Kabar Baik! Prof Wiku: Dibanding Rata-rata Dunia, Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah

Oleh : Candra Mata | Rabu, 26 Agustus 2020 - 18:42 WIB

Prof Wiku Satgas Covid19
Prof Wiku Satgas Covid19

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan perkembangan kasus aktif Covid-19 di Indonesia sejauh ini masih lebih rendah dari perkembangan rata-rata tingkat dunia. 

Sebagai contoh, per 25 Agustus 2020 kemarin, Indonesia memiliki kasus aktif sebesar 24,1% atau 38.134 kasus, sementara di dunia persentasenya rata-rata 28,35%. 

Selain itu, menurutnya, dari kasus sembuh juga Indonesia berada di angka 71,5% atau 112.867 kasus, sementara rata-rata dunia berada di angka 68,19%.

"Sedangkan jumlah kasus meninggal adapun 6.858 kasus atau 4,34%, dimana kasus di dunia 3,44%. Jadi Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata kasus dunia," jelas Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis yang di kutip redaksi Industry.co.id pada Rabu (26/8).

Kabar baiknya lainnya, sebut Wiku, berdasarkan grafik kasus positif, beberapa hari terakhir ada kecenderungan adanya penurunan, meskipun belum dapat dikatakan signifikan. 

Namun berdasarkan grafik angka kesembuhan dalam beberapa hari terakhir juga cukup menanjak. 

Dan mencapai puncaknya pada 24 Agustus dengan jumlah kesembuhan harian sebanyak 3.560 kasus. Dalam 3 Minggu terakhir peningkatannya naik jadi tiga kali lipat. 

"Ini perlu diapresiasi secara nasional dengan pencatatan yang ada dari seluruh daerah dalam 3 minggu terakhir," lanjutnya. 

Selain itu ia merinci soal Peta Zona Risiko penyebaran pandemi Covid-19. Ada 3 indikator kesehatan masyarakat yang menyusun diantaranya epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan masyarakat. 

"Dan semua indikator ini berbasis pada data pencatatan dimana sumbernya data surveilans dan database rumah sakit online yang dicatat Kementerian Kesehatan. Dan ini adalah sumber data terbaik yang dimiliki Indonesia," lanjut Wiku.

Setelah dilakukan pendekatan dan penghitungan, maka dilakukan skoring dan pembobotan sehingga terbagi 4 warna zona. 

Warna tersebut katanya dipilih berdasarkan warna kebencanaan yang lazim digunakan untuk mengidentifikasi risiko wilayah. Dan juga rekomendasi dari WHO. 

Adapun zona risiko tinggi atau zona merah skor 0 - 1.80, zona risiko sedang atau zona oranye skor 1.81 - 2.40, zona risiko rendah atau zona kuning skor 2.41 - 3.0 dan zona tidak ada kasus atau zona hijau, tidak tercatat kasus positif atau pernah terdapat kasus namun tidak ada penambahan kasus baru dalam 4 minggu terakhir dan angka kesembuhan 100%.

Sementara itu, untuk jumlah pemeriksaan per orang nasional, sejauh ini Indonesia baru mencapai 35,6% dari standar WHO.

Menurut Wiku, Indonesia mengikuti standar yang ditetapkan WHO yakni idealnya 1:1000 orang perminggu. 

Idelanya di indonesia dengan jumlah penduduk 260 juta jiwa, targetnya adalah 267.700 orang per minggu. 

Namun Indonesia kata Wiku terus berupaya mengejar target sesuai standar WHO. 

Saat ini Indonesia telah mencapai pemeriksaan per orang nasional sebanyak 95.463 orang per minggu.

"Ini memang capaiannya masih jauh dari standar internasional, pemerintah Indonesia berupaya keras untuk memenuhi targetnya, saat ini sudah ada 320 laboratorium dibawah 12 lembaga yang seluruhnya berupaya keras meningkatkan testing ini dengan baik," jelasnya.
 
Sementara itu terkait soal vaksin baru akan dimulai setelah lulus uji klinis fase 3 dan memberikan hasil yang baik serta memberikan kekebalan yang baik bagi manusia. 

Menurutnya, saat ini BUMN Bio Farma telah melakukan kerjasama dengan Sinovac asal China mengembangkan vaksin Merah Putih.
 
"Indonesia juga bekerjasama dengan Sinopharm melakukan uji klinis fase 3 yang dilakukan China National Biotec Group. Dan uji diadakan dengan aliansi Uni Emirat Arab melalui perusahaan G42 Healtcare yang berbasis di Abu Dhabi," jelasnya. 

Mengenai alasan pemilihan Uni Emirat Arab, menurutnya, dikarenakan di negara itu ada 85 kebangsaan dan diharapkan keterwakilan berbagai etnis bangsa di dunia dapat terwakili.

Selain itu, sebutnya Indonesia juga telah berdiskusi dengan perusaah asal China, Cansino yang penerima paten teknologi pembuatan vaksin Covid-19. 

"Dan perusahaan itu juga melakukan uji klinis fase 3 di berbagai negara, diharapkan uji coba lebih lanjut dapat dilakukan di Indonesia," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkebunan kopi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:19 WIB

Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan Terus Kembangkan Inovasi

Asep Sukarna, salah satu petani kopi di Kabupaten Bandung Barat mengatakan penyediaan bibit unggul kopi seyogyanya memperhatikan kesesuaian dengan karakter daerah masing-masing.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:00 WIB

Lima Perubahan Paradigma Keamanan Siber

Dengan menerapkan empati pada solusi digital, perusahaan bisa menjadi lebih inklusif. Dalam keamanan siber, itu berarti membangun solusi yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok di keadaan…

Wisuda President University 2020

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:35 WIB

Wisuda President University 2020: Peluang Unik di Tengah Pandemi Covid-19

Era Industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi menawarkan banyak peluang baru. Namun, untuk bisa merebut peluang tersebut, kita dituntut bukan hanya harus mampu menguasai teknologi,…

CIMB Niaga - foto IST

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:00 WIB

CIMB Niaga Salurkan Program Beasiswa Periode 2020-2022

Program Beasiswa CIMB Niaga 2020-2022 di masa pandemi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya. Hal ini juga…

CCAI Dukung Konservasi Alam Hutan Bambu Warung Bongkok

Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:00 WIB

CCAI Dukung Konservasi Alam Hutan Bambu Warung Bongkok

Lokasi Hutan Bambu saat ini bisa dikatakan merupakan area konservasi dan edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan hidup. Bantuan ini tentu membantu kami untuk melaksanakan…