Andalkan Tiga Fokus Utama, Kadin Optimis Sektor Kelautan dan Perikanan Cemerlang di 2021

Oleh : Ridwan | Kamis, 14 Januari 2021 - 15:45 WIB

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto bersama Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto bersama Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimis, sektor usaha perikanan dan kelautan masih dapat bertumbuh dan tetap menjadi salah satu ujung tombak utama meski dipengaruhi dinamika perekonomian nasional dan dunia, juga terimbas pandemi COVID-19. 

"Sebenarnya pada 2020 geliat pasar menurun sehingga ikut menurunkan daya beli. Walaupun begitu sektor ini masih mampu bertahan," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto di Jakarta, Kamis (14/1/2021). 

Berdasarkan catatan Kadin, pada tahun 2020 ekspor produk perikanan year on year (YoY) naik lebih dari 7% dibandingkan tahun 2019 dan mampu menekan impor produk sektor ini sebesar lebih dari 12% dibandingkan pada tahun sebelumnya sehingga neraca produk perikanan naik lebih dari 9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan pada sektor kelautan perikanan Indonesia mampu mendongkrak perekonomian nasional di masa sulit akibat dari pandemi COVID-19 yang melanda pada tahun 2020 kemarin.

Yugi berharap dengan telah ditemukannya vaksin COVID-19 yang mulai didistribusikan di Indonesia membawa angin segar bagi pemulihan perekonomian dan iklim dunia usaha, tanpa terkecuali bagi sektor perikanan dan kelautan.

"Tentunya itu membawa harapan bagi kami, para pelaku usaha. Sekaranglah momen terbaik untuk memacu produk dari sektor perikanan, tidak hanya untuk optimalisasi pasar domestik tapi juga pasar internasional yang lebih luas," terangnya.

Lebih lanjut, Yugi mengatakan, perubahan tren saat ini semakin menguntungkan dengan peningkatan penggunaan teknologi yang semakin mendekatkan rantai suplai produk perikanan kepada pasar sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari sektor ini dan peningkatan permintaan akan produk siap olah seperti produk dalam kemasan dan ikan beku. 

"Semakin banyaknya permintaan maka semakin banyak juga tantangan yang akan dihadapi dan harus menjadi perhatian bersama, beberapa hal yang menjadi perhatian adalah negara-negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia mengetatkan persyaratan keamanan pangan yang akan masuk, beberapa diantaranya adalah penerapan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran," ungkap Yugi. 

Dia mengatakan, Indonesia juga saat ini perlu fokus terhadap upaya-upaya peningkatan produksi terutama pada sektor perikanan ini. Setidaknya ada tiga yang menjadi fokus utama yaitu perikanan tangkap, budidaya dan hasil olahan.

Menurut Yugi, untuk tiga fokus utama itu dibutuhkan inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang baik dalam pengelolaan hasil produksi sektor perikanan, sehingga ada lima komoditas yang dapat digenjot produksinya yaitu udang dan tuna-cakalang sebagai produk unggulan dan rajungan-kepiting, cumi-sotong-gurita dan rumput laut sebagai produk potensial lainnya. 

"Harapannya di tahun 2021 ini pemerintah agar dapat ikut meningkatkan promosi ekspor produk perikanan Indonesia terutama pada lima komoditas ini dengan memperhatikan tiga fokus utama yang dijadikan dasar pengembangan produk perikanan ini," kata dia.

Dijelaskan Yugi, pasar domestik Indonesia yang besar dan meningkatnya permintaan pasar luar negeri menjadikan tahun 2021 merupakan tahun yang penuh tantangan dan harapan besar sebagai tahun pembuktian Indonesia sebagai negara besar dengan potensi hasil laut yang melimpah. 

Dia memaparkan, sekarang ini yang diperlukan adalah persiapan yang matang dalam usaha meningkatkan produk perikanan seperti pada penyusunan kebijakan-kebijakan yang dapat mengakomodir pihak swasta dan pro rakyat.

"Perlu aksi nyata yang bergerak dinamis dalam mengikuti tren pasar baik domestik dan luar negeri, serta meningkatkan kerjasama hubungan baik antara pemerintah dan swasta yang didukung oleh masyarakat," pungkas Yugi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Erick Thohir

Minggu, 28 Februari 2021 - 20:27 WIB

Menteri BUMN Sebut Pemerintah Bakal Bangun Proyek-proyek Nasional Tanpa Utang! Publik: Mantap Pak Erick, Bismillah...

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa ada 3 prioritas utama pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional saat ini. "Kembali saya sampaikan 3 prioritas…

Webinar dengan tema “Kalibrasi untuk Menjamin Keakurasian dan Kualitas Peralatan Medis” melalui zoom.

Minggu, 28 Februari 2021 - 20:26 WIB

SUCOFINDO Edukasi Rumah Sakit Terkait Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan melalui Webinar

Jakarta, 24/2 – PT SUCOFINDO (Persero) mengadakan webinar dengan tema “Kalibrasi untuk Menjamin Keakurasian dan Kualitas Peralatan Medis”.

Kawasan Industri Jababeka

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:57 WIB

Dahsyat! Miliki Infrastruktur Industri 4.0 Terlengkap, Kawasan Industri Jababeka Jadi Incaran Investor Perusahaan IOT

Kawasan Industri Jababeka sudah mampu mendukung industry 4.0 dan “menampung” para investor yang ingin membangun perusahaan berbasis IOT. Hal itu karena kawasan industri lain tidak ada yang…

Muhaimin Iskandqr (Gus AMI) -foto Detik.com

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:19 WIB

Gus AMI: NU dan Kyai adalah Sabuk Pengaman Bangsa di Tengah Pandemi

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) melalui pesantrennya, adalah sabuk pengaman bangsa.  Karena itu…

Sri Mulyani Bertakziah kerumah Prof Emil Salim

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:05 WIB

[BREAKING] Prof Dr Emil Salim Berduka, Sri Mulyani: Innalillahi, Alamarhumah Adalah Istri dari Guru Saya

Menteri Keuangan Sri Mulyani datang bertakziah ke rumah duka, alamarhumah Ibu Roosminnie Salim m istri dari Prof Dr Emil Salim yang meninggal pada Hari Sabtu Tanggal 27 Februari 2021. "Innalilahiwainnailahi…