesar

Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arcandra Tahar mengungkapkan, PGN memiliki posisi strategis dalam penyediaan energi yang ramah lingkungan dan efisien di dalam negeri. Dijelaskan…

KSPI

Rabu, 21 April 2021 - 17:00 WIB

Buruh Desak MK Batalkan UU Cipta Kerja

Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pendahuluan uji formil judicial review UU Cipta Kerja, Rabu (21/4/2021). Uji formil ini dimohonkan oleh Riden Hatam Aziz dan kawan-kawan, yang merupakan…

Pelayanan Rapid Antigen di Rest GT Gunung Sugih, Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar

Rabu, 21 April 2021 - 17:00 WIB

Hutama Karya Tingkatkan Pelayanan Test Rapid Antigen Sepanjang Masa Pamdemi

Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 di tengah momen Ramadhan tahun 2021 ini, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tetap melakukan…

Presiden Joko Widodo saat meninjau kawasan industri terpadu Batang

Rabu, 21 April 2021 - 16:45 WIB

Goks! Presiden Jokowi Sebut Pabrik Kaca Terbesar di Asia Tenggara Bakal Segera Dibangun di KIT Batang

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa sebanyak 450 dari 4.300 hektare lahan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, telah siap dipakai. Sehingga para investor dapat…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 21 April 2021 - 15:53 WIB

Genap 100 Tahun STTT Bandung Ciptakan SDM Handal, Menperin Agus Ajak Semua Pihak Bangkitkan Kejayaan Industri Tekstil Nasional

Perjalanan 100 tahun pendidikan tekstil di Indonesia telah mencetak ribuan tenaga ahli mumpuni di bidang tekstil, sehingga keberadaan institusi pendidikan dalam mencetak lulusan yang berdaya…