INDUSTRY.co.id, Jakarta - Riset atau penelitian menjadi kegiatan yang wajib ada di kampus. Dalam hal ini, President Universtiy, group Jababeka mempertajam riset melalui kerjasama dengan Universitas Glasgow, universitas riset terdepan di dunia. Pihaknya juga membangun education park, yaitu kawasan industri pendidikan agar daya saing Jababeka dan Indonesia bisa meningkat. Jababeka juga mendirikan research center yang bertujuan untuk melihat apa sebetulnya yang menjadi kekuatan Indonesia.
Founder Jababeka, SD Darmono mengatakan Universitas Glasgow memiliki reputasi panjang di dunia pendidikan Eropa. Didirikan pada 1451, jauh sebelum VOC datang ke Indonesia, Universitas itu adalah satu dari empat institusi pendidikan tertua di Skotlandia. Universitas ini juga terkenal sebagai salah satu institusi dengan riset-riset paling terkemuka di dunia.
“Kedepan Presiden University akan memperkuat riset-riset sehingga kita senang bekerjasama dengan universitas kelas dunia. Setidaknya kedepan untuk riset kita Benchmark ke Universitas Glasgow,” Papar Pendiri President University, Setyono Djuandi Darmono, dalam Seminar President Executive Club & Universitas Glasgow , dengan tema: "Opportunity to Become Global Education Player”, di The President Lounge, Menara Batavia, Selasa (25/-4/2017).
Menurut Darmono, pendidikan nasional menjadi dasar dari pembangunan nasional, oleh karena itu kualitas pendidikan nasional harus terus ditingkatkan. Apalagi memasuki abad ke-21, era globalisasi telah datang menghampiri Indonesia yang mengharuskan para "pemain” pendidikan Indonesia menyiapkan diri mengikuti perkembangan dunia pendidikan secara global. “Perkembangan dunia pendidikan selama ini telah membuat persaingan global dunia pendidikan menjadi lebih ketat,”ujarnya.
Jadi menurut Darmono, memperhatikan perkembangan pendidikan di dunia, President Executive Club mencoba mencari solusi terhadap perkembangan dunia pendidikan internasional ini.
Dalam Seminar Opportunity to Become Global Education Player, Professor Anton Muscatelli, menyampaikan kiat-kiat bagi pelaku pendidikan di Indonesia untuk masuk kedalam kancah persaingan global bukan hanya domestik.
Menyinggung soal peluang pengembangan riset pasca kerjasama dengan Universitas Glasgow, SD Darmono, yang memiliki konsep kawasan industri dari 1 hingga 100, itu, mengatakan, kekuatan Indonesia terletak pada flora dan fauna atau sumber daya alam (SDA) yang kuat. SDA yang kuat ini harus diolah teknologinya.
“ Jadi, riset kami pertama harus memanfaatkan bioteknologi, sehingga tumbuh-tumbuhan di Indonesia, apakah dari perkebunan, pertanian, buah-buahan, sayuran, dan lain-lain, bisa diolah dan memberikan nilai tambah yang tinggi lewat bioteknologi. Pengembangan bioteknologi ini kami terjemahkan dengan membangun medical city, dimana lahan tersebut akan menjadi kawasan industri kesehatan yang didukung dengan kawasan pendidikan,”ujarnya.
Perlu diketahui sebelumnya pada bulan Januari 2017, Universitas Glasgow menandatangani nota kesephaman (MOU) dengan President University. Kerjasama yang dilakukan President University dan Universitas Glasgow sangat dinantikan oleh kedua pihak. Diharapkan melalui kerjasama ini dapat menciptakan hasil yang terbaik bagi kedua universitas.
Rektor President University Dr Jony Haryanto didampingi oleh Profesor Scott Younger sebagai International Conselour dari pihak President University mengadakan serangkaian pertemuan di Universitas Glasgow. Pertemuan tersebut membahas kerjasama program akademik.
President university juga sudah bekerjasama dengan universitas-universitas mancanegara antara lain KIIT University (India), Waseda University (Jepang), International Pacific College (Selandia Baru), Deakin University (Australia), Silla University (Rep. Korea), dan London School of Commerce (Inggris).