Sekolah Tatap Muka Bakal Dibuka, Dokter Reisa: Pastikan Siap secara Fisik, Mental, Lahir dan Batin

Oleh : Candra Mata | Minggu, 05 Juli 2020 - 09:10 WIB

Dokter Reisa Tim Komunikasi Covid-19
Dokter Reisa Tim Komunikasi Covid-19

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pandemi COVID-19 masih berdampak di berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Lebih dari empat bulan kegiatan belajar di lingkungan sekolah dilakukan secara online atau daring. 

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, pembelajaran sekolah di zona hijau tentunya dapat mengikuti belajar tatap muka dengan protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemda setempat.  

“Namun, sekolah tetap harus mampu penuhi semua daftar periksa, dan siap pembelajaran tatap muka,” ujar dr. Reisa Sabtu (4/7).

Ia mengatakan, pertama, harus tersedia sarana sanitasi seperti, toilet bersih, tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan desinfektan. 

Kedua, tersedia akses fasilitas pelayanan kesehatan. Ketiga, siap menerapkan area wajib masker di sekolah. Keempat, memiliki alat pengukur panas untuk mengetahui suhu tubuh warga sekolah. 

Kelima, mampu memetakan warga sekolah yang tidak boleh melakukan kegiatan di sekolah, yaitu, yang memiliki kondisi medis penyerta, atau komorbid. Kemudian, yang tidak memiliki akses transportasi yang menerapkan jaga jarak. 

“Murid yang memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, oranye, dan merah, atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19, dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari,” tambahnya. 

Keenam, membuat kesepakatan bersama komite sekolah untuk memulai pembelajaran tatap muka, dan tentunya orang tua harus menyetujui pembelajaran tatap muka. 

“Jika semua sudah sepakat, maka baru bisa dimulai,” tutur dr. Reisa.

Pembelajaraan tatap muka sangat memperhatikan kesehatan dan keamanan warga komunitas sekolah. 

Di samping itu, orang tua atau wali murid harus memeriksa kesiapan kesehatan anak-anak. Pastikan, mereka bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. 

“Jangan memaksa. Pastikan siap secara fisik, mental, lahir, dan batin,” tegasnya.

Dokter Reisa menegaskna bahwa Ketua Gugus Tugas Letjen Doni Monardo berkomitmen untuk membuka kembali sekolah memulai kegiatan tatap muka, namun di tempat yang paling aman yaitu zona hijau tadi. 

Sedangkan wilayah dengan zona kuning, oranye dan merah belum dapat melakukan pembelajaran tatap muka.

Sejak pandemi diumumkan di Maret 2020, lebih dari 90% siswa dan siswi harus belajar di rumah secara penuh. 

Terutama mereka yang tinggal di daerah risiko tinggi penularan COVID-19. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berusaha tetap menjaga kegiatan belajar mengajar berkualitas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tim e-Sport Indonesia Siap Berlaga di Kejuaran e-Sport Dunia

Sabtu, 16 Januari 2021 - 15:30 WIB

Hebat! RRQ Hoshi, Alter Ego, Aerowolf dan Bigorton Wakili Indonesia di Kejuaraan e-Sport Dunia

Sebagai Dewan Pembina PB e-Sport, Bamsoet mengajak para fans e-Sport di Indonesia untuk bersatu memberikan dukungan kepada keempat Tim e-Sport yang akan bertanding tersebut. Jangan sampai para…

Menparekraf Sandi Berenang di Mandalika

Sabtu, 16 Januari 2021 - 14:10 WIB

Pamer Potret 'Nyebur' di Kuta Mandalika, Sandi Tuai Banjir Pujian Warganet: Pak Menteri Joss Banget!

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengunggah potret beberapa spot di pantai Mandalika Nusa Tenggara Barat yang disebutnya akan menjadi lokasi penyelenggaraa kegiatan olahrga Triathlon.…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 16 Januari 2021 - 13:37 WIB

Pandemi Goncangan Hebat Bagi Ekonomi, Gimana Meredamnya?

Stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik di tahun 2020 di tengah tekanan ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid 19. OJK sudah menyiapkan berbagai kebijakan stimulus lanjutan untuk…

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto : Arief/Man

Sabtu, 16 Januari 2021 - 12:25 WIB

DPR Dukung Vaksinasi Mandiri Jadi Alternatif Percepat Vaksinasi Nasional, Namun...

Di tengah vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan pemerintah, muncul wacana vaksinasi mandiri sebagai alternatif.  Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay, vaksinasi mandiri…

Presiden juga mendorong agar industri keuangan Indonesia bisa membangun sistem internal yang berstandar internasional secara baik.

Sabtu, 16 Januari 2021 - 12:18 WIB

Jokowi 'Tegor' Pelaku Industri Keuangan: Jangan Hanya Melayani yang Besar-Besar Saja, Yang Itu-Itu Saja, UMKM Prioritaskan!

Jakarta-Presiden juga mendorong agar industri keuangan Indonesia bisa membangun sistem internal yang berstandar internasional secara baik.