PT Pindad, Dari Bengkel Militer Menjadi Industri Senjata Kelas Dunia

Oleh : Nandi Nanti | Jumat, 09 Desember 2016 - 17:30 WIB

Senjata Pindad-SS2-VI-Images By Siregar
Senjata Pindad-SS2-VI-Images By Siregar

INDUSTRY.co.id - PT Pindad (Persero) semakin menunjukkan eksistensinya dalam memproduksi berbagai alutsista seperti senjata, munisi dan kendaraan tempur baik untuk kebutuhan TNI maupun pasar global.

Khusus untuk senjata api dan pasar TNI, kualitas dari produksi senjata Pindad kian menjanjikan dan menjadi jaminan.  Baru-baru ini hal itu dibuktikan dari keberhasilan kontingen TNI AD Indonesia menjadi juara umum dalam kejuaraan menembak AARM 2016 yang digelar di Filiphina pada 21 November sampai 7 Desember 2016 lalu.

Dalam kejuaraan menembak tahunan tersebut, senjata berjenis SS2-V4 kaliber 5,56 mm dan karaben SS2-V2 kaliber 5,56 mm besutan pabrik senjata plat merah PT Pindad yang berlokasi di Jawa Barat menjadi senjata kemenangan para kontingen Indonesia.

Kejuaraan menembak tingkat internasional itu sendiri,  diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN, yakni, Malaysia, Thailand, Indonesia, Singapura, Vietnam, Brunei, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Dengan keberhasilan tersebut, turut mengukukuhkan positioning Pindad sebagai produsen senjata berkualitas dan berkelas dunia.

PT Pindad sendiri berdiri pada 1808. Awalnya Pindad adalah bengkel peralatan militer milik Belanda di Surabaya. Bengkel tersebut lalu berubah menjadi pabrik dan dipindah ke Bandung dengan nama Pabrik Senjata Munisi (PSM).

Pada tahun 1950 terjadi nasionalisasi , PSM berubah nama menjadi pabrik senjata dan mesiu serta bernaung di bawah TNI. Pada 1983 pabrik senjata itu berubah status menjadi BUMN dengan nama PT Pindad dan bernaung dibawah Badan Pengelola Industri Strategis.

Guna menjaga kualitas dalam setiap produksinya, hingga kini tenaga ahli di Pindad melakukan Pemeriksaan berlapis  pada setiap proses manufaktur mulai dari penerimaan material sampai proses akhir pembuatan produk. 

Seluruh produknya  diuji dan memenuhi standar internasional. Maka tak heran bila banyak negara mengincar produksi hasil karya Pindad seperti, Negara Mali , Arab Saudi , India ,Oman , Malaysia , Nepal , Myanmar , Kamboja , dan Filipina.

Dalam eksistensinya sebagai pemasok alutsista baik untuk TNI maupun pasar global, PT Pindad telah memproduksi beberapa  senjata varian senapan serbu andalan yang memiliki kualitas unggulan.

Diantaranya, senapan serbu SS3 yang merupakan pengembangan dari produk seri SS1 dan SS2. Senjata ini memiliki kaliber amunisi 7,62 mm dengan jarak tembak efektif 400 meter dan 800 meter.

Senjata khusus ini didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi. Dengan kapasitas magasin 20 butir, senapan ini memiliki  panjang  terlentang 1.080-1.150 mm, dengan terlipat 836 mm dan laras 500 mm.

Senjata andalan berikutnya ialah senapan serbu SS2 subsonic yang merupakan jenis baru dari pengembangan senapan serbu SS2 laras panjang. Senjata ini dirancang khusus dengan peredam (silencer) dan munisi subsonic (di bawah kecepatan suara) 5.56 mm untuk di gunakan dalam operasi senyap.

Senjata ini memiliki kapasitas magasin 30 butir dengan jarak tembak mencapai 150-200 meter serta memiliki  panjang terlentang 713 mm, panjang terlipat 975 mm dan  laras 200 mm.

Ada juga senapan Sub Machine Gun PM3 yang dirancang khusus untuk mendukung pertempuran jarak dekat.  Senapan ini menggunakan munisi kaliber 9 mm dengan bidikan akurat hingga 75 meter dan memiliki kecepatan tembak 750-850 butir per menit, dengan Panjang 720 mm, terlipat 494 mm dan laras 210 mm.

Dan untuk senapan berjenis Pistol, Pindad merilis senjata G2 Premium yang merupakan senapan genggam dari pengembangan G2 Combat dan Elit. G2 Premium lebih diperuntukkan untuk olahraga tembak  karena memiliki amunisi kaliber 9 mm dengan jarak tembak efektif 25 meter.

Dengan bobot 1,05 kg dan  kapasitas magasin 15 butir amunisi. Senjata ini memiliki panjang 222 mm dan tinggi  147 mm.

Selain senjata terbaru tersebut, Pindad juga memproduksi jenis senjata andalan lainnya. Berikut adalah produksi senjata Pindad dari tahun ke tahun, yakni, Senjata SS1, semjata ini  merupakan senapan serbu yang mendapatkan lisensi dari FN FNC asal Belgia dan diproduksi sejak 1988.

Senapan ini memiliki enam varian, yaitu SS1-V1, SS1-V2, SS1-V4, SS1-V5, SS1-RM, dan SS1-M1. Lalu Senapan serbu SS3 , SS2 Subsonic 5,66 mm. Kemudian Pistol jenis G2 Premium , Sub Machine Gun PM3. Jenis lainnya ialah  Senapan Anti Teror PM2-V1 dan PM2-V2.

Pindad juga memproduksi Senapan Sniper dengan nama SPR-1, SPR-2, dan SPR-3. Lalu senapan mesin SM2-V1, SM2-V2, dan SM-3. Pindad juga mampu memproduksi  Meriam dengan jarak tembak hingga jarak 10,5 kilometer. Meriam ini bernama ME-105 mm Howitzer.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Juru bicara pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia Maudy Ayunda

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:08 WIB

Maudy Ayunda Beberkan Tiga Isu Transisi Energi yang Bakal Diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia

Sebagai salah satu isu prioritas Presidensi G20 Indonesia, pemerintah menyoroti dampak perubahan iklim yang diakibatkan oleh sektor energi yang relevan dalam keseharian masyarakat.

Pakaian Tradisional Jepang, Yukata dan Kimono (Foto: saibumi.com)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:00 WIB

Jepang Pertimbangkan Buka Kunjungan Wisatawan Pada Juni 2022

Pandemi dua tahun ini membuat Jepang menutup perbatasannya untuk wisatawan asing. Tetapi, baru-baru ini Jepang telah dibuka pada April untuk beberapa penduduk luar negeri misalnya, pelancong…

Juru bicara pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia Maudy Ayunda

Selasa, 17 Mei 2022 - 10:55 WIB

Jubir G20 Maudy Ayunda Ungkap Pentingnya Ekosistem Kendaraan Listrik

Penggunaan kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian baterai bahkan mendai keseriusan pemerintah dalam menjalankan transisi energi berkelanjutan dan berkesibambungan.

Tambang Batubara (ist)

Selasa, 17 Mei 2022 - 10:44 WIB

Pasokan Batubara Dunia Melimpah, HBA Mei Turun Jadi USD275,64 per Ton

Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Mei 2022 turun USD12,76 dari bulan sebelumnya ke angka USD275,64 per Ton. Penurunan HBA bulan Mei 2022 disebabkan oleh meningkatnya jumlah pasokan batubara dunia,…

Petani Sawit menyampaikan aspirasi

Selasa, 17 Mei 2022 - 10:11 WIB

Petani Sawit Minta Larangan Ekspor Minyak Goreng dan CPO Dicabut

Petani Sawit mengharapkan larangan minyak goreng dan CPO dicabut.