INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA) mengungkapkan bahwa 300.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform digital di tengah pandemi Covid-19 untuk melakukan promosi hingga transaksi penjualan.
“Peningkatan tersebut terjadi sejak adanya program Bangga Bantuan Indonesia yang dimulai pada 14 Mei 2020,” ujar Wakil Ketua Umum iDEA, Bima Laga melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (17/7/2020).
“Kita harapkan sampai akhir tahun pertumbuhan UMKM itu sebesar 2 juta UMKM baru yang on board dan bagian dari 62 juta UMKM yang belum join ke digital,” lanjut Bima.
Selama pandemi Covid-19, sejatinya pelaku UMKM perlahan mulai masuk ke e-commerce. Ditambahkan Bima, itu disebabkan karena penjualan mereka secara offline terganggu akibat adanya pandemi virus dan pembatasan wilayah untuk berjualan dan berinteraksi.
Ditambahkan Bima, justru beberapa pelaku UMKM yang masuk dan memanfaatkan platform digital semakin besar jangkauan pasarnya daripada berjualan saat kondisi normal.
"Jadi, salah satu contoh ada toko tidak bisa jualan secara offline dan dia hanya mengandalkan pesanan yang diantar secara langsung tapi pesanan itu tokonya mampu menghidupi bahkan ada beberapa stok yang pesanannya bisa meningkat pada saat offline," pungkas Bima