DUTI Bagikan Dividen Rp555 Miliar

Oleh : Wiyanto | Jumat, 10 Juli 2020 - 13:40 WIB

PT Duta Pertiwi Tbk. (Ist)
PT Duta Pertiwi Tbk. (Ist)

INDUSTRY.co.id - Tanggerang - Pengembang properti terkemuka di tanah air, PT Duta Pertiwi Tbk (kode saham: DUTI), akan membagikan dividen senilai Rp555 miliar (setara Rp300 per saham) atau sebesar 50,32% dari Laba Bersih yang dibukukan pada tahun 2019.

Pembagian dividen ini menggarisbawahi keberhasilan DUTI, yang telah meningkatkan Pendapatan Usaha sebesar 10,52%. Pada akhir 2019, Perusahaan mencatatkan Pendapatan Usaha senilai Rp2,46 triliun, dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 2,23 triliun. Target awal DUTI pada tahun 2019 adalah sebesar Rp2,30 triliun.

“Kinerja kuat DUTI terutama dari kenaikan penjualan, yang terutama berasal dari proyek Fatmawati, Kota Wisata dan Apartment Southgate”, jelas Teky Mailoa, Direktur Utama DUTI di Tenggerang, Jumat (10/7/2020).

Pencapaian Pendapatan Usaha ini mendorong peningkatan Laba Bersih Yang Dapat Diatribusikan Untuk Pemilik Entitas Induk sebesar 20,99% menjadi Rp1,10 triliun. Dengan demikian, Laba per Saham Dasar pada tahun 2019 adalah Rp596,14 per saham.

Total Aset pada akhir tahun 2019 tercatat Rp13,79 triliun dengan Kas dan Setara Kas Rp3,03 triliun. Jumlah Ekuitas pada akhir tahun 2019 tercatat Rp10,59 triliun, naik Rp1,18 triliun dibandingkan akhir tahun 2018.

Kinerja ini merupakan salah satu bagian dari laporan pertanggungjawaban Direksi dan Komisaris yang telah diterima oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) DUTI. RUPST ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City tanggal Jum’at, 10 Juli 2020.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan proyekproyek yang telah berjalan dan akan berinovasi untuk menghadirkan produk-produk baru yang dibutuhkan pasar. Kami terus mengusung konsep smart digital living yang memudahkan para konsumen dalam menjalankan kehidupan seharihari. Kami juga terus mengembangkan proyekproyek berkonsep Transit Oriented Development yang makin dibutuhkan oleh masyarakat”, imbuh Teky.

DUTI menetapkan target marketing sales tahun 2020 sebesar Rp1,50 triliun dengan kontributor utama yaitu Apartment Southgate di TB Simatupang Jakarta, Kota Wisata dan Grand Wisata.

Perusahaan juga menyadari dampak signifikan dari pandemi Covid 19. “Kami akan terus memitigasi risiko dari pelemahan global dengan melakukan penargetan pasar yang lebih spesifik, pengendalian biaya yang lebih agresif serta terus melaksanakan manajemen risiko yang baik dan memastikan bahwa kami akan tetap memenuhi kewajiban kami”, tambah Teky.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Pemasaran & Penjualan Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo didampingi Sales Manager Crown Group Indonesia Reiza Arief serta GM Strategic & Corporate Communication Crown Group Indonesia Bagus Sukmana saat media breafing secara virtual (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 20:05 WIB

Catat Sejarah! Crown Group Tunjuk Indonesia jadi Pasar Pertama Mega Proyek Senilai Rp 2 Triliun di Melbourne

Pertama dalam sejarah perusahaan, Indonesia didaulat menjadi lokasi pertama bagi Crown Group untuk memperkenalkan proyek hunian terbarunya di Melbourne, bahkan mendahului Sydney dan Melbourne.…

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:42 WIB

Dukung Ekonomi Daerah, Pelindo IV Biak Layani Pelayaran Perdana Tanto Intim Line

Hal itu dibuktikan dengan pelayanan pelayaran perdana kapal kargo, KM Tanto Lestari oleh Pelindo IV di Dermaga Umum Pelabuhan Laut Biak pada Minggu 9 Agustus 2020 lalu.

Aktivitas industri makanan dan minuman (mamin)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:20 WIB

Jaga Tren Positif Industri Mamin, Ini Taktik Jitu Kemenperin

Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor manufaktur yang masih mampu tumbuh positif pada triwulan II tahun 2020 setelah tertekan berat akibat dampak pandemi Covid-19.…

PT Sentul City Tbk (BKSL) (thepresidentpostindonesia)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:05 WIB

Alamak! PT Sentul City Tbk Digugat Pailit oleh Keluarga Bintoro, Ada Apa?

PT Sentul City Tbk (BKSL) digugat pailit ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat oleh keluarga Bintoro.

Pekerja Industri Manufaktur Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:35 WIB

Jangan Panik! Subsidi Gaji Pekerja Rp600 Ribu Bakal Berlaku untuk Semua Sektor Industri dan Profesi

Menteri Ketenagakerjaan (menaker) Ida Fauziah memastikan para penerima subsidi gaji Rp600 Ribu untuk para pegawai tidak akan dibatasi sektor usaha dan jenis pekerjaannya.