INDUSTRY.co.id, Tangerang - Untuk menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia mencapai 15 juta di tahun 2017 dan 20 juta di tahun 2019, Menteri Pariwisata, Arief Yahya meminta Sriwijaya Group untuk membuka direct flight dari China.
"Ini harus menjadi reguler flight, tidak lagi chartered flight," ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya, seusai berkunjung ke Kantor Sriwijaya, dalam siaran pers yang diterima Industry.co.id, Tangerang, Senin (17/4/2017)
Wisatawan asal Cina mempunyai pangsa pasar yang sangat tebal, dan China adalah pasar utama Indonesia, selain Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang
"Banyak wisman asal Cina yang menggunakan Sriwijaya kurang terdeteksi, karena kebanyakan menggunakan chartered flight. Cina dari secundary city, itu masih sangat besar size, sustainable dan spread,” ujar Menpar
Menpar menjelaskan, dari delapan direct flight yang dimiliki Sriwijaya dari China, tiga flight sudah full reguler.
“Nanti mohon rekan-rekan dari Kementerian Perhubungan dan dari Angkasa Pura II dan Angkasa Pura I yang di Bali, lima flight ini sudah terbang, tetapi statusnya masih charter. Status dari charter semoga nanti bisa diubah ke schedule sehingga ada delapan direct flight reguler dari Sriwijaya,” sambung Dia.
Menpar Arief Yahya memaparkan, jika target nasional setiap airlines harus memiliki pertumbuhan atau growth sekitar 25 persen, ini sama seperti target pertumbuhan wisman Indonesia tahun ini.
Dikesempatan yang sama, Commercial Director Sriwijaya Air, Toto Nursatyo mengatakan, Sriwijaya siap menggarap wisatawan dari China tidak hanya menuju Bali dan Lombok saja. Tetapi juga sedang menggarap tujuan Bintan, Belitung dan Danau Toba.

"Bintan sedang kita garap, tetapi di Bintan sendiri sedang ada masalah mengenai aksebilitas, bandaranya masih belum maksimal. Lalu ada destinasi Belitung, bandara di Belitung baru saja dibuka untuk internasional. Setelah itu ada Danau Toba," ungkap Toto.
Toto menambahkan, Danau Toba sangat ‘seksi’ bagi wisatawan asal China, meski insfrastruktur bandara masih belum memadai pesawat besar.
”Di Bandara Silangit, saat ini hanya bisa dilandasi pesawat kecil saja belum bisa menggunakan pesawat kami dengan tipe 738. Selain itu, Tarakan yang akan digarap. Meski Tarakan di-enanged sebagai side trip dari Kinabalu Malaysia, tetapi tidak apa kita optimis lama-lama akan menjadi destinasi utama," lanjut Toto.
Tidak hanya itu, Manado juga akan dimaksimalkan, kota yang sudah diterbangi Sriwjaya ini cukup sukses mendatangkan wisatawan China kesana. “Berikutnya Ternate yang sangat diminati karena terdapat Morotai dan sekelilingnya. Seperti diketahui market China memang sangat suka dengan pantai," tambah Toto.
Tahun ini, lanutnya Toto, Sriwjaya akan menambah sebanyak 13 pesawat, di dalamnya juga terdapat pesawat berjenis Wide Body.
”Kita menargetkan jumlah penumpang tahun ini naik 12 persen dari tujuh peren. Tahun 2017 Kita berharap bisa membawa Wisman sebanyak 1 juta, tahun lalu sebanyak 530 ribu wisman. Saya yakin itu bisa karena pasarnya ada,” ungkap Toto.
Sriwijaya optimistis program 8 destinasi direct flight dari China bisa berjalan. Diharapkan tahun ini sudah berjalan, mrski tahap awal harus menggunakan charter dulu.
"Tetapi penerbangan ke Solo, Tanjung Pandan, dan Bintan kita sudah dapat kontraknya untuk kita kembangkan,” pungkas Toto.