Masyarakat Diminta Jangan Takut! Kemenperin Pastikan Produk AMDK di Pasaran Sudah Penuhi SNI Wajib

Oleh : Ridwan | Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:10 WIB

Industri Air Minum Dalam Kemasan (Ist)
Industri Air Minum Dalam Kemasan (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang beredar di pasar domestik dan diproduksi oleh industri di tanah air telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan. 

Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 78 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Air Mineral, Air Demineral, Air Mineral Alami, dan Air Minum Embun Secara Wajib.

"Produk AMDK yang berada di pasar dalam negeri sudah memenuhi SNI 3553:2015, SNI 6241:2015, SNI 6242:2015 dan SNI 7812:2013," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim di Jakarta (10/7/2020).

Rochim menjelaskan, penyusunan standar mutu AMDK tersebut disusun oleh komite teknis yang terdiri dari berbagai stakeholder, antara lain pemerintah, akademisi atau ahli di bidang keamanan pangan, masyarakat, dan produsen. 

Selain itu, dalam penyusunan SNI wajib untuk produk AMDK, juga menggunakan beberapa referensi standar internasional dari Codex Alimentarius Committee, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan aturan lain yang umum digunakan dalam penyusunan standar keamanan pangan di berbagai negara.

"Pengujian parameter SNI dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk dan telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk metode pengujian dan peralatan pengujian yang digunakan," papar Rochim. 

Bahkan, untuk memastikan kualitas produk AMDK, dilakukan pengawasan dan pengujian secara berkala terhadap air baku, proses produksi dan produk yang beredar sesuai Permenperin No. 4 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengawasan Pemberlakuan Standardisasi Industri Secara Wajib.

"Kandungan besi merupakan salah satu parameter yang diuji sesuai SNI Air Mineral (SNI 3553:2015), dengan kadar maksimal tidak melebihi 0,1 mg per liter sehingga jika suatu produk air minum memiliki kandungan besi melebihi batas maksimum dipastikan tidak akan lolos uji SNI," tegas Rochim. 

Sehingga, produk AMDK yang sudah memiliki Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI serta memiliki Izin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dapat dipastikan kualitasnya memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan secara nasional (SNI) maupun internasional.

"Jadi, produk AMDK di pasaran sudah lolos penilaian aspek keamanan, mutu, dan gizi produk pangan. Pengujian dilakukan agar AMDK aman dikonsumsi oleh masyarakat," paparnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menyampaikan, industri yang tergabung dalam asosiasi tersebut selalu mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah. 

Menurutnya, produk AMDK tidak akan mendapat izin edar dari Badan POM bila memiliki kandungan cemaran melebihi batas yang ditentukan. 

"Kami berharap masyarakat bijak terhadap isu-isu mengenai AMDK yang beredar di masyarakat," ujarnya.

Adhi juga menyampaikan, GAPMMI secara konsisten akan terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif di tanah air, khususnya bagi pelaku industri makanan dan minuman. 

"Upaya ini kami wujudkan bersama dengan pihak pemerintah seperti Kemenperin dan Badan POM," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat mengungkapkan, utilitas industri AMDK menunjukkan perbaikan hingga 80 persen saat memasuki bulan keempat tahun ini, meskipun sebelumnya sempat anjlok ke level 50 persen di tengah kondisi pandemi Covid-19. 

"Kami menargetkan pertumbuhan produksi AMDK hingga akhir tahun menjadi maksimal lima persen atau sebesar 29,4 miliar liter," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sarang burung walet

Jumat, 22 Januari 2021 - 09:02 WIB

Kementan Terus Dukung Ekspor SBW Lewat Syarat Sertifikat NKV

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), terus berupaya mendukung kegiatan ekspor Sarang Burung Walet (SBW) yang sejalan dengan…

Alat Berat Hutama Karya

Jumat, 22 Januari 2021 - 09:00 WIB

Hutama Karya Terjunkan Alat Berat Pasca Bencana Sulawesi Barat

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, mengungkapkan bahwa tim Hutama Karya di wilayah Sulawesi Barat yaitu dari proyek Bendungan Kalukku telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait…

Gempa Bumi (Foto Dok Industry.co.id_

Jumat, 22 Januari 2021 - 08:00 WIB

Dua Kecamatan Sulawesi Utara Mengalami Gempa M7,0

BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat pascagempa M7,0 pada Kamis malam (21/1/2021), pukul 19.23 WIB. Kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi di dua kecamatan,…

Atlet Yonif 5 Mar Pasmar 2

Jumat, 22 Januari 2021 - 06:00 WIB

Atlet Yonif 5 Mar Pasmar 2 Tingkatkan Kemampuan Memanah

Latihan panahan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan atlet panahan menjelang event yang akan datang, kegiatan yang dilakukan meliputi pemanasan, pengenalan alat dan peralatan, memanah jarak…

Prajurit Korps Marinir Peduli

Jumat, 22 Januari 2021 - 05:30 WIB

Korps Marinir Antar Bantuan Presiden Jokowi ke Banjar Kalsel

Bantuan logistik langsung diserahkan ke warga dan dapur umum ke setiap posko di Martapura, untuk mengantarkan bantuan ini, ada 3 perahu karet dari Prajurit Korps Marinir TNI AL yang berangkat…