INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengaku heran biaya rapid test dan swab test Covid-19 lebih tinggi dibandingkan tarif tiket pesawat terbang. 

Advertisement

Lasarus mengungkapkan, hal itu telah memicu keluhan masyarakat di berbagai daerah.

"Saya dapat keluhan dari NTT, ada anak dan orang tuanya membayar rapid test sampai Rp 1 juta lebih. Padahal, tiket yang mereka bayar hanya Rp 300 ribu. Jadi, menurut saya hal-hal ini harus segera diperbaiki dalam waktu dekat,” jelasnya dalam RDP dengan Menteri Perhubungan, Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kakorlantas Polri beberapa waktu lalu. 

Advertisement

Untuk itu, Lasarus menegaskan tingginya tarif rapid test dan swab test tersebut harus menjadi perhatian serius Kementerian Perhubungan. 

“Jadi, biaya rapid test itu lebih mahal dibandingkan biaya tiket itu sendiri. Ini perlu dipikirkan juga oleh kita pengaturan ini, Pak. Ini kan ekonominya sedang terbilang susah. Rakyat tambah menderita, Pak. Jadi, terlebih untuk Dirjen Laut dan Udara semoga ini bisa menjadi  perhatian serius dari kita. Ini kalau saya lihat, persoalan koordinasi dengan Gugus Tugas yang mungkin perlu diperbaiki,” ungkap Lasarus.

Advertisement

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga mengingatkan agar jangan ada kebijakan ‘ambivalen’ yang diambil. 

Ia menegaskan pentingnya koordinasi yang dilakukan baik dari pihak Kemenhub maupun Kementerian PUPR serta Kakorlantas dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Advertisement

“Formulasi ini saya pikir yang harus kita pikirkan bersama," pungkasnya.