INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, Global Sustainability merupakan salah satu terobosan baru untuk menghadapi persaingan dan membuat akses pasar baru dengan fokus pada standar yang berkelanjutan dan Global Value Chain.
"Melalui 'Global Sustainability Standards Symposium' kita perlu menyamakan persepsi dan saling bersinergi diantara sesama pemangku kepentingan terkait kebijakan pembangunan yang berkelanjutan," ungkap Airlangga saat pembukaan forum 'Global Sustainability Standards Symposium' di Jakarta (3/5/2017).
Menurut Airlangga, saat ini kita sudah melakukan pelaksanaan standar misalnya, di kelapa sawit dengan ISPO, kemudian di industri kehutanan dangan SLVK.
"Untuk industri besar ini tidak bermasalah, justru bagi industri kecil ini merupakan suatu masalah," terang Menperin.
Sustainable Standard bagi industri kecil merupakan suatu masalah, karena pengeluaran harus ditanggung oleh mereka, sedangkan produk yang sudah bersertifikat tidak mendapatkan premium price dibandingkan produk dari negara lain tanpa sertifikat.
"Saya minta negara-negara lain supaya fair, kalau mereka menuntut hal ini dari Indonesia, tentu mereka harus menuntut hal yang sama pada negara-negara lain," imbuh Airlangga.
Airlangga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sudah melaksanakan sustainability standar di beberapa industri, tetapi negara lain tidak melakukan itu.
"Hal itu yang kita himbau kepada yang pegang sustainability standar, agar mereka fair trade bukan political trade," tutup Menperin.