Tingkatkan Peran Pengawasan, DPR Kembangkan Aplikasi Whistle Blowing System, Apaan Tuh?

Oleh : Krishna Anindyo | Jumat, 31 Juli 2020 - 13:10 WIB

Sekretariat Jenderal DPR RI Indra Iskandar
Sekretariat Jenderal DPR RI Indra Iskandar

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dibutuhkan pengawasan yang lebih baik untuk mencapai tata kelola good governance yang ideal, salah satunya melalui whistle blowing system. Hal ini berdasarkan keterangan Sekretariat Jenderal DPR RI Indra Iskandar usai menghadiri agenda Sosialisasi Zona Integritas Whistle Blowing System (WBS), Pengendalian Gratifikasi, Benturan Kepentingan, dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Whistle blowing system adalah aplikasi yang disediakan Inspektorat Utama Setjen DPR RI bagi pegawai yang memiliki informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Setjen DPR RI. Adapun materi pengaduan berupa, antara lain perbuatan yang dilakukan berindikasi korupsi, dimana perbuatan tersebut dilakukan, kapan perbuatan tersebut dilakukan, siapa saja yang terlibat dan perbuatan tersebut, dan bagaimana perbuatan tersebut dilakukan.

“Sosialisasi whistle blowing system ini akan terus kita lakukan di semua lini, karena sudah menjadi amanah Pemerintah untuk mencapai good governance dan clean governance. Itu menjadi target kita," ujar Indra Iskandar melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (31/7/2020).

“Sosialisasi ini diperlukan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada pegawai terkait penerapan whistle blowing system di lingkungan Setjen DPR RI,” lanjut Indra.

Ia mengatakan, tidak semua penyalahgunaan yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi secara materi maupun non-material, tetapi juga bagaimana meningkatkan efektivitas terhadap pengelolaan keuangan negara.

"Jadi keuangan itu secara administrasi dikelola secara baik, yaitu apakah efektivitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Saya kira itu juga menjadi satu pemahaman dan kesadaran buat kita," terangnya.

Kendati demikian, Indra juga memahami penerapan whistle blowing system membutuhkan waktu karena tidak semua pegawai memiliki keberanian untuk menyampaikan laporan jika terjadi dugaan penyimpangan di lingkungan kerjanya.

Karena itu, sebagai bentuk kepedulian Sekretaris Jenderal DPR RI akan menjamin kerahasiaan identitas pelapor atau whistleblower.

"Silahkan melaporkan tidak perlu menjelaskan identitas pelapor, cukup dilaporkan objeknya, bukan subjeknya, jadi nanti ke depannya bisa menjadi satu kesadaran bersama untuk saling mengawasi agar memastikan apa yang kita lakukan sesuai dengan aturan," tandas Indra.

Melalui penerapan WBS diharapkan dapat mencapai tata kelola organisasi yang baik untuk mewujudkan reformasi birokrasi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mekari Chat

Minggu, 17 Januari 2021 - 16:00 WIB

Mekari Chat Permudah Komuknikai Bisnis

Memastikan keamanan komunikasi dalam bisnis, khususnya di masa sekarang dimana komunikasi dan kolaborasi dilakukan jarak jauh, menjadi hal yang sangat krusial. Bisnis perlu memilih platform…

Sarang burung walet (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:48 WIB

Nilai Ekspor Sarang Burung Walet Bikin Geleng-geleng Kepala

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan tren ekspor Sarang Burung Walet (SBW) memberikan kontribusi bgai devisa negara.

Rencana Pembangunan Solar Park di Indonesia Timur (foto Kemnterian ESDM)

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:10 WIB

Tak Kalah dengan Portugal dan Arab Saudi, Dirjen EBTKE: Kami Akan Bangun Solar Park, Satu Hamparan Luas di Indonesia Timur yang Isinya Solar Panel Saja...

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan bahwa Pemerintah akan berencana mengembangkan taman panel surya atau surya…

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:35 WIB

PEFINDO Berikan Peringkat 'idAA-' kepada MTN Kimia Farma

PEFINDO memberikan peringkat “idAA-” kepada MTN Kimia Farma Tbk (Kimia Farma) sebesar Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2021.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:15 WIB

Warga Tolong Catat! Ini Daftar Kelompok Masyarakat yang Tak Bisa Disuntik Vaksin COVID-19 Sinovac

Pemerintah telah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat, Rabu (13/01/2021) lalu, ditandai dengan pemberian vaksin kepada Presiden RI Joko Widodo…