Hutama Karya Optimis Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Sepanjang 2.765 KM 'Pelan-pelan' Bakal Rampung

Oleh : Candra Mata | Rabu, 08 Juli 2020 - 09:52 WIB

Jalan Tol Trans Sumatra
Jalan Tol Trans Sumatra

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Hutama Karya (Persero) hingga saat ini terus berupaya menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.765 Kilometer.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Badan Usaha Miliki Negara (BUMN), pada Rabu (8/7), Hutama Karya telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang Penetapan dan Pengoperasian Jalan Tol Sigli Banda Aceh Seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang).

Setelah sebelumnya dilakukan Uji Laik Fungsi (ULF) di JTTS ruas Sigli - Banda Aceh (Sibanceh) seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) selama seminggu pada 11 – 18 Juni 2020, sebagai salah satu tahapan persiapan pengoperasian tol. 

Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 1127/KPTS/M/2020, maka Jalan Tol Sibanceh seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) sepanjang 13,5 km secara umum telah memenuhi persyaratan laik operasi sebagai jalan tol.

“Saat ini Hutama Karya telah resmi memperoleh Surat Keputusan Menteri untuk Tol Sibanceh seksi 4 sepanjang 13,5 km dari Kementerian PUPR. Selain karena semangat kerja bersama tim proyek di lapangan, juga tak lepas dari dukungan berbagai pihak terkait sehingga pembangunan tol pertama di Provinsi Aceh dapat berjalan dengan lancar.” ungkap Executive Vice President (EVP) Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya, Agung Fajarwanto.

Ditambahkan Fajar, setelah dinyatakan laik operasi secara teknis, administratif dan sistem operasi tol, proses selanjutnya hingga tol dapat beroperasi secara penuh yakni penetapan pengoperasian dan pemberlakuan tarif tol.

“Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), kami tengah menunggu arahan regulator, baik terkait kapan tol akan diresmikan dan operasionalnya akan dilakukan. Adapun untuk mendukung proses tersebut, saat ini perusahaan sudah mulai melakukan sosialisasi pengoperasian jalan tol kepada pengguna, mengingat tol ini merupakan tol pertama di Aceh. Sehingga ketika terdapat arahan untuk mengoperasikan tol, kami siap mendukung berbagai skenario yang diberikan.” jelasnya.

Tol Sibanceh secara keseluruhan, lanjut Fajar, nantinya akan dilengkapi dengan 7 (tujuh) Gerbang Tol (GT) dan 6 (enam) Simpang Susun (SS) atau interchange. Selain itu, tol sepanjang 74 km ini akan memiliki 2 (dua) buah Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area Tipe A yang terletak di seksi 3 (Jantho – Indrapuri) KM 37 dan seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) KM 54.

Sampai dengan saat ini, progres keseluruhan pembangunan tol telah mencapai 41% dengan rincian yakni seksi 1 Padang Tiji – Seulimun (24,3 KM) 6% progress konstruksi dan 46% progress pengadaan lahan, seksi 2 Seulimun – Jantho (7,6 KM) 24% progress konstruksi dan 93% progress pengadaan lahan, seksi 3 Jantho – Indrapuri (16 KM) 57% progress konstruksi dan 96% progress pengadaan lahan, seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 KM) 100% progress konstruksi dan 99% progress pengadaan lahan, seksi 5 Blang Bintang – Kuto Baro (7,7 KM) 12% progress konstruksi dan 17% progress pengadaan lahan, dan seksi 6 Kuto Baro – Baitussalam (5 KM) 40% progress konstruksi dan 91% progress pengadaan lahan.

Asal tau saja, hingga saat ini Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±588 KM dengan 368 KM ruas tol yang telah beroperasi secara penuh. 

Ruas tol tersebut yakni ruas Medan - Binjai seksi 2&3 (17 KM), ruas Palembang - Indralaya (22 KM), ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (140 KM), ruas Terbangi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189 KM).

"Hutama Karya terus memberikan upaya terbaiknya dalam membangun Jalan Tol Trans Sumatera, sehingga ruas-ruas yang masih dalam tahap konstruksi dapat rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh perusahaan," ungkap Fajar. 

"Karena ini merupakan jalan tol pertama di Provinsi Aceh, Hutama Karya berharap kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta untuk selalu berhati-hati dan tetap menjaga kecepatan berkendara maksimum di rata-rata 60 – 80 km/jam," jelasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Samsung Galaxy A01 Core

Senin, 10 Agustus 2020 - 16:00 WIB

Jawab Kebutuhan Perangkat di Masa New Normal, Samsung Galaxy A01 Core Hadir Dengan Memori Lebih Besar

Setelah sukses meluncurkan Galaxy A01 Core dengan varian memori 1/16GB Samsung Electronics Indonesia kembali meluncurkan varian baru dengan memori yang lebih besar yaitu dengan RAM 2GB dan memori…

Daewoong Pharmaceutical

Senin, 10 Agustus 2020 - 16:00 WIB

Industri Farmasi Daewoong Bukukan Penjualan EPO Rp145 Miliar Sepanjang Tiga Tahun

Setelah mendirikan Daewoong Infion, perusahaan joint venture antara Daewoong Pharmaceutical dan Infion pada tahun 2012, Daewoong Group membuka pabrik biofarmasi pertama di Indonesia yang berlokasi…

Cukai Rokok (ilustrasi)

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:48 WIB

Penyederhanaan Struktur Cukai Rokok Buka Peluang Emiten Rokok Raksasa Makin Cuan

Disinyalir, penyederhanaan layer cukai akan membuat pabrikan golongan II untuk naik tingkat dan membayar cukai yang sama besarnya dengan para pendahulu, antara lain emiten HM Sampoerna (HMSP).

foto pasar Kalideres/ sumber: harian umum

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:37 WIB

Penghasilan Sangat Berat! Forum Pedagang Pasar Kalideres Minta Tempat Penjualan yang Layak

Jakarta-Di tengah masa sulit akibat dampak pandemi Covid 19 juga berdampak buruk bagi para pedagang yang sebagian besar adalah pedagang kecil, Forum Pedagang Pasar Kalideres meminta pengelola…

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:36 WIB

Muhammadiyah 'Jewer' Nadiem Soal Zona Kuning

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menengah mengizinkan zona kuning untuk belajar tatap muka mendapat cibiran dari PP Muhammadiyah.