Lindungi Anak Indonesia dari Ancaman Predator Paedofil

Oleh : Herry Barus | Jumat, 24 Juli 2020 - 11:15 WIB

Kekerasan pada Anak (Foto Dok Seruni)
Kekerasan pada Anak (Foto Dok Seruni)

INDUSTRY.co.id - Jakarta—Kekerasan terutama kejahatan seksual terhadap anak masih menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Walau Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, kekerasan seksual terhadap anak masuk dalam kategori kejahatan luar biasa setara dengan kejahatan narkoba, terorisme, dan korupsi yang bisa dihukum mati, tetapi masih saja ada predator paedofil yang berani melakukan aksinya.

Hari Anak Nasional (23/7/2020) harus menjadi momentum bagi bangsa untuk memberi peringatan kepada siapa saja bahwa tidak ada tempat bagi para pelaku kekerasan dan predator paedofil di Indonesia.

Anggota DPD RI yang juga pemerhati anak Fahira Idris mengungkapkan, berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini menunjukkan predator paedofil masih menjadi ancaman nyata keselamatan anak-anak Indonesia.

Kasus predator anak kambuhan WN Amerika Russ Albert Medlin (buronan FBI) yang diciduk polisi karena mencabuli anak di bawah umur atau kasus predator anak warga negara asing (WNA) asal Perancis, FAC alias Frans (65) yang memangsa 305 anak Indonesia menjadi peringatan bagi semua pemangku kepentingan perlindungan anak bahwa para predator anak baik internasional maupun lokal masih menjadikan anak-anak Indonesia sebagai pilihan mereka untuk melakukan kejahatan.

“Perlu ada peringatan keras atau notice baik yang digaungkan di dalam negeri maupun yang digaungkan ke dunia, bahwa hukum di Indonesia tidak main-main terhadap pelaku kekerasan terhadap anak terutama para predator paedofil. Hukum Indonesia sudah menyatakan kekerasan terhadap anak adalah kejahatan luar biasa dan hukuman mati menanti bagi para predator anak. Indonesia juga punya hukuman tambahan kebiri kimia bagi predator paedofil anak di mana dalam beberapa kasus sudah diterapkan oleh hakim,” ujar Fahira Idris, di Jakarta (23/7/2020).

Pemahaman bahwa kekerasan terhadap anak adalah kejahatan luar biasa masih rendah. Jangankan di tataran masyarakat, bahkan juga terjadi di kalangan orang-orang yang menjadi pemangku kepentingan perlindungan anak.

Dugaan kejahatan seksual (perkosaan) yang dilakukan Pejabat UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur terhadap anak berusia 14 tahun menjadi salah satu gambaran begitu rendahnya pemahaman bahwa kekerasan terhadap anak adalah kejahatan luar biasa.

Persoalan lain terkait kekerasan terhadap anak adalah masih belum mantapnya pelayanan rehabilitasi anak korban kekerasan mulai pembinaan, pendampingan, dan pemulihan mulai dari konseling, terapi psikologis, advokasi sosial, peningkatan kemampuan dan kemauan, termasuk penyediaan akses pelayanan kesehatan.

Performa pelayanan rehabilitasi anak korban kekerasan ini belum sepenuhnya merata terutama secara kualitas di seluruh daerah di Indonesia.

Kekerasan terhadap anak terutama seksual apalagi dalam jumlah yang masif harus ditangani secara serius terutama dari sisi pemulihan trauma psikis agar tidak menimbulkan dampak sosial yang luas di masyarakat dan ini menjadi sepenuhnya menjadi tugas negara.

“Saya berharap di periode kedua Pemerintahan Presiden Jokowi beliau meninggalkan policy perlindungan anak. Salah satunya dengan membuat blueprint atau cetak biru perlindungan anak Indonesia yang komprehensif. Blueprint ini penting, selain sebagai strategi menihilkan kasus kekerasan terhadap anak juga menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan anak untuk berkolaborasi menciptakan Indonesia yang ramah anak sehingga melahirkan generasi emas menuju Indonesia menjadi negara maju di masa mendatang,” pungkas Senator Jakarta ini.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkebunan kopi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:19 WIB

Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan Terus Kembangkan Inovasi

Asep Sukarna, salah satu petani kopi di Kabupaten Bandung Barat mengatakan penyediaan bibit unggul kopi seyogyanya memperhatikan kesesuaian dengan karakter daerah masing-masing.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:00 WIB

Lima Perubahan Paradigma Keamanan Siber

Dengan menerapkan empati pada solusi digital, perusahaan bisa menjadi lebih inklusif. Dalam keamanan siber, itu berarti membangun solusi yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok di keadaan…

Wisuda President University 2020

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:35 WIB

Wisuda President University 2020: Peluang Unik di Tengah Pandemi Covid-19

Era Industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi menawarkan banyak peluang baru. Namun, untuk bisa merebut peluang tersebut, kita dituntut bukan hanya harus mampu menguasai teknologi,…

CIMB Niaga - foto IST

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:00 WIB

CIMB Niaga Salurkan Program Beasiswa Periode 2020-2022

Program Beasiswa CIMB Niaga 2020-2022 di masa pandemi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya. Hal ini juga…

Anies Baswedan

Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:50 WIB

Anies Resmi Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November 2020; Catat! Bukan Berarti Longgar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Jakarta hingga 8 November 2020. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kasus corona…