INDUSTRY.co.id, Jakarta, - Harga emas dunia kembali bersinar, naik lagi ke atas US$ 2.000/troy ons setelah merosot tajam pada pekan lalu.

Advertisement

Rekor tertinggi sepanjang masa emas US$ 2.072,48/troy ons dicapai pada 7 Agustus lalu. Jika melihat posisi akhir tahun 2019, hingga mencapai rekor tersebut emas terbang tinggi 36,55%, demikian ulasan mengutip CNBC Indonesia, pada Rabu (19/8/2020).

Kinerja tersebut tentunya membuat emas bersinar terang. Namun sinar terang emas masih kalah dibandingkan dengan perak.

Advertisement

Perak di tahun ini memang tak mencapai rekor termahal sepanjang sejarah, tetapi kenaikan harganya luar biasa, nyaris 2 kali lipat dari persentase kenaikan emas.

Level tertinggi yang dicapai perak tahun ini US$ 29.83/ons pada Jumat lalu. Jika dilihat sejak akhir tahun lalu hingga ke level tersebut, perak terbang tinggi, 67,3%.

Advertisement

Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari 2013, sementara rekor tertinggi sepanjang masa perak di US$ 49,51/ons yang dicapai pada 28 April 2011.

Pemicu utama kenaikan perak adalah harapan pulihnya perekonomian dunia yang nyungsep akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19). Saat perekonomian perlahan bangkit, maka industri kembali berekspansi, efeknya permintaan perak sebagai bahan baku tentunya meningkat.

Advertisement

Perak memang digunakan di banyak industri, peralatan rumah tangga, komputer, handphone, hingga industri otomotif menggunakan perak sebagai bahan baku. Sehingga permintaan untuk industri menjadi penopang utama kenaikan harga perak.

Berdasarkan data Metal Focus, pada tahun 2019 lalu, demand perak secara global mencapai 991,8 juta ons, mengalami kenaikan 0,35% dibandingkan demand tahun 2018. Dari total tersebut sebanyak 510,9 juta ons perak atau sekitar 51% digunakan untuk keperluan industri.

Sementara untuk keperluan investasi sebanyak 186,1 juta ons atau sekitar 18,8% dari total demand di 2019.