Lagi-lagi! Asosiasi Kaca Lembaran Puji Keberanian dan Ketegasan Menperin Agus Gumiwang

Oleh : Ridwan | Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:15 WIB

Menperin Agus Gumiwang dan Danlanal Tegal Tinjau KIB Brebes
Menperin Agus Gumiwang dan Danlanal Tegal Tinjau KIB Brebes

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) sangat mengapresiasi kebijakan atau regulasi yang dikeluarkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk menyelamatkan sektor industri di masa pandemi Covid-19.

"Industri manufaktur sangat mengapresiasi Bapak Menperin Agus Guniwang yang non-stop maraton memperkuat industri manufaktur untuk mampu menggeliat dan memukihkan diri, serta meningkatkan daya saing dan segera menaikkan utilitas di tengah pandemi," kata Ketua AKLP Yustinus Gunawan kepada Industry.co.id di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Dijelaskan Yustinus, pihaknya selalu aktif dan konsisten berkominikasi dengan Kementerian Perindustrian terkait situasi dan kondisi serta meminta dukungan untuk sektor industri di masa-masa sulit seperti saat ini.

"Mereka (Menperin Agus dan jajarannya) cepat tanggap mengakomodir kebutuhan dukungan dan bantuan dalam mitigasi dampak pandemi," terangnya.

Lebih lanjut, Yustinus mengungkapkan bahwa Menperin Agus Gumiwang adalah sosok pemberani dan tegas dalam mengeluarkan kebijakan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan di sektor industri.

Salah satu contohnya, sebut Yustinus, Menpern Agus telah berhasil membuat sejumlah industri pengguna gas bumi tersenyum.

"Setelah bertahun-tahun mandek dan tak ada jalan keluar, Menperin Agus hadir dan berhasil menyelesaikan permasalahan harga gas yang telah membuat sejumlah industri kalang kabut. Ini luar biasa," katanya.

Contoh lainnya, lanjut Yustinus, pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri ( IOMKI) di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi kebijakan yang sangat penting bagi industri. Pasalnya, kata Yustinus, industri manufaktur bisa terus beroperasi dan berproduksi di tengah pandemi Covid-19 meski dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Ini kebijakan yang luar biasa penting. Bayangkan kalau tidak ada IOMKI, pabrik akan setop beroperasi dan akan susah untuk kembali mengaktifkan mesin-mesin yang sudah tidak berjalan," tuturnya.

Oleh karena itu, AKLP saat ini tengah menggenjot utikitas produksi kaca lembaran dan pengaman untuk mendukung kebutuhan dalam negeri.

Namun untuk bisa menguasai pasar dalam negeri, AKLP mengharapkan adanya perlindungan dari produk-produk impor yang saat ini terus membanjiri pasar dalam negeri.

"Kami berharap adanya perlindungan impor dengan menetapkan Dumai dan Bitung menjadi pelabuhan khusus impor," tutup Yustinus.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Prajurit Marinir Beruang Hitam Sukses Budidaya Ikan Air Tawar

Jumat, 18 September 2020 - 14:00 WIB

Prajurit Marinir Beruang Hitam Sukses Budidaya Ikan Air Tawar

Menjadi salah satu seorang Prajurit TNI, khususnya Marinir merupakan anugrah yang patut di syukuri dan amanah. Selain menjadi abdi Negara di kedinasan Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam…

Ilustrasi Migas

Jumat, 18 September 2020 - 13:59 WIB

PGN SAKA Komitmen Jalankan Proyek Pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah

PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), tetap berkomitmen menjalankan dua proyek pengembangan…

Anggota Komisi I DPR RI - Rizki Aulia Natakusumah (Photo by Parlementaria Terkini DPR)

Jumat, 18 September 2020 - 13:30 WIB

Komisi I Dukung Pembangunan Jaringan Telekomunikasi di Daerah 3T

Menurut Rizki Aulia Natakusumah, digitalisasi merupakan keniscayaan, karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh akses internet, bahkan layanan telekomunikasi.

Arya Sinulingga

Jumat, 18 September 2020 - 13:25 WIB

Staf Khusus Erick Thohir Sebut Jajaran Komisaris BUMN Diisi Orang-orang TOP

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengapresiasi kinnerja Erick Thohir yang mwmilih orang-oraang terbaik sebagai komisaris perusahaan pelat merah.

FIFA (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 18 September 2020 - 13:00 WIB

Sepak Bola Dunia $ 14 Miliar Dampak Pandemi Covid-19

Angka $ 14 miliar didasarkan pada skenario saat ini, di mana sepak bola perlahan mulai dapat kembali merumput, setelah tiga bulan absen sejak awal tahun ini. Namun, hal itu akan menjadi ‚Äúpermainan…