Khawatir Sepi Kayak Bandara Kertajati, DPR Minta Pemerintah Permudah Akses dari Kawasan Industri Cikarang Menuju Pelabuhan Internasional Patimban

Oleh : Candra Mata | Jumat, 15 Januari 2021 - 13:05 WIB

Pelabunan Patimban Jawa Barat (Foto Ist)
Pelabunan Patimban Jawa Barat (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo meminta pemerintah dapat mempermudah akses ke Pelabuhan Internasional Patimban di Subang, Jawa Barat, yang diproyeksikan sebagai alternatif Pelabuhan Tanjung Priok. 

Sigit mengungkapkan, hal itu bisa mendukung tercapainya pemindahan angkutan peti kemas ke pelabuhan yang baru bila akses dipermudah. 

"Saya mengimbau pemerintah agar pembangunan jalan akses menuju pelabuhan tersebut menjadi prioritas tahun ini. Karena diproyeksikan sebagai alternatif dari Pelabuhan Tanjung Priok, sudah semestinya akses dari kawasan industri di Cibitung-Cikarang-Karawang dipermudah," ujar Sigit dalam rilis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (15/1/2020). 

Politisi Fraksi PKS itu mencontohkan, jarak tempuh perjalanan darat saat ini dari Kawasan Industri Jababeka atau juga EJIP di Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 70 menit.

Sementara itu, dari lokasi yang sama menuju Pelabuhan Patimban jarak tempuhnya 108 km dengan waktu tempuh sekitar 130 menit atau hampir dua kali lipat.

Sigit mengingatkan, jangan sampai pengalaman buruk pada Bandara Kertajati yang sepi akan terulang lagi akibat jalan akses yang masih terbatas.

Pasalnya, jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) hingga saat ini, tuturnya, belum juga selesai. 

Maka, wajar jika warga dari Bandung dan sekitarnya enggan memilih Bandara Kertajati.

“Bandara Kertajati sudah beroperasi sejak Mei 2018 dan konon akan memiliki kapasitas total hingga 29 juta penumpang setiap tahun. Namun berdasarkan data AP II, jumlah penumpang di Bandara Kertajati sepanjang tahun 2019 baru 519.287 penumpang. Penyebab sepi salah satunya kan akses menuju lokasi yang masih terbatas," tandas Sigit mengingatkan. 

Seperti diketahui, Pelabuhan Internasional Patimban mulai dibangun pada 2019 dan diprediksi selesai pada 2027 dengan total investasi sekitar Rp50 triliun. 

Pelabuhan Patimban yang berada di Subang, Jawa Barat tersebut diproyeksikan sebagai alternatif dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang kapasitas angkutnya sudah begitu padat.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis Pelabuhan Patimban apabila disinergikan dengan baik dengan Pelabuhan Tanjung Priok akan mampu mengalahkan Pelabuhan Shanghai dan Singapura sebagai satu niat bangsa sebagai pelabuhan yang tak hanya membanggakan tapi memberikan nilai fungsi ekonomi yang baik (World Connecting Port).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Berinternet (Ist)

Selasa, 22 Juni 2021 - 08:15 WIB

Pengguna Internet Makin Meningkat, Ini Cara untuk Melindungi Data Pribadi

Menurut data yang dihimpun Social-Hootsuite pada Januari 2021 menunjukan pengguna internet di Indonesia tumbuh 15,5 persen atau sebesar 27 juta orang selama pandemi. Sementara pengguna media…

Desa Wisata Denai Lama, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Dok: Kemenparekraf)

Selasa, 22 Juni 2021 - 08:00 WIB

Sandiaga Berharap Desa Wisata jadi Lokomotif Perkembangan Ekonomi di Indonesia

Dalam Webinar Desa Wisata – Desa Kreatif Sumatera Selatan, yang diikuti oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan…

Ilustrasi Era Digitalisasi

Selasa, 22 Juni 2021 - 07:30 WIB

Sudah Menjadi Gaya Hidup, Kenali Dampak Dari Digitalisasi

Digitalisasi telah mengubah interaksi sosial di masyarakat. Dengan bantuan teknologi yang sebenarnya memudahkan kehidupan, di balik itu terdapat kehati-hatian gaya hidup yang membuat masyarakat…

Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin

Selasa, 22 Juni 2021 - 07:00 WIB

DPR: Pembentukan Holding Jadi Upaya Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin menilai upaya pembentukan holding gula Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan upaya yang strategis untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.

Ilustrasi Digital UMKM (Ist)

Selasa, 22 Juni 2021 - 06:30 WIB

Berkat Marketplace, Pelaku UMKM Bisa Bertahan Selama Pandemi

Survei terbaru mengungkapkan sebanyak 4,7 juta UMKM telah merambah ke ekosistem digital dalam kurun waktu 11 bulan terakhir selama pandemi. Totalnya kini sekitar 64 juta UMKM secara keseluruhan…