IPW Beri Apresiasi kepada Pangdam Jaya Terkait Penertiban Baliho

Oleh : Herry Barus | Jumat, 20 November 2020 - 10:48 WIB

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)
Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Ind Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada TNI yg sudah melakukan penurunan poster poster Rizieq di berbagai tempat. Selain itu IPW mendukung manuver  TNI di wilayah sipil di Petamburan atau di sekitar markas FPI pimpinan HRS

“IPW menilai pencabutan poster poster itu seharusnya dilakukan Satpol PP bersama Polri. Sebab sesuai ketentuan Perda semua pemasangan spanduk, poster dan baliho harus memiliki ijin dan tidak boleh dipasang seenaknya. Namun Satpol PP dan Polri tidak berani mencabut baliho baliho HRS. Sebab itu IPW memberi apresiasi kepada Pangdam Jaya yang sudah memerintahkan anggotanya mencabuti baliho HRS tersebut. Diharapkan jajaran Kodam Jaya segera membersihkan semua baliho HRS yang tanpa ijin tersebut, ” ujar Neta S Pane Ketua Presidium Ind Police Watch, dalam siaran persnya, Jumat (20/11/2020)

Begitu juga dengan Manuver TNI di wilayah Petamburan, IPW menilai hak ini hrs dilakukan TNI untuk mengantisipasi situasi ketahanan negara dan keutuhan NKRI. Sebab HRS sudah beberapa kali bermanuver yg bisa mengganggu keutuhan NKRI, di antaranya jika datang ke Indonesia Rizieq mengatakan akan memimpin revolusi seperti di Iran, kemudian HRS memberi ancaman "memenggal kepala" dan lain-lain.

“Meskipun itu hanya ancaman kosong, tapi mengingat massa FPI cenderung radikal dan dari masyarakat bawah, ucapan HRS itu bisa berpotensi memicu kekacauan dan gangguan keamanan serta mengganggu keutuhan NKRI, “ lanjut Pane.

Ucapan dan ancaman HRS itu makin riuh tatkalah poster dan baliho Rizieq terlihat dimana mana dan tanpa ijin. Sehingga terkesan HRS dan orang orangnya seakan tidak tersentuh hukum. Ironisnya, dalam situasi ini jajaran kepolisian hanya berdiam diri. Manuver HRS yang melakukan kerumunan massa di tengah pandemi Covid 19 dibiarkan begitu saja oleh pihak kepolisian. Akibatnya HRS bebas bermanuver mulai dari saat tiba di bandara Soetta, di rumahnya di Petamburan, dan di puncak Bogor. Bebasnya Rizieq bermanuver seakan menggambarkan tidak adanya aparatur negara yg berani menghadapi Ketum FPI itu. Negara sepertinya kalah dan tak berdaya menghadapi manuver HRS.

Dalam situasi ini sangat wajar jika TNI turun tangan  mengambilalih pengendalian situasi dengan melakukan manuver di sekitar wilayah Petamburan dan memerintahkan anggotanya mencabuti baliho HRS. Semua ini dilakukan TNI demi keutuhan NKRI dari ancaman dan manuver HRS maupun FPI. Manuver TNI di sekitar Petamburan dan pencabutan baliho Rizieq  ini sekaligus menunjukkan bawah negara tidak boleh kalah pada pihak pihak yg bermanuver ingin mengacaukan atau merusak keutuhan NKRI.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Pelaku Penyelundupan Narkoba Diamnkan Satgas Perbatasan Yonif 642 Kapuas

Rabu, 02 Desember 2020 - 04:30 WIB

Pelaku Penyelundupan Narkoba Diamnkan Satgas Perbatasan Yonif 642 Kapuas

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa menjelaskan bahwa pada Senin, tanggal 30 November 2020, sekitar pukul 03.00 dini hari, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Pos…

Pesawat TNI

Rabu, 02 Desember 2020 - 04:00 WIB

TNI Berangkatkan Pasukan Khusus ke Sigi Poso

TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lemban Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi pada Jumat 27 November 2020 yang lalu oleh MIT. Sehingga apa yang diharapkan…

Barang Branded

Rabu, 02 Desember 2020 - 00:16 WIB

Alamak! Gaji di Bawah 5 Juta Lebih Pede Beli Barang Branded Ketimbang Gaji di Atas 20 Juta, Ternyata Karena...

Jakarta-Dalam Berita Resmi Statistik terkait Ekonomi Indonesia di Kuartal III 2020 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dari lapangan…

SP Pegadaian

Selasa, 01 Desember 2020 - 23:21 WIB

Serikat Pekerja Pegadaian Sepakat Tolak Wacana Akuisisi Holding oleh BRI

Jakarta- Serikat Pekerja (SP) PT. Pegadaian (Persero) yang dipimpin Ketut Suhardiono menegaskan sikap, penolakan rencana pencaplokan PT. Pegadaian (Persero) dengan skema holding dan akuisisi…

Pepen Nazaruddin (Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial) Pepen Nazaruddin (Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial)meletakkan batu pertama Tugu Pelopor Perdamaian Indonesia di Kompleks Taman Kehati

Selasa, 01 Desember 2020 - 23:06 WIB

Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara: Pelopor Perdamaian Indonesia Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Lampung– Pandemi covid-19 beserta ekses dari kebijakan serta tindakan penanganannya membawa implikasi yang merubah tata kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.