Buruh Minta Upah Minimum 2021 Tetap Naik

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 17 Oktober 2020 - 13:40 WIB

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, buruh Indonesia meminta agar upah minimum tahun 2021 naik. Dia menolak permintaan kalangan pengusaha yang meminta agar di tahun depan tidak ada kenaikan upah minimum.

Menurutnya, kenaikan upah yang ideal adalah sebesar 8%. Hal ini didasarkan pada kenaikan upah rata-rata selama 3 tahun terakhir.

Jika upah minimum tidak naik, kata Said Iqbal, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Di mana seiring dengan penolakan omnibus law, buruh juga akan menyuarakan agar upah minimum 2021 tetap naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.

Menurut Iqbal, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat. Bandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.

"Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," kata Said Iqbal.

“Jadi tidak ada alasan upah minimum tahun 2020 ke 2021 tidak ada kenaikan karena pertumbuhan ekonomi sedang minus. Saat Indonesia mengalami krisis 1998, di mana pertumbuhan ekonomi minus di kisaran 17% tapi upah minimum di DKI Jakarta kala itu tetap naik bahkan mencapai 16%," ujarnya.

Menurut Said Iqbal, bila upah minimum tidak naik maka daya beli masyarakat akan semakin turun. Daya beli turun akan berakibat jatuhnya tingkat konsumsi juga akan jatuh. Ujung-ujungnya berdampak negatif buat perekonomian.

Pihaknya juga mengingatkan, tidak semua perusahaan kesulitan akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, dia meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.

Dengan kata lain, bagi perusahaan yang masih mampu harus menaikkan upah minimum. Lalu untuk perusahaan yang memang tidak mampu, undang-undang sudah menyediakan jalan keluar dengan melakukan penangguhan upah minimum.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani di sawah yang sudah siap tanam

Jumat, 30 Oktober 2020 - 22:45 WIB

Dukung Kementan Antisipasi La Nina, Kalbar Gencar Lakukan Penanganan DPI

Berdasarkan data BMKG, pada periode awal musim hujan di akhir tahun ini diikuti dengan adanya fenomena La Nina yang mengakibatkan peningkatan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.…

PT PP

Jumat, 30 Oktober 2020 - 19:54 WIB

PTPP Majukan Geliat Ekonomi Melalui Pengembangan KIT Batang

PT PP (Persero) Tbk, (PTPP) bersama dengan beberapa BUMN dan Lembaga Pemerintahan melakukan sinergi guna mendukung program Pemerintah dalam pengembangan Kawasan Industri Terpadu di Indonesia.

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. (foto : Azka/Man)

Jumat, 30 Oktober 2020 - 19:35 WIB

Anggap Relawan Jokowi Tak Menjamin Perbaiki Kinerja BUMN, Relawan: Andre Rosiade Keliru

Kornas menilai ucapan Andre sama halnya sebagai politisi yang syarat kepentingan, berbeda dengan relawan Jokowi yang sejak awal mendukung Jokowi dari gubernur hingga presiden dua periode.

BPPI Kemenperin - Doddy Rahadi

Jumat, 30 Oktober 2020 - 19:20 WIB

Hadapi Era New Normal, Kemenperin Pacu Industri Terapkan Teknologi Digital

Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri di tanah air agar memanfaatkan berbagai teknologi digital untuk mendukung aktivitasnya dalam menghadapi era adaptasi kebiasaan baru…

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah

Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:30 WIB

Alamak! RI Kini Punya Menteri Kepengusahaan

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz mencap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sebagai menteri kepengusahaan.