INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunggah sebuah foto dan pesan duka atas gugurnya 100 tenaga medis selama berjuang memerangi virus Covid-19 di Indonesia.
"Terimakasih kepada para dokter yang telah mendedikasikan profesi dan hidupnya, berjuang dan mengabdi pada kemanusiaan," ujarnya dilansir redaksi Industry.co.id dari laman sosial media miliknya pada Selasa (1/9).
Disebutkan Sri Mulyani, saat ini sudah ada 100 dokter yang meninggal dunia akibat Covid19.
"Kepada seluruh keluarga tenaga kesehatan, saya ucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya para dokter dan tenaga kesehatan yang telah mengabdikan diri sebagai garda terdepan penanganan Covid-19,' ucapnya.
Dalam postinganya tersebut, Sri Mulyani juga mengajak semua masyarakat untuk dapat memberikan doa untuk tenaga medis para pahlawan kemanusiaan ini.
"Mari kita semua kirimkan doa terbaik buat mereka. Mari kita semua tanpa kecuali turut berjuang dan menghargai pengorbanan mereka dengan cara menjaga diri dengan menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan selalu jaga jarak aman," tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan mantan direktur bank dunia tersebut telah menuai banyak pujian serta ungkapan belasungkawa dari para netizen.
"dr. Edwin Marpaung, SpOT
Teman, sahabat, dokter yg pergi, semoga tidak ada lagi dokter yg pergi karena covid19 ini. Kita harus keras melawan Covid19 ini, jgn sungkan menegur yg ga: pakai masker, jarak 2 meter, cuci tangan ...," ujar akun @koin kpk
"Turut berduka cita semoga tenang disana. Terima kasih para pahlawan kemanusian," ungkap @tyah mitsah.
"Mudan2an almarhum almarhumah para dokter n team medis menjadi amal kebajikan sbg pahlawan kemanusiaan, n mendapatkan surganya Allah. aamiin..aamiin yra..," tulis akun @nani rosita gandi.
"Sedih ya, mereka berpulang di saat karir lagi bagussnya hanya krn orang2 tak peduli," ucap @tamarca Rini.
"Marilah kita sama" menjaga diri kita, krn virus penyebab Covid-19 nyata dan telah menyebabkan byk dokter di Indonesia meninggal krn terpapar virus ini," sebut @Donata suriati pandin.
Dari semua komentar ucapan rasa duka atas kepergian 100 tenaga medis, ada satu warganet yakni Marojahan Simanulang yang meminta agar Menkeu Sri Mulyani dapat memberikan insentif nyata berupa pemotongan pajak penghasilan untuk semua para tenaga medis yang ada di Indonesia.
"Sebaiknya dokter dan paramedis dibebaskan pph21 tanpa batas pendapatan. Dan jgn hanya yg bertugas menangani covid19 saja. Karena banyak jg dokter dan perawat tertular dr poli rawat jalan dan rawat inap. Mohon ibu mentri perhatikan mrk sebagai wujud kepedulian ibu kepada paramedis," tandas akun @Marojahan simanulang.