INDUSTRY.co.idMorotai, Maluku Utara merupakan  destinasi wisata sejarah dunia. Riwayatnya sebagai daerah Perang Dunia II, Morotai memiliki posisi strategis di Asia Pasifik sedangkan posisi geosentris Pulau Morotai adalah Asia Mainland, Asia Tenggara,Jepang, Kawasan Pasifik, dan Australia.

Advertisement

Perekonomian kini mulai bergeser dari kawasan Atlantik ke kawasan Pasifik. Hal itu terlihat dari terobosan pemerintah yang menetapkan 10 destinasi atau 10 Bali baru dan salah satu yang terpilih adalah Morotai.

Sebuah kabupaten yang memiliki potensi geo-politik dan geo-ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi katalisator pembangunan, khususnya bagi daerah Provinsi Maluku Utara sebagai pintu gerbang ke kompetisi poros Pasifik.

Advertisement

Morotai memiliki kawasan kelautan dan pulau-pulau kecil yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan industry maritim dan perikanan terpadu dan kawasan wisata bahari sejarah. Apalagi pulau ini juga dikenal memiliki stok sumber daya ikan yang beragam.

Berdasarkan penelitian, terdapat 160 jenis ikan yang bernilai ekonomis dan 31 jenis ikan komersial, dengan jumlah potensi perikanan diperkirakan mencapai 148.473,8 ton per tahun dengan jumlah potensi lestari yang dapat dimanfaatkan sebesar 81.660,6 ton per tahun.

Advertisement

Untuk sektor budidaya laut, kawasan pesisir dan laut kepulauan Morotai mempunyai kualitas perairan tenang dan sangat memungkinkan untuk pengembangan budidaya laut seperti, kerapu, lobster, rumput laut, dan mutiara.

Dengan laut yang luas dan potensi sumberdaya alam yang luar biasa tersebut, kekayaan bahari Morotai  dapat dikelola dan dipotimalkan guna mendorong perekonomian daerah, terutama meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Advertisement

Sebenarnya upaya untuk mengembangkan Morotai sudah lama. Seperti pencanangan Morotai sebagai kawasan Mega Minapolitan sejak tahun 2009 merupakan bentuk komitmen Kementerian Kelautan terhadap pembangunan Pulau Morotai sebagai gerbang ekonomi di kawasan Pasifik. Waktu itu, pelaksanaan sail merupakan salah satu upaya untuk percepatan merealisasikan gagasan besar ini.

Pulau Morotai yang disebut sebagai 'Mutiara di Bibir Pasifik', merupakan surga bagi burung bidadari yang merupakan spesies langka dan dilindungi di Provinsi Maluku Utara. Keberadaan burung bidadari menjadi salah satu daya tarik andalan yang menarik minat wisatawan nusantara maupun manca negara mengunjungi Morotai.

Selain kekayaan bahari yang potensial, Maluku Utara terkenal dengandestinasi wisata sejarah dunia, karena riwayatnya sebagai daerah PerangDunia II. Pulau itu memiliki posisi strategis di Asia Pasifik sedangkanposisi geosentris Pulau Morotai adalah Asia Mainland, Asia Tenggara,Jepang, Kawasan Pasifik, dan Australia.

Morotai dalam destinasi pariwisata dunia sebagai lokasi wisata sejarah. Pulau Morotai adalah sebuah kabupaten definitif baru yang terletak di Kepulauan Halmehara, Kepulauan Maluku. 

Sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara dan merupakan pulau paling utara di Indonesia, Kabupaten Pulau Morotai diresmikan pada 29 Oktober 2008, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara.

Secara geografis Pulau Morotai terletak di antara 200 sampai dengan 240 Lintang Utara dan 12815 sampai dengan 12848 Bujur Timur.

Morotai berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah Utara, Laut Halmahera di sebelah Timur, Selat Morotai disebelah Selatan dan Laut Sulawesi di sebelah Barat.

Luas wilayah Pulau Morotai adalah 2.474,94 kilometer persegi atau 10 persen dari luas wilayah daratan Kabupaten Maluku Utara. Secara administratif, Pulau Morotai sejak tahun 2002 termasuk ke dalam administrasi pemerintahan Kabupaten Halmahera Utara dengan ibukota kabupaten diTobelo.

Oleh sebab itu, dengan latar belakang keindahan pariwisata dan kekayaan sejarah tersebut maka pemilihan  Pulau Morotai, Maluku Utara, sebagai 10 Bali baru kian menjanjikan.

Dan Istimewanya lagi, Jawara Kawasan Industri di Indonesia PT Jababeka Tbk, memantapkan komitmennya membangun wilayah kepulauan Morotai, yang luasnya mencapai 50.000 hektar, itu.  Jababeka akan mengembangkan 15.000 hektar wilayah menjadi daerah tujuan wisata baru di Indonesia.