Sungguh Tega! Sri Mulyani Tolak Stimulus Pajak Mobil Baru 0%, Industri Otomotif Gigit Jari

Oleh : Ridwan | Senin, 19 Oktober 2020 - 14:45 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sektor otomotif nasional saar ini sedang dirundung duka. Pasalnya, stimulus pajak mobil baru atau Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) nol persen yang diusulkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ditolak Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru nol persen seperti yang disampaikan industri maupun Kementerian Perindustrian," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers online APBN KiTa, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan, otoritas fiskal selama ini telah memberikan dukungan kepada industri melalui berbagai insentif. Meski demikian, Sri Mulyani akan mengevaluasi keseluruhan insentif yang telah diberikan ke berbagai sektor agar tetap menimbulkan keadilan.

"Setiap insentif yang kita berikan akan kita evaluasi lengkap, sehingga jangan sampai kita berikan insentif, di satu sisi berikan negatif ke kegiatan ekonomi yang lain," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengusulkan stimulus pembebasan pajak mobil baru atau Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) nol persen kepada Sri Mulyani.

Wacana tersebut untuk mendongkrak pasar industri otomotif yang terdampak pandemi COVID-19.

"Kalau kita beri perhatian agar daya beli masyarakat bisa terbantu dengan relaksasi pajak, maka kita terapkan. Kemudian pada gilirannya bisa membantu pertumbuhan industri manufaktur di bidang otomotif tersebut," katanya.


Sementara itu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, selain potongan PKB, pihaknya juga mengusulkan pemangkasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Jongkie menilai, hal itu dilakukan karena saat ini yang paling laku adalah mobil-mobil bekas, imbas dari daya beli yang menurun. Dengan adanya pemangkasan pajak kendaraan bermotor, dia berharap masyarakat bisa membeli mobil baru.

"Maka dengan dipotongnya beberapa macam pajak kendaraan bermotor, harga jual mobil baru akan bisa turun. Sehingga masyarakat bisa membeli mobil baru," kata Jongkie.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Pelaku Penyelundupan Narkoba Diamnkan Satgas Perbatasan Yonif 642 Kapuas

Rabu, 02 Desember 2020 - 04:30 WIB

Pelaku Penyelundupan Narkoba Diamnkan Satgas Perbatasan Yonif 642 Kapuas

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa menjelaskan bahwa pada Senin, tanggal 30 November 2020, sekitar pukul 03.00 dini hari, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Pos…

Pesawat TNI

Rabu, 02 Desember 2020 - 04:00 WIB

TNI Berangkatkan Pasukan Khusus ke Sigi Poso

TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lemban Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi pada Jumat 27 November 2020 yang lalu oleh MIT. Sehingga apa yang diharapkan…

Barang Branded

Rabu, 02 Desember 2020 - 00:16 WIB

Alamak! Gaji di Bawah 5 Juta Lebih Pede Beli Barang Branded Ketimbang Gaji di Atas 20 Juta, Ternyata Karena...

Jakarta-Dalam Berita Resmi Statistik terkait Ekonomi Indonesia di Kuartal III 2020 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dari lapangan…

SP Pegadaian

Selasa, 01 Desember 2020 - 23:21 WIB

Serikat Pekerja Pegadaian Sepakat Tolak Wacana Akuisisi Holding oleh BRI

Jakarta- Serikat Pekerja (SP) PT. Pegadaian (Persero) yang dipimpin Ketut Suhardiono menegaskan sikap, penolakan rencana pencaplokan PT. Pegadaian (Persero) dengan skema holding dan akuisisi…

Pepen Nazaruddin (Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial) Pepen Nazaruddin (Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial)meletakkan batu pertama Tugu Pelopor Perdamaian Indonesia di Kompleks Taman Kehati

Selasa, 01 Desember 2020 - 23:06 WIB

Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara: Pelopor Perdamaian Indonesia Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Lampung– Pandemi covid-19 beserta ekses dari kebijakan serta tindakan penanganannya membawa implikasi yang merubah tata kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.