Gelorakan Kedermawanan Selesaikan Sosial Ekonomi

Oleh : Wiyanto | Rabu, 13 Januari 2021 - 16:34 WIB

Peluncuran Gerakan Bangkitkan Sejatinya Bangsa
Peluncuran Gerakan Bangkitkan Sejatinya Bangsa

INDUSTRY.co.id-Jakarta - Sejak pertengahan Maret, masyarakat yang berpartisipasi mendukung gerakan filantropi dan bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) naik 154 persen, meskipun total donasinya tidak jauh berbeda dari tahun lalu.

Pertumbuhan jumlah dermawan yang mengamanahkan kepedulian terbaiknya merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi untuk menghadapi krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19. Kemiskinan merupakan muara dari kelaparan, keserakahan, kesengsaraan, dan penderitaan masyarakat Indonesia hingga masyarakat dunia. Situasi ini memberikan tekanan karena hampir seluruh umat manusia menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian. Oleh sebab itu, kedermawanan dari berbagai elemen bangsa dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan hidup dengan segala keterbatasan.

Harus diakui bahwa pandemi Covid-19 melahirkan situasi baru yang penuh tekanan. Karantina wilayah maupun karantina mandiri secara tidak langsung berdampak pada roda perekonomian yang kian terseok. Banyak perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawan yang berakibat pada melonjaknya angka pengangguran secara signifikan. Hal ini berdampak pada ketiadaan penghasilan hingga keterbatasan pangan dan kemiskinan. Antisipasi dampak sosial dan ekonomi perlu diperhatikan di samping antisipasi dampak kesehatan yang belum juga menemukan solusi terbaik.

“Kemanusiaan itu bukan sebatas fenomena sosial saja, bukan pula sekadar untuk menjawab fenomena ekonomi. Kemanusiaan itu energi dan kecepatan untuk mengatasi masalah-masalah dunia dan membangun peradaban yang lebih baik. Revolusi filantropi merupakan jawaban bagi penyelamatan peradaban sekaligus penggerak modal terbaik: nilai dan mental. Kita sebagai manusia yang diamanahi kehidupan tidak bisa tinggal diam. Krisis ekonomi, krisis ideologi, maupun krisis visi harus segera diantisipasi dengan nilai-nilai kemanusiaan,” papar Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT.

Menyongsong tahun 2021, ACT meluncurkan tema bertajuk “Bangkitkan Sejatinya Bangsa”. Melalui tema ini, ACT mengajak berbagai instrumen negara menanamkan karakter bangsa Indonesia yang dermawan, gotong-royong, dan gemar menolong dalam menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, serta kemanusiaan secara utuh dan menyeluruh. “Tahun 2021 adalah tahun untuk mengajak berbagai elemen bangsa agar bangkit dan bergerak lebih hebat karena permasalahan yang dihadapi makin besar dan makin pelik baik dari sisi kesehatan, kelaparan, kehilangan pekerjaan yang berujung pada kemiskinan dan ancaman kematian. Bangkitkan Sejatinya Bangsa, kami ajak seluruh lapisan bangsa berkolaborasi meluaskan maslahat program-program kemanusiaan berkelanjutan yang kami hadirkan sebagai solusi permasalahan kemanusiaan yang semakin kompleks ini,” imbuh Ahyudin.

Bila kilas balik selama setahun ini, ada banyak aksi kemanusiaan yang bertujuan untuk membangun optimisme di tengah masyarakat, mulai dari aksi pembagian masker baik di dalam dan luar negeri, pembagian makan siap santap, pemberian paket pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan beragam program pemulihan ekonomi.

“Bangkitkan Sejatinya Bangsa adalah program untuk menumbuhkan semangat dan optimisme menjadi bangsa yang humanis dan beradab. Alhamdulillah, hadirnya elemen bangsa dalam berbagai permasalahan kemanusiaan selama ini menjadikan bangsa yang paling dermawan di dunia. Sejatinya bangsa ini adalah bangsa yang bersatu, bangsa yang berdaulat. Kita harus menghadapi semua persoalan kemanusiaan ini dengan berlandaskan Pancasila sebagai sebuah landasan negeri ini. Tujuan Bangkitkan Sejatinya Bangsa yaitu memperjuangkan dan menjamin keadilan sosial, salah satunya melalui jalan-jalan kemanusiaan. Marilah kita memiliki spirit kepemimpinan, menginspirasi dan menjadi teladan dalam kebaikan,” ajak Ahyudin lagi.

Di tahun 2021, ACT pun kembali memperkuat dan merancang program pilihan untuk menyejahterakan serta memandirikan masyarakat sehingga efek kedermawanan yang diamanahkan semakin bermanfaat bagi para penerima manfaat. Gagasan ini pun diperkuat oleh Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap.

“Pengelolaan filantropi yang selama ini bersifat karitatif akan ditransformasikan menjadi pengelolaan filantropi secara korporasi. Dengan pemindahan kuadran ini, ACT berharap tidak hanya membuat program jangka pendek saja, melainkan program jangka panjang yang mampu memberdayakan dan memandirikan masyarakat.

Salah satu program yang ditawarkan di antaranya pemberdayaan masyarakat produsen pangan di hulu guna menjamin kesejahteraan petani sekaligus menciptakan kedaulatan pangan hingga pemberian modal usaha untuk sektor ekonomi di hilir. Ikhtiar inilah yang akan digencarkan oleh Global Wakaf – ACT tahun 2021 lewat program Wakaf Ekonomi Produktif, Wakaf Pangan Produktif, dan Wakaf Air Produktif sebagai stimulus bangsa,” jelas Presiden ACT Ibnu Khajar.

Tidak hanya menggalang kepedulian bangsa untuk penerima manfaat di dalam negeri, ACT juga menyiapkan program yang akan diimplementasikan untuk saudara seiman di berbagai belahan dunia. Selama 2020, program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI) telah melakukan pendistribusian bantuan ke lebih 1 juta penerima manfaat. Program ini akan terus dimasifkan dengan variasi berupa tempat tinggal, rumah sakit, dan sebagainya.

Saat ini, transformasi digital pun dilakukan ACT sebagai cara mencapai peradaban dunia yang lebih baik. Akselerasi penerapan teknologi yang terintegrasi ini pun menjadi ikhtiar lembaga demi efektivitas dan efisiensi kerja dalam melayani kebutuhan umat di tengah kondisi multikrisis, khususnya dampak pandemi. Insyaallah, bangkitnya kedermawanan bersama Aksi Cepat Tanggap menjadi awal dari solusi atas problematika yang tengah dihadapi bangsa. Ayo, Bangkitkan Sejatinya Bangsa! Selamatkan dan mandirikan bangsa. www.Indonesiadermawan.id

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Hotel (Ilustrasi)

Senin, 18 Januari 2021 - 16:31 WIB

Innalilahi! Sejumlah Hotel dan Restoran di Jakarta Kritis, PHRI Desak Pemerintah Gercep Lakukan Hal Ini Sebelum Terlambat

Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta mengatakan industri hotel dan restoran di Jakarta semakin kritis, karena tingkat okupansi terus menurun.

Tanki BBM Pertamina

Senin, 18 Januari 2021 - 15:34 WIB

Ini Cara Pertamina Penuhi Kebutuhan LPG Masyarakat Terdampak Banjir di Banjarmasin

Banjir di Kalimantan Selatan telah membuat penyaluran beberapa fasilitas Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Banjarbaru…

Ilustrasi Subsidi Energi (dok Sindonews.com)

Senin, 18 Januari 2021 - 15:21 WIB

Subsidi Energi Komoditas Disoal! Tiga Pakar: Negatif Buat BUMN dan APBN, Tidak Protect The Poor Justru Orang Kaya yang Menikmati

Pakar ekonomi sekaligus Senior Ekonom The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip menegaskan bahwa kebijakan subsidi energi di Indonesia sebaiknya tidak lagi berbabis komoditas, namun…

Pegadaian beri bantuan korban banjir di sumedang

Senin, 18 Januari 2021 - 15:13 WIB

Pegadaian Berikan Bantuan Sembako dan Perlengkapan Ibadah Kepada Korban Banjir dan Tanah Longsor Sumedang

PT Pegadaian (Persero) memberikan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di kecamatan Cimanggung, kabupaten Sumedang berupa sembako dan perlengkapan ibadah.

Presiden Jokowi Tinjau Sarana Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Banjar

Senin, 18 Januari 2021 - 15:02 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Sarana Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Banjar

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan lokasi terdampak bencana banjir di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan…