Warga Tolong Catat! Ini Daftar Kelompok Masyarakat yang Tak Bisa Disuntik Vaksin COVID-19 Sinovac

Oleh : Candra Mata | Minggu, 17 Januari 2021 - 14:15 WIB

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah telah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat, Rabu (13/01/2021) lalu, ditandai dengan pemberian vaksin kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diikuti oleh sejumlah perwakilan dari berbagai latar belakang.

Untuk dapat mencapai kekebalan komunal atau herd immunity, Pemerintah menargetkan vaksinasi pada 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 181,5 juta jiwa. 

Pelaksanaannya sendiri akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan kemudian petugas pelayanan publik.

Untuk keperluan program vaksinasi ini, Pemerintah telah mengamankan 426 juta dosis vaksin yang berasal dari beberapa perusahaan dan negara yang berbeda. 

Dari total tersebut, telah tiba di Tanah Air vaksin COVID-19 produksi Sinovac Biotech Inc dengan rincian 3 juta dosis vaksin COVID-19 siap pakai serta 15 juta bahan baku vaksin COVID-19 yang langsung diolah oleh BUMN Bio Farma.

Namun, dikutip dari laman covid19.go.id, vaksin COVID-19 produksi Sinovac Biotech China tersebut tidak dapat diberikan kepada semua orang. 

Berikut adalah daftar kelompok orang yang tidak boleh divaksin Sinovac:

1. Memiliki riwayat konfirmasi COVID-19;

2. Wanita hamil dan menyusui;

3. Berusia di bawah 18 tahun;

4. Tekanan darah di atas 140/90;

5. Mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir;

6. Ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit COVID-19;

7. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah;

8. Menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner);

9. Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya);

10. Menderita penyakit ginjal;

11. Menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis;

12. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis;

13. Menderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun;

14. Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi;

15. Menderita penyakit Diabetes Melitus;

16. Menderita HIV; dan

17. Memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC).

"Disebutkan, penderita penyakit diabetes melitus, HIV, atau yang memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC) dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin," jelas keterangan Tim Satgas Covid-19.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Proses Pemeriksaan dan Pengujian Halal di Laboratorium PT SUCOFINDO (Persero)

Rabu, 03 Maret 2021 - 20:52 WIB

Optimalkan Layanan Pemeriksa Halal Sucofindo Rilis Aplikasi Registrasi Online Sertifikasi Halal

Jakarta – Sebagai komitmen dalam mengoptimalkan pelayanan kepada pelaku usaha terkait dengan pemastian produk halal, PT SUCOFINDO (Persero) merilis aplikasi Lembaga Pengujian Halal (LPH) untuk…

Akun media sosial YADIN

Rabu, 03 Maret 2021 - 20:05 WIB

Sambut Era Digital, Yadin Resmi Luncurkan Akun Media Sosial di Tiga Platform

PT. Yanmar Diesel Indonesia, anak perusahaan Yanmar Holdings Co., Ltd. meluncurkan akun media sosial resminya di 3 platform berbeda yaitu Facebook, Instagram, dan YouTube.

PT PP

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:53 WIB

PTPP Garap Pembangunan Proyek Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Senilai Rp940 Miliar

PT PP (Persero) Tbk, (“PTPP”) telah menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (“MUTIP”) di Nusa Tenggara…

MenkopUKM Teten Masduki (tengah) seusai menyaksikan penandatanganan MoU antara Smesco Indonesia dengan PT Kimia Farma

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:50 WIB

Perluas Pasar Produk Herbal dan Spa UMKM, Smesco Indonesia Teken MoU dengan Kimia Farma

Sebagai tindak lanjut dari MoU antara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dengan Menteri BUMN Erick Thohir tentang sinergi membantu UKM di sektor ritel, Smesco Indonesia (BLU dari Kemenkop…

Bank DKI juga memiliki produk e-money berbasis kartu yakni JakCard & JakLingko

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:04 WIB

PEFINDO Pertahankan Peringkat Rating Bank DKI di AA- Dengan Outlook Stabil

PEFINDO pertahankan peringkat rating PT Bank DKI (Bank DKI) dan Obligasi Berkelanjutan I / 2016 yang masih beredar pada rating “idAA-”. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat…