Aftermath of Covid-19: Inovasi Dalam Manajemen Perdagangan dan Kas

Oleh : Krishna Anindyo | Jumat, 10 Juli 2020 - 17:15 WIB

John Laurens, Group Head of Global Transaction Services, DBS Bank
John Laurens, Group Head of Global Transaction Services, DBS Bank

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menjelang DBS Asian Insights Conference 2020, Bank DBS menyelenggarakan serangkaian sesi yang mengundang media di seluruh kawasan untuk berbagi wawasan tentang cara menavigasi dunia pasca-pandemi.

Pada 6 Juli, John Laurens, Group Head of Global Transaction Services, DBS Bank, membawakan sesi media briefing dengan topik; Aftermath of Covid-19: Inovasi dalam manajemen perdagangan dan kas dengan partisipasi media dari Singapura, Cina, Hongkong, India, Taiwan, Inggris termasuk Indonesia.

“Covid-19 telah mendorong pergeseran dalam rantai perdagangan dan pasokan serta menambahkan volume perdagangan itu sendiri,” ujar John Laurens melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (10/7/2020).

World Trade Organization (WTO) memperkirakan perdagangan global akan turun 18,5% pada triwulan kedua 2020, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Hal tersebut didukung oleh pernyataan International Monetary Fund (IMF) yang memperkirakan volume perdagangan barang dan jasa akan turun sebesar 12% pada 2020.

Volume perdagangan turun di semua pasar secara bulanan (month-on-month) pada April, dengan Asia terbukti paling tahan banting (AS -16,8%, Eropa -20,1%, dan negara berkembang Asia (termasuk Tiongkok dan India) -6%).

Beberapa poin penting lainnya yang juga disoroti dalam topik ini adalah:

Tantangan yang dihadapi oleh bisnis di seluruh Asia

1. Gangguan rantai pasokan menyebabkan keterlambatan realisasi kas

Pasar global telah mengalami penurunan permintaan, yang menyebabkan pembatalan pesanan, keterlambatan pembayaran, dan perpanjangan penghentian kegiatan pabrik

- Siklus konversi uang diperpanjang

- Secara khusus, UKM kesulitan mempertahankan arus kas memadai dan mendapatkan akses ke modal

 2. Tantangan operasional bisnis di tengah lockdown

Semua pusat produksi Asia tengah mengalami pembatasan tenaga kerja dan menghadapi hambatan logistik

- Pengaturan bekerja dari rumah (work from home) membuat alur kerja manual secara operasional (mis. tanda tangan basah) sulit untuk dipertahankan

- Gangguan terhadap pengiriman dokumen fisik dan klaim barang di pelabuhan

- Akses likuiditas terganggu

Bentuk “new normal” dalam bidang bisnis

1. Mengganti/mempersingkat rantai pasokan melalui reshoring/nearshoring

2. Pergeseran rantai pasokan utama ke ASEAN

Diversifikasi sumber pabrikan atau pemasok

- Bangkitnya pasar berbiaya rendah, termasuk Vietnam, Bangladesh, India, Indonesia

3. Bangkitnya ekosistem dengan seluruh rantai pasokan berpartisipasi pada satu platform tunggal

- Memfasilitasi transparansi lebih besar; memungkinkan pemanfaatan data analytics

4. E-commerce menjadi semakin penting

5. Inovasi digital untuk mendukung kebangkitan ekonomi

Munculnya model/peluang bisnis berkemampuan 5G baru

- Penerapan solusi berbasis IoT di seluruh agenda komersial, manajemen risiko dan keberlanjutan

- Percepatan peralihan ke teknologi cloud untuk mengurangi biaya investasi teknologi dan skalabilitas (naik dan turun)

6. Beradaptasi dengan era baru dalam kerja

Perbanyak karyawan bekerja dari rumah dan mengurangi perjalanan bisnis

Prospek 5 tahun untuk bisnis transaksi perbankan DBS

1. Kepemimpinan global dalam transaksi digital perbankan akan terus dipertahankan

Adopsi digital terus berlangsung dengan cepat sementara aktivitas transaksional dan informasi berbasis analog beralih ke proses digital sepenuhnya

- Interaktivitas berbasis teknologi cloud / API yang luas dengan pelanggan dan mitra ekosistem menjadi norma dan menciptakan peluang bisnis platform multi-dimensi di seluruh cabang bank

- Model bisnis berbasis data untuk memberikan peluang penjualan produk tambahan/pelengkap (cross-sell) di seluruh layanan dan konsultasi klien secara digital, pembiayaan berbasis analitik, perbendaharaan dan manajemen risiko

2. Pengembangan produk baru didorong oleh kemajuan teknologi di berbagai bidang, seperti, 5G, IoT dan identitas digital

3. Pertumbuhan di pasar yang strategis tetap kuat

Melanjutkan pertumbuhan dengan volume dua digit di pasar dengan pertumbuhan strategis, termasuk India, wilayah Greater Bay Area (Guangdong, Hongkong, Macau) dan Indonesia.

- Melanjutkan pertumbuhan eksponensial di pasar Vietnam dan bisnis transaksi perbankan di Australia selesai dibangun dan berjalan baik.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Pemasaran & Penjualan Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo didampingi Sales Manager Crown Group Indonesia Reiza Arief serta GM Strategic & Corporate Communication Crown Group Indonesia Bagus Sukmana saat media breafing secara virtual (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 20:05 WIB

Catat Sejarah! Crown Group Tunjuk Indonesia jadi Pasar Pertama Mega Proyek Senilai Rp 2 Triliun di Melbourne

Pertama dalam sejarah perusahaan, Indonesia didaulat menjadi lokasi pertama bagi Crown Group untuk memperkenalkan proyek hunian terbarunya di Melbourne, bahkan mendahului Sydney dan Melbourne.…

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:42 WIB

Dukung Ekonomi Daerah, Pelindo IV Biak Layani Pelayaran Perdana Tanto Intim Line

Hal itu dibuktikan dengan pelayanan pelayaran perdana kapal kargo, KM Tanto Lestari oleh Pelindo IV di Dermaga Umum Pelabuhan Laut Biak pada Minggu 9 Agustus 2020 lalu.

Aktivitas industri makanan dan minuman (mamin)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:20 WIB

Jaga Tren Positif Industri Mamin, Ini Taktik Jitu Kemenperin

Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor manufaktur yang masih mampu tumbuh positif pada triwulan II tahun 2020 setelah tertekan berat akibat dampak pandemi Covid-19.…

PT Sentul City Tbk (BKSL) (thepresidentpostindonesia)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:05 WIB

Alamak! PT Sentul City Tbk Digugat Pailit oleh Keluarga Bintoro, Ada Apa?

PT Sentul City Tbk (BKSL) digugat pailit ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat oleh keluarga Bintoro.

Pekerja Industri Manufaktur Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:35 WIB

Jangan Panik! Subsidi Gaji Pekerja Rp600 Ribu Bakal Berlaku untuk Semua Sektor Industri dan Profesi

Menteri Ketenagakerjaan (menaker) Ida Fauziah memastikan para penerima subsidi gaji Rp600 Ribu untuk para pegawai tidak akan dibatasi sektor usaha dan jenis pekerjaannya.