INDUSTRY.co.id, Jakarta-Sebagai lembaga intermediasi sekaligus lembaga penghimpun dana dari masyarakat, perbankan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Sesuai fungsinya, perbankan memiliki peran untuk menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus) kepada pihak yang membutuhkan dana (defisit).
Di tengah kondisi makroekonomi yang rentan bergejolak (volatile), penuh ketidakpastian (uncertain), kompleks (complex), serta ambigu (ambigous), tingkat kesehatan perbankan semakin mendapatkan perhatian serius agar risiko berdampak sistemik di masyarakat dapat diminimalisasi.
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.16/11/PBI/2014 tentang Pengaturan dan Pengawasan Makroprudensial, risiko sistemik merupakan potensi instabilitas sebagai akibat terjadinya gangguan yang menular (contagion) pada sebagian atau seluruh sistem keuangan karena interaksi dari faktor ukuran (size), kompleksitas usaha (complexity), dan keterkaitan antar institusi dan/atau pasar keuangan (interconnectedness), serta kecenderungan perilaku yang berlebihan dari pelaku atau institusi keuangan untuk mengikuti siklus perekonomian (procyclicality). Karena itu, perbankan diharapkan dapat bekerja optimal agar dapat mencegah terjadinya resesi dengan mitigasi risiko secara terstruktur.
Atas dasar pemikiran tersebut, Tim Warta Ekonomi, dalam siaran persnya kepada redaksi, Kamis (20/8/2020), berinisiatif memberikan penghargaan kepada lembaga perbankan yang dapat mempertahankan tingkat kesehatan kinerjanya di tengah pada situasi krisis akibat pandemi COVID19 ini. Penghargaan bertajuk Indonesia Best Bank Award 2020 “Survive the Inevitable Future” ini dipersembahkan pada bank-bank yang masuk dalam kategori sangat sehat dan sehat, sembari berharap dapat lebih mendorong semangat dunia perbankan secara keseluruhan untuk dapat menjalankan kinerjanya secara maksimal guna menopang roda perekonomian nasional.
“Kami ucapkan selamat kepada penerima penghargaan Indonesia Best Bank Award 2020 “Survive the Inevitable Future,” ujar tim Warta Ekonomi.