INDUSTRY.co.id, Jakarta - Sebanyak 80 perusahaan yang berada di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah mengikuti pelatihan penghematan energi yang digagas oleh TUV SUD Indonesia, perusahaan global penyedia layanan uji coba, sertifikasi dan pelatihan bekerja sama dengan DEG, lembaga investasi dan pembangunan dari Jerman guna meningkatkan praktik bisnis hijau bagi para pelaku industri tekstil Indonesia.
"TÜV SÜD menyadari bahwa kenaikan tarif listrik untuk industri tekstil dan alas kaki menjadi perhatian yang serius bagi daya saing perusahaan. Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk membantu perusahaan mengatasi kekuatiran akan hal tersebut dalam proses manufakturing serta menemukan solusi yang efektif," jelas Eric Paulsen, Presiden Direktur PT TÜV SÜD Indonesia dalam konferensi persnya di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Lanjutnya, perusahaan juga dapat meningkatkan nilai brand mengenai praktik bisnis hijau dan keberlangsungan, termasuk referensi bagi standar industri internasional seperti ISO 14025 dan ISO/TS 14067.
"Pelatihan kami bertujuan agar perusahaan tekstil dan alas kaki lokal mendapatkan informasi terkini serta pengetahuan mengenai praktik bisnis hijau dan standar industri. Selanjutnya, pelatihan ini akan mengidentifikasi ketidakefisienan pada operasional, kekurangan, serta potensi resiko yang kemungkinan terjadi, sambil memperlengkapi perusahaan dengan petunjuk langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan mereka," kata Arief Hendra Ariyana, Deputy General Manager, PT TÜV SÜD Indonesia
Kegiatan ini disambut baik oleh para peserta. Ramli dari PT Panarub memberikan testimoni bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, PT Panarub dapat menghemat listrik sampai dengan Rp 650.000.000 dalam satu tahun.
Selain itu, beberapa perusahaan percontohan juga sudah mulai menggunakan energi alternatif seperti Fotovoltaik. (Fadli)