Geleng-Geleng Kepala Biaya Sekolah Kian Mahal! Tips Ini Bantu Anda Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sampai S1

Oleh : Kormen Barus | Senin, 19 Oktober 2020 - 11:05 WIB

Seseorang nampak riang kuliah jarak jauh
Seseorang nampak riang kuliah jarak jauh

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Mempersiapkan dana pendidikan anak adalah salah satu hal yang menjadi tujuan finansial bagi banyak orang, terutama para orang tua. Namun, tidak sedikit orang tua yang belum memperhitungkannya secara matang, termasuk mempertimbangkan kenaikan biaya pendidikan agar paham berapa dana yang harus dialokasikan dan di mana harus menempatkan dana tersebut.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi yang timbul dari sektor pendidikan mencapai 3,77% persen per tahun pada 2019. Namun tidak sedikit publikasi di internet yang menyebutkan bahwa kenaikan uang pangkal masuk sekolah justru mencapai 10% per tahun. Seperti apakah besarnya di masa yang akan datang?

Kenaikan harga barang dan jasa untuk sektor pendidikan tentu akan menjadi perhatian yang cukup serius bagi para pencari nafkah yang sudah punya momongan. Terlebih lagi jika sekolah yang dituju adalah sekolah swasta.

Oleh karena itulah, selain harus berhemat, kita wajib menerapkan strategi khusus untuk mengumpulkan dana pendidikan anak.

Berikut adalah strategi dari Lifepal.co.id untuk mengumpulkan dana pendidikan anak hingga lulus perguruan tinggi.

Cari tahu biaya sekolah yang dituju

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengumpulkan informasi sedetail-detailnya seputar biaya sekolah di sekolah dan universitas/perguruan tinggi yang Anda tuju di tahun ajaran yang sedang berlangsung.

Biaya-biaya tersebut bisa berupa uang pangkal, biaya tahunan, SPP sebulan yang disetahunkan, seragam, serta buku untuk sekolah TK hingga SMA. Untuk mempermudah melakukan pengelompokkan biaya, Anda bisa menyatukan uang pangkal yang dibayar pertama kali masuk ke dalam biaya tahunan pada tahun pertama, sedangkan untuk seragam, biaya ekstrakurikuler, dan buku ke biaya lain-lain.

Di tahun kedua, untuk jenjang SMP dan SMA, sebagian sekolah juga tidak memberlakukan adanya pembayaran biaya tahunan, namun ada kenaikan SPP. Jadi, total biaya yang dihitung berdasarkan nilai inflasi adalah biaya SPP dan lainnya yang dihitung tahunan.

Sementara itu, untuk biaya kuliah, uang pangkal bisa dimasukkan ke dalam komponen biaya operasional gedung tahunan di tahun pertama. Untuk biaya kartu rencana studi (KRS), praktikum, unit kegiatan mahasiswa, dapat dimasukkan ke biaya lain-lain dengan asumsi 20 SKS atau lebih.

Buatlah rangkuman atas biaya-biaya tersebut dalam sebuah daftar seperti yang tertera di gambar atas dengan menggunakan asumsi usia anak. Usia anak akan menjadi penentu horizon waktu Anda dalam berinvestasi.

Hitung perubahan biaya pendidikan sesuai dengan asumsi inflasi tahunan

Hitung perubahan biaya pendidikan sesuai dengan asumsi inflasi tahunan

Lakukanlah perhitungan total biaya pendidikan untuk setiap jenjang dengan menggunakan metode future value.

Untuk mempermudah perhitungan ini, Anda bisa menggunakan Kalkulator Inflasi Lifepal. Masukkan total biaya pendidikan yang tertera di tabel ke kolom “harga saat ini,” lalu masukkan usia anak (sesuai jenjang pendidikannya) ke kolom “jumlah tahun masa depan,” dan asumsi nilai inflasi di kolom “persentase inflasi tahunan”.

Untuk menentukan besaran inflasi tahunan, Anda bisa menggunakan acuan berupa inflasi biaya pendidikan tahunan dari BPS yang sebesar 3,77% atau 10% sesuai dengan opini yang sering beredar di media massa.

Tabel di atas menunjukkan perhitungan biaya pendidikan dengan asumsi inflasi sebesar 10% per tahun. Jika dijumlahkan, maka total biaya yang harus dikumpulkan seseorang untuk biaya pendidikan anak dalam 22 tahun mencapai Rp 2,2 miliar.

Hitung ulang kebutuhan dana berdasarkan jangka waktu investasi

Hitung ulang kebutuhan dana berdasarkan jangka waktu investasi

Lakukan perhitungan kembali atas kebutuhan total dana pendidikan berdasarkan setiap jenjang. Misalkan, dari perhitungan tabel di atas diketahui bahwa untuk TK yang terdiri dari TK A dan TK B, seseorang akan membutuhkan dana kurang lebih Rp 14.265.093 dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, total biaya pendidikan untuk jenjang SD dari kelas 1 hingga kelas 6 adalah Rp171 juta, dan seterusnya hingga kuliah.

Tabel di bagian kanan menunjukkan jangka waktu investasi yang harus Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan biaya tersebut. Pilihlah investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda dan jangka waktu investasinya.

Pilih instrumen investasi sesuai profil risiko dan jangka waktu investasi

Semakin pendek jangka waktu menabung Anda, sebut saja di bawah setahun hingga tiga tahun, pilihlah instrumen yang memiliki volatilitas nilai rendah dan imbal hasil stabil. Sebut saja seperti reksa dana pasar uang, deposito, atau obligasi negara seperti ORI, Sukuk, dan lain sebagainya.

 

Namun untuk jangka menengah atau panjang (di atas 5 tahun), Anda bisa lebih fleksibel memilih instrumen investasi, bisa di instrumen dengan volatilitas rendah seperti yang telah disebutkan, atau yang tinggi sekalipun seperti saham atau reksa dana saham.

Demi memudahkan Anda mengetahui besaran uang yang harus Anda sisihkan untuk menabung, Anda bisa menggunakan Kalkulator Menabung Bulanan dari Lifepal.

 

Untuk menentukan persentase bunga tahunan, Anda bisa menggunakan asumsi imbal hasil dari sebuah investasi dalam jangka waktu setahun. Sebut saja, asumsi imbal hasil setahun untuk deposito adalah 4%, obligasi negara 6%, reksa dana pasar uang 7%, reksa dana pendapatan tetap 9%, reksa dana saham 12%, dan saham blue chip adalah 15%.

Pastikan UP asuransi jiwa Anda bisa mengcover biaya pendidikan

Sebagai pencari nafkah, tentu saja kita harus bisa menjamin ketersediaan dana pendidikan yang cukup bagi buah hati. Namun risiko meninggal dunia di usia produktif masih tetap ada, begitu pun dengan risiko cacat total hingga kita tak lagi bisa mencari nafkah.

Apa jadinya jika kita meninggal di masa produktif dan tak lagi bisa mengumpulkan uang demi pendidikan anak? Bijakkah bagi kita untuk memupuskan impian sang anak mengeyam pendidikan yang layak di kemudian hari, serta membiarkan mereka menjadi sandwich generation? Semoga saja tidak.

Oleh karena itu, pastikan bahwa kita memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan (UP) yang cukup untuk menanggung biaya hidup serta biaya pendidikan buah hati kita.

 

Untuk menghitung uang pertanggungan, gunakanlah metode pendekatan pengeluaran. Dengan metode ini, UP yang akan didapat ahli waris kita akan sesuai dengan kebutuhan kita di masa depan yang sudah disesuaikan dengan inflasi.

Demi mempermudah perhitungannya, Anda pun bisa menggunakan Kalkulator Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa di Lifepal.

Itulah strategi untuk menabung biaya pendidikan anak yang efektif. Pada intinya, menabung dana pendidikan memang penting, namun agar lebih mudah pencapaiannya, Anda harus mengalokasikan dana tabungan ke instrumen investasi.

Jangan lupa pula bahwa, selain menabung, proteksi berupa asuransi jiwa juga harus menjadi prioritas Anda sebagai pencari nafkah.

Catatan penulis. Lifepal.co.id menggunakan data Inflasi Tahunan pada Biaya Pendidikan, Hiburan, dan Olah Raga dari Badan Pusat Statistik (BPS). Biaya-biaya pendidikan dari sekolah dan perguruan tinggi yang penulis cantumkan didapatkan dari sejumlah sekolah baik swasta maupun negeri di DKI Jakarta. Biaya-biaya tersebut digunakan untuk simulasi penghitungan biaya pendidikan.

Tips ini dibuat oleh Aulia Akbar CFP®, financial educator dan periset Lifepal. Segala informasi yang ada pada artikel ini dapat dipertanggungjawabkan Lifepal.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sepeda Kuning Lipat Model Brompton Merek Bamsoet

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:00 WIB

Sepeda Kuning Lipat Model Brompton Merek Bamsoet

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengungkapkan spesifikasi sepeda kuning lipat 'Bamsoet' yang spesial itu. Antara lain memiliki berat 12 Kg, frame set dari chromoly, brake system…

Kegiatan MoU PT Indra Karya (Persero) dan Yayasan Air Adhi Eka di Kementerian PUPR

Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:15 WIB

Indra Karya Jalin Kerjasama Strategis dengan Yayasan Air Adhi Eka Kementerian PUPR

Terjalinnya kerjasama ini merupakan langkah positif PT Indra Karya (Persero) untuk terus berkontribusi pada pengerjaan proyek-proyek strategis di sektor Sumber Daya Air.

Menuju Kuala Tanjung Port & Industrial Estate Sebagai Indonesia’s Logistic & Supply Chain Hub

Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:00 WIB

Menuju Kuala Tanjung Port & Industrial Estate Sebagai Indonesia’s Logistic & Supply Chain Hub

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 bersinergi dengan Pertamina untuk pengelolaan sarana dan fasilitas bunker penunjang bahan bakar minyak (BBM) dan jalur pipa gas di Pelabuhan…

dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru

Sabtu, 05 Desember 2020 - 10:15 WIB

Cegah Klaster Kantor Lewat Disiplin 3M

Penerapan kesehatan di lingkungan kerja memang sangat penting. Bahkan, banyak perusahaan yang juga memfasilitasi karyawannya untuk rutin melakukan deteksi awal, seperti rapid test sampai dengan…

Kegiatan Redcomm Indonesia

Sabtu, 05 Desember 2020 - 09:41 WIB

Redcomm Indonesia Raih Gold di Ajang Agency of The Year 2020

Di penghujung 2020, CampaignAsia kembali mengumumkan para pemenang Agency of The Year 2020 untuk Asia Pacific. Ajang tahunan ini merupakan ajang penghargaan internasional bergengsi untuk para…