INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1 trilliun di triwulan I-2017 atau tumbuh sebanyak 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, karena dukungan sejumlah faktor.
Keterangan pers kinerja keuangan triwulan I-2017 Bank Danamon yang diterima di Jakarta, Rabu (26/4/2017) menyebutkan fokus bank untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan melalui berbagai inisiatif transformasi terus menunjukkan hasil positif.
Bank Danamon mencatat pendapatan bunga bersih tumbuh lima persen menjadi Rp3,5 trilliun karena turunnya biaya dana. Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio) tercatat membaik, yaitu sebesar 47,5 persen dibandingkan 48,3 persen pada tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, kualitas aset yang membaik menghasilkan penurunan 26 persen pada biaya kredit menjadi Rp831 miliar.
Sejalan dengan target yang ditetapkan manajemen untuk rasio kredit terhadap total pendanaan atau LFR sebesar 92 persen-94 persen, Bank Danamon mengurangi kebutuhan atas pendanaan. Dana Pihak Ketiga turun 9,3 persen (yoy) menjadi Rp100,7 triliun melalui pelepasan dana mahal Deposito.
Sedangkan, rasio Giro dan Tabungan (CASA) tumbuh menjadi 45 persen dari 41 persen pada periode sama tahun sebelumnya.
Rasio kredit terhadap total pendanaan (LFR) berada pada posisi 92,8 persen dibandingkan dengan 90,2 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Tingkat LFR Bank Danamon juga masih di bawah batas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Meskipun likuiditas yang ketat pada sistem perbankan pada umumnya, Bank Danamon menjaga tingkat LFR pada level yang ditargetkan.
Bank Danamon ikut mencatat portofolio kredit Enterprise yang terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh sembilan persen menjadi Rp36 triliun.
Selain itu, kredit pada segmen UKM tumbuh 13 persen menjadi Rp26,1 triliun. Secara bersamaan, kredit Mortgage tumbuh 25 persen menjadi Rp4,7 triliun.
Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) Bank Danamon konsolidasian berada pada posisi 21,8 persen, sedangkan CAR untuk bank berada pada 23,2 persen.
Kinerja positif ikut terlihat pada fee income (tidak termasuk credit related fee) Bank Danamon yang tercatat pada Rp295 miliar atau tumbuh sebesar 21 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi net profit Adira Insurance yang tumbuh 29 persen menjadi Rp142 miliar, cash management yang tumbuh dua persen menjadi Rp77 miliar, serta bancassurance yang tumbuh 32 persen menjadi Rp77 miliar.
Selain itu, Bank Danamon juga telah meningkatkan kualitas aset melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin.
Untuk itu, total kredit bermasalah (NPL) turun enam persen menjadi Rp3,8 triliun, pada saat NPL industri naik 20 persen dibandingkan pencapaian pada triwulan I-2016.
Rasio biaya kredit ikut membaik menjadi 2,7 persen dari 3,6 persen, sedangkan kredit yang telah direstrukturisasi turun 10 persen menjadi Rp3,3 triliun.
Rasio kredit bermasalah (NPL) gross Bank Danamon tercatat pada 3,2 persen, yang berarti masih dibawah batas yang ditentukan regulator yaitu lima persen.