Sektor Pendidikan Tak Tersentuh Anggaran Covid-19, DPR Ini 'Geleng-geleng': Ada 65 Juta Siswa dan Mahasiswa yang Butuh Bantuan

Oleh : Krishna Anindyo | Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:40 WIB

Ilustrasi Uang (ist)
Ilustrasi Uang (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sektor pendidikan ternyata tak tersentuh anggaran penanggulangan Covid-19. Dalam alokasi anggaran Covid-19 hanya sektor kesehatan dan ekonomi yang disentuh.

Padahal, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan, sektor pendidikan sangat menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, dari anggaran Rp 405,1 triliun anggaran penanggulangan Covid-19, tak ada alokasi untuk sektor pendidikan. Padahal, sektor pendidikan mendapat perhatian khusus dalam konstitusi.

“Kalau bisa penanganan Covid-19 itu tidak hanya terkonsentrasi pada ekonomi dan kesehatan, tapi juga pendidikan,” kata Fikri usai mengikuti Pidato Presiden menyambut HUT ke-75 RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Secara rinci, anggaran sebesar Rp 405,1 triliun itu didistribusikan untuk kesehatan Rp 75 triliun, perlindungan sosial Rp 110 triliun, dunia usaha dan industri Rp 150 triliun, dan relaksasi pajak Rp 70,1 triliun.

Sementara untuk mengatasi problema pendidikan selama masa pandemi, menurut Fikti diserahkan sepenuhnya kepada anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang hanya Rp 70 triliun.

"Anggaran sebesar itu pasti tidak cukup untuk mengatasi problematika pendidikan," tegasnya.

Menurut politisi asal PKS ini, padahal  anggaran Covid-19 itu sempat dinaikkan menjadi Rp 667 triliun lalu kemudian dinaikkan lagi hingga menyentuh angka Rp 900 triliun.

"Sektor pendidikan lagi-lagi tak tersentuh. Padahal, di sektor pendidikan ada sekitar 65 juta siswa dan mahasiswa yang mengalami kesulitan akses pendidikan selama pandemi dan butuh bantuan,"jelasnya.

“Jumlah siswa, mahasiswa, dan para orangtuanya merupakan jumlah yang riil di sektor pendidikan. Keluhan mereka adalah keluhan publik dan masyarakat Indonesia. Padahal, tidak ada alokasi anggarannya. Diserahkan sepenuhnya kepada Kemendikbud. Kemarin Kemendikbud sendiri anggarannya Rp 76 triliun, kemudian karena ada Covid-19 di-refocusing dan dikurangi jadi Rp 70 triliun. Anggaran sebesar itu untuk menghadapi problematika sekarang tidak mampu,” ungkap Fikri.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wisma atlet Kemayoran

Selasa, 22 September 2020 - 10:30 WIB

Tower 4 Wisma Atlet Sudah Dibuka untuk Isolasi Mandiri Pasien COVID-19

Pembukaan tower sebagai tempat isolasi mandiri pasien COVID-19 dengan kondisi orang tanpa gejala (OTG) tersebut sesuai dengan target yang diperhitungkan sebelumnya.

 PT Pegadaian (Persero)

Selasa, 22 September 2020 - 10:26 WIB

PT Pegadaian Dukung Batik Pacitan dan Ayaman Karya

Dalam perannya sebagai perusahaan negara serta sebagai korporasi yang bertanggung jawab, Pegadaian berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat (community development) selaras…

Ilustrasi Tenaga Medis Covid-19 (ist)

Selasa, 22 September 2020 - 10:17 WIB

Masyarakat, Please Disiplin! Tenaga Medis Lelah, Relawan: Kalau Begini Terus Kita Akan Ambruk

Kepala Bidang Koordinator Relawan Medis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jossep F William mengemukakan banyak relawan tenaga kesehatan yang berada di rumah sakit mengalami keletihan dan bahkan…

Wakil Ketua DPR RI - Rachmat Gobel Saat Kunjungan Kerja ke Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Photo by Rifky/Man)

Selasa, 22 September 2020 - 10:15 WIB

DPR Dorong Pemerintah Kembangkan Transportasi Berbasis Rel Sebagai Primadona

Menurut Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) ini, kemajuan transportasi berbasis rel merupakan indikator kemajuan pembangunan suatu negara.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro

Selasa, 22 September 2020 - 10:03 WIB

Hingga Bulan September, Pasien Sembuh Dari COVID-19 Mencapai Lebih Dari 72 Persen

Tercatat, pada Senin (21/9/202) jumlah pasien sembuh dari COVID-19 bertambah 3.870 kasus. Tiga provinsi tertinggi yakni DKI Jakarta (1.299), Jawa Timur (341) dan Jawa Tengah (321).