Mengerikan! Kang Emil Prediksi Jabar Bakal Alami Krisis Pangan di 2021

Oleh : Ridwan | Jumat, 04 Desember 2020 - 15:02 WIB

Ridwan Kamil Gubernur Jabar (Foto Dok Industry.co.id)
Ridwan Kamil Gubernur Jabar (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Bandung - Provinsi Jawa Barat diprediksi akan mengalami krisis pangan pada tahun 2021 karena adanya penutupan impor dari negara pengekspor beras seperti Vietnam dan Thailand sejak semester dua tahun 2020 terkait pandemi COVID-19.

"Jadi intinya ada potensi krisis pangan di tahun depan maka semua pihak harus bersemangat menjadikan pangan sebagai ekonomi baru, terutama saya mengajak orang kota kembali ke desa, tanah (yang ditanam) nanti disiapkan," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Provinsi Jabar: Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi" di Kota Bandung, kemarin.

Pria yang sering disapa Emil ini mengatakan, Pemprov Jabar akan mewaspadai kondisi krisis pangan dengan menggelar West Java Invesment Summit (WJIS) di bidang pertanian pada 10 Desember.

"Yang penting mereka mau berwirausaha di tanah yang kita (pemprov, red) sediakan. Kalau (swasembada pangan) itu lancar, Insyaallah ekonomi kita akan terkendali," kata dia.

Disisi lain, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar Herawanto mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Jabar on the track, artinya sesuai dengan semangat untuk kembali ke arah yang nanti tumbuh normal.

"Kami perkirakan tahun 2021 pertumbuhan ekonomi bisa meningkat sekitar 4,5 sampai 5,5 persen dan ditekankan bisa lebih baik dari itu. Dengan catatan tentunya ada beberapa hal yaitu konsistensi kebijakan, konsistensi dukungan pemda di semua level provinsi dan kabupaten/kota untuk terus menggerakan perekonomian dengan terukur," kata Herawanto.

Ia menyatakan, ada beberapa indikator yang bisa menjadikan pertumbuhan ekonomi di Jabar meningkat sekitar 4,5 hingga 5,5 persen, diantaranya ekspor sudah mulai bergerak, pasar ekspor untuk industri di Jabar sudah mulai terbuka, perdagangan antara pemda provinsi dan daerah dengan dynamic balancing arus manusia, barang dan jasa, kembali bergerak.

“Jadi semua indikator-indikator itu terlihat, menjadikan bahwa angka (pertumbuhan ekonomi) 4,5 sampai 5,5 persen menjadi sangat valid,” ujarnya. (antara)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih saat menjalal Fin Komodo

Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:20 WIB

Cantiknya Fin Komodo, Hasil Kawin Teknologi Pesawat Terbang dan Kendaraan Darat

Jakarta-PT Fin Komodo Teknologi yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat, dengan menciptakan desain Fin Komodo KD 250 X. Fin Komodo, yang didesain oleh Ibnu Susilo

Uji Swab Covid-19

Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:06 WIB

Pengakuan Mengejutkan dari Menkes: Kita Tidak Disiplin, Cara Testing Salah!

Jakarta- Strategi tracing, tracking, dan treatment atau 3T yang dikembangkan Indonesia untuk atas pandemi Covid-19 salah sasaran, demikian pengakuan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin…

Siloam Hospital Balikpapan

Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:00 WIB

Siloam Hospital Balikpapan Berhasil Lakukan Operasi Bypass Jantung

Diharapkan dengan adanya pelayanan ini, masyarakat Balikpapan tidak perlu lagi ke luar kota ataupun ke luar negeri untuk melakukan operasi jantung. Tentunya layanan bedah jantung yang ada di…

 Ekonomi Digital Ramaikan Pariwisata Batam

Sabtu, 23 Januari 2021 - 07:40 WIB

Ekonomi Digital Ramaikan Pariwisata Batam

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno hari ini (22/01/2021) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah proyek terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif dan…

Komjen Listyo Sigit(ist)

Sabtu, 23 Januari 2021 - 07:30 WIB

Komjen Pol Listyo Sigit Harus Perkuat Soliditas Polri

Dipilihnya Listyo juga menuai sorotan, karena akan melangkahi dua angkatan setelah kapolri saat ini Jenderal Idham Azis, yang merupakan Akpol Angkatan 1988.