Fraksi PKS Bersyukur Pelatihan Kartu Prakerja Senilai Rp 5,6 triliun di Hentikan

Oleh : Herry Barus | Kamis, 09 Juli 2020 - 09:30 WIB

Kartu Prakerja
Kartu Prakerja

INDUSTRY.co.id - Jakarta -- Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati bersyukur pemerintah akhirnya menghentikan program pelatihan Kartu Prakerja sesuai dengan desakan Fraksi PKS yang disampaikan Mufida dalam Rapat Paripurna DPR RI 5 Mei 2020.

Mufida menyebut, apa yang disampaikannya dalam Paripurna DPR terbukti menjadi pertimbangan utama termasuk rekomendasi KPK untuk menghentikan program pelatihan Kartu Prakerja.

"Kami sampaikan sejak Paripurna lalu ada persoalan soal transparansi dengan anggaran sebesar Rp 5,6 triliun yang digelar dalam situasi pandemi saat ini," papar Mufida  Rabu (8/7/2020).

Mufida menyebut apa yang disampaikannya dalam Paripurna dua bulan silam masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Situasi Pandemi, ujar Mufida, belum selesai dan belum ada progres penanganan Covid-19 yang signifikan.

"Selain transparansi ada soal asas keadilan dan pemerataan. Ingat belum seluruh titik di Indonesia bisa terjangkau internet, baru 60 persen yang bisa akses. Sementara yang terkena PHK atau yang menganggur bukan hanya daerah ada akses internet," tegas Mufida.

Mufida kembali menegaskan, belum nampak recovery setelah ada kampanye soal adaptasi kebiasaan baru dari sisi ekonomi. Hal ini, papar dia, masih membuktikan relevansi warga yang terdampak Covid-19 lebih membutuhkan bantuan modal kerja atau bantuan tunai.

"Dibandingkan kartu Prakerja, bantuan modal untuk UMKM jauh lebih bermanfaat dan dampaknya riil. Kebijakan insentif untuk UMKM bisa menjangkau ke berbagai wilayah yang belum tentu bisa dijangkau pelatihan kartu Prakerja," papar dia.

Selain itu, konten pelatihan kartu Prakerja juga banyak tidak relevan untuk bisa langsung dipraktikkan sebagai salah satu sumber ekonomi di saat sulit seperti ini.

"Konten pelatihannya tidak bisa langsung diaplikasikan, perlu waktu. Sementara insentif UMKM bisa langsung diputar sebagai pemasukan bagi masyarakat yang terkena PHK atau menganggur," terang Mufida.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri Otomotif

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:01 WIB

Penjualan & Ekspor Meningkat, Menperin Agus Sebut Industri Otomotif Mulai Berkembang Positif Semester II/2020

Kinerja industri otomotif nasional diprediksi bakal mengalami perkembangan positif pada semester kedua tahun 2020.

ESQA Cosmetics

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:00 WIB

Industri Kosmetik Ikut Berperan Tingkatkan Perekonomian Nasional

Dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik, tidak heran industri kosmetik lokal semakin berkembang dan brand baru masih terus bermunculan. Salah satunya adalah ESQA Cosmetics, brand lokal…

Rizal Ramli (dok RMOL)

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi Ibaratkan Ekonomi Buruk Seperti Komputer Hang, Rizal Ramli: Operatornya Aja yang Tidak Canggih

Ekonom senior Rizal Ramli mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terbuka dalam mengungkap permasalahan ekonomi di Indonesia yang sebenarnya.

Menkeu Sri Mulyani

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:45 WIB

Catat! Ini Penjabaran Kebijakan Fiskal RAPBN 2021, Sri Mulyani: Ekonomi 4,5%, Tingkat Penggangguran dan Kemiskinan 9%

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan soal kebijakan fiskal APBN 2021 yang disampaikan oelh Presiden Jokoei pada Jumat (14/8) dalam sidang paripurna DPR dengan tema¬†Percepatan Pemulihan…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:45 WIB

PTPN Grup Komitmen Terapkan Prinsip ISPO, RSPO dan ISCC untuk Tembus Ekspor CPO ke Pasar Global

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan di sektor perkebunan kelapa sawit berkomitmen untuk mentransformasikan minyak sawit (crude palm oil/CPO) berkelanjutan dengan…