INDUSTRY.co.id, Jakarta - Untuk menjaring wisatawan mancangera pada tahun 2019 mencapai 20 juta, segala upaya dilakukan untuk menarik minat para si pelancong tersebut.
Kemitraan Kementerian Pariwisata dengan platfom digial media asal Tiongkok, Baidu kembali berlanjut. Perusahaan internet yang mengandalkan aplikasi berbasis peta, yakni Baidu Maps ini berguna untuk membantu memandu penduduk Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia.
"Ini sudah tahun kedua, ditahun ini harapannya dengan Baidu Maps jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok meningkat dan kepopularitas tourism Indonesia di mata masyarakat Tiongkok semakin meningkta," ucap Business Director, Baidu Ken Tao dalam acara Indonesia Towards 10 Million Chinese Travelers di lantai 2 Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (4/5/2017)
"Seperti yang kita ketahui, 70 persen orang-orang search dan share melalui sosial media," ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang turut hadir.
Baidu Maps memiliki aplikasi berbasis digital yang canggih, di dalamnya terdapat beberapa akses untuk mencari rekomendasi serta informasi tempat-tempat seperti, destinasi wisata di Indonesia, hotel ataupun restoran.
Tahun 2016, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia memiliki jumlah yang cukup besar, yakni 1.141.330 meningkat 27.3 persen sedangkan tahun 2017 ini sudah mencapai 525.035, tambah Tao.
"Produk tersebut sangat efektif, tebukti tahun lalu adapun destinasi favorit masyarakat Tiongkok yang terpesona dengan Indonesia seperti Bali, Lombok, Banyuwangi, Joglosemar, Manado dan Labuan Bajo," sambungnya.
Di Indonesia, ada dua kota yang menjadi destinasi favorit lainnya, seperti Jakarta dan Bali. Baidu mengklaim, pencarian kata kunci 'Bali Island' mencapai 45 persen dan untuk pencarian kata kuncit 'Indo Travel' sebesar 11 persen.
"Dengan kerjasama ini, diharapkan yang tadinya menargetakn 2 juta kunjungan wisman asal China, tahun ini kita revisi menjadi 3 juta wisman," kata Menpar.
Aplikasi Baidu Maps tersedia dismartphone dengan sistem operasi Android maupun iOs dan selain Indonesia Baidu juga bekerja sama dengan beberapa negara lain seperti Jepang, Malaysia, Singapura dan Mesir.