INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk mendongkrak pertumbuhan laba 21,03 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp594 miliar pada Januari-Maret atau triwulan I 2017, ditopang akselerasi kredit BTN yang tumbuh 18,71 persen (yoy).

Direktur Utama BTN Maryono dalam jumpa pers di Jakarta, Senin petang (17/4/2017) mengatakan, mengalirnya laba juga karena perbaikan kualitas kredit, yang terindikasi dengan penurunan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang turun menjadi 3,34 persen (gross) dari 3,59 (gross).

"Meski industri belum begitu menggeliat, kami ingin dorong pertumbuhan kredit sejak awal dan juga memperbaiki NPL-nya," ujar dia.

Portofolio kredit BTN yang di paruh pertama tahun ini sebesar Rp169,6 triliun turut mengalirkan pendapatan bunga sebesar 8,74 persen (yoy) menjadi Rp4,56 triluun ke pundi-pundi keuntungan perseroan.

Di dalam itu, pendapatan bunga bersih yang dinikmati BTN sebesar RP2,04 triliun atau tumbuh 13,84 persen (yoy).

Meskipun demikian, marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) BTN turun menjadi 4,32 persen di triwulan I 2017 dari 4,59 persen di periode sama 2016.

Maryono mengklaim penurunan NIM tersebut karena penurunan suku bunga kredit dan hanya sementara.

"Kami memang ada turunkan suku bunga kredit, salah satunya karena di awal tahun tren musiman penjualan properti belum naik, kita tawarkan harga promo dengan bunga yang turun," ujar dia.

Sedangkan pendapatan operasional BTN naik 36,7 persen yang ditopang pendapatan komisi, provisi, dan administrasi.

Maryono menjabarkan sebesar 90,35 persen kredit BTN dikuasai oleh kredit perumahan. Dalam kredit perumahan tersebut, kredit untuk pemilikan rumah subsidi (KPR Subsidi) mendominasi pertumbuhan di triwulan I 2017 dengan kenaikan 29,62 persen.

Sedangkan di segmen kredit lainnya, kredit konstruksi BTN tumbuh 18,4 persen (yoy) dan kredit komersial tumbuh 20,5 persen (yoy).

Akselerasi pertumbuhan kredit juga, ujar Maryono, ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,02 persen (yoy) menjadi Rp157,4 triliun.

"Pertumbuhan giro pendorong terbesar peningkatan dana Bank BTN dengan kenaikan sebesar 29,36 persen (yoy). Sementara itu, deposito dan tabungan masing-masing meningkat 21,59 persen dan 5,85 persen (yoy)," ujar dia.

Dengan demikian, rasio Kredit terhadap Simpanan (Loan to Deposit Ratio) BTN melonggar tipis menjadi 107,7 persen dari 108,8 persen. LDR BTN melebihi batas maksimal yang dianjurkan Bank Indonesia yakni sebesar 92 persen.

Dengan capaian kredit dan DPK tersebut, maka aset BTN tumbuh 20,12 persen (yoy) menjadi Rp214,31 triliun. Sedangkan rasio kecukupan modal inti (Capital Adequacy Ratio/CAR) BTN naik dari 16,5 persen menjadi 18,9 persen pada kuartal I/2017.