Catat! Ini Penjabaran Kebijakan Fiskal RAPBN 2021, Sri Mulyani: Ekonomi 4,5%, Tingkat Penggangguran dan Kemiskinan 9%

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:45 WIB

Menkeu Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan soal kebijakan fiskal APBN 2021 yang disampaikan oleh Presiden Jokowi pada Jumat (14/8) dalam sidang paripurna DPR dengan tema Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi.

Dijelaskan Sri, mengacu pada kerangka ekonomi makro tahun 2021, Pemerintah menyusun strategi kebijakan fiskal yang ditujukan untuk pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi agar bersifat inklusif dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata. 

Oleh karenanya, asumsi indikator ekonomi makro yang akan dipergunakan RAPBN 2021 adalah pertama, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 4,5%-5,5%. 

"Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama," ungkap Sri Mulyani dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id Sabtu (15/8).

Lalu kedua, inflasi akan tetap dijaga pada tingkat 3%, untuk mendukung daya beli masyarakat. Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp14.600 per Dolar AS. 

Selanjutnya ketiga suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan sekitar 7,29%.

Keempat adalah harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang diperkirakan berkisar pada 45 USD/barel. Lifting minyak dan gas bumi diperkirakan mencapai 705.000 barel dan 1.007.000 barel setara minyak/hari. 

Selain itu pada  tahun 2021 pemerintah juga memproyeksikan, pertama, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada kisaran 7,7-9,1 persen.

Kedua, tingkat kemiskinan pada kisaran 9,2-9,7 persen.

Ketiga, tingkat ketimpangan (rasio gini) pada kisaran 0,377-0,379.

Dan keempat indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan mencapai 72,78-72,95.

"Upaya tersebut akan didukung dengan reformasi struktural yang tertuang dalam kebijakan fiskal tahun 2021," jelas Sri Mulyani.

Adapun target pendapatan negara RAPBN 2021 sebesar Rp1.776,4 triliun, yang terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp Rp1.481,9 triliun, PNBP Rp293,5 triliun, dan penerimaan hibah Rp0,9 triliun.

Sedangkan belanja negara RAPBN 2021 diproyeksikan mencapai Rp2.747,5 triliun atau 15,6 persen terhadap PDB. 

"Belanja ini akan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan prioritas pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, dan perlindungan sosial," tandas Sri.

Selanjutnya, TKDD bakal diproyeksikan mencapai Rp796,3 triliun atau meningkat 4,2 persen dibandingkan outlook 2020. 

TKDD 2021 ini diarahkan untuk peningkatan quality control anggaran TKDD dan mendorong peningkatan peran daerah dalam pemulihan ekonomi, serta peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan. 

"Sinergi belanja daerah dan K/L menjadi sangat penting untuk semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Sementara terkait defisit anggaran direncanakan akan sekitar 5,5% dari PDB atau sebesar Rp971,2 triliunm

"Ini masih akomodatif terhadap proses pemulihan ekonomi," jelas Sri.

Terkait sumber pembiayaan, menurut Sri Mulyani pemerintah akan memastikan dilakukan secara hati-hati dan mayoritas akan dipenuhi oleh penerbitan SBN.

"Pemerintah akan terus menjaga stabilitas makro untuk menjaga credit rating Indonesia agar tetap bisa memberikan kepercayaan terhadap konsolidasi jangka panjang," pungkas Sri.

Ayo kawal bersama Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi!

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani Riau siap membasmi hama ulat grayak

Jumat, 18 September 2020 - 14:08 WIB

Atasi Serangan Ulat Grayak Pada Padi, Riau Lakukan Gerakan Pengendalian

Menanggapi adanya laporan serangan hama ulat di Kecamatan Kuntan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau yang menyerang ratusan hektar lahan sawah, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu…

Prajurit Marinir Beruang Hitam Sukses Budidaya Ikan Air Tawar

Jumat, 18 September 2020 - 14:00 WIB

Prajurit Marinir Beruang Hitam Sukses Budidaya Ikan Air Tawar

Menjadi salah satu seorang Prajurit TNI, khususnya Marinir merupakan anugrah yang patut di syukuri dan amanah. Selain menjadi abdi Negara di kedinasan Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam…

Ilustrasi Migas

Jumat, 18 September 2020 - 13:59 WIB

PGN SAKA Komitmen Jalankan Proyek Pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah

PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), tetap berkomitmen menjalankan dua proyek pengembangan…

Anggota Komisi I DPR RI - Rizki Aulia Natakusumah (Photo by Parlementaria Terkini DPR)

Jumat, 18 September 2020 - 13:30 WIB

Komisi I Dukung Pembangunan Jaringan Telekomunikasi di Daerah 3T

Menurut Rizki Aulia Natakusumah, digitalisasi merupakan keniscayaan, karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akses internet, bahkan layanan telekomunikasi.

FIFA (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 18 September 2020 - 13:00 WIB

Sepak Bola Dunia $ 14 Miliar Dampak Pandemi Covid-19

Angka $ 14 miliar didasarkan pada skenario saat ini, di mana sepak bola perlahan mulai dapat kembali merumput, setelah tiga bulan absen sejak awal tahun ini. Namun, hal itu akan menjadi “permainan…