Diputus Bersalah, Grab Kena Denda KPPU Sebesar Rp30 Miliar

Oleh : Candra Mata | Jumat, 03 Juli 2020 - 18:50 WIB

Penyedia transportasi berbasis aplikasi, Grab Indonesia (Foto Ist)
Penyedia transportasi berbasis aplikasi, Grab Indonesia (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memberikan sanksi kepada kepada PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI). 

KPPU menyebut keduanya dinyatakan melanggar Pasal 14 dan 19 (d) UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dimana kedua perusahaan ini adalah jasa angkutan sewa khusus yang berkaitan dengan penyediaan aplikasi piranti lunak Grab App yang diselenggarakan oleh wilayah Jabodetabek, Makassar, Medan, dan Surabaya.

“Atas pelanggaran tersebut, Grab dikenakan denda Rp7,5 miliar atas pelanggaran Pasal 14 dan Rp22,5 miliar atas Pasal 19(d). Sementara untuk TPI total denda yang dikenakan sebesar Rp19 miliar," tulis keterangan resmi KPPU, Kamis (2/7).

Sementara itu, Menurut KPPU dalam proses persidangan, Majelis menilai, perjanjian kerja sama penyediaan jasa oleh Grab selaku perusahaan penyedia aplikasi dan TPI selaku perusahaan yang bergerak di bidang jasa sewa angkutan khusus, bertujuan untuk menguasai produk jasa penyediaan aplikasi angkutan sewa khusus berbasis teknologi di Indonesia dan mengakibatkan terjadinya penurunan persentase jumlah mitra dan penurunan jumlah orderan dari pengemudi mitra non TPI.

Majelis Komisi menilai tidak adanya upaya tying-in yang dilakukan Grab terhadap jasa yang diberikan oleh TPI.

Namun demikian, Majelis menilai bahwa telah terjadi praktik diskriminasi yang dilakukan oleh Grab dan TPI atas mitra individu dibandingkan mitra TPI, seperti pemberian order prioritas, masa suspend, dan fasilitas lainnya.

“Praktik tersebut telah mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat terhadap mitra non TPI dan mitra individu,” jelas KPPU. 

Memerhatikan berbagai fakta dan temuan dalam persidangan, Majelis Komisi memutuskan Grab dan TPI terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 14 dan 19 huruf “d”, namun tidak terbukti melanggar Pasal 15 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999.

"Majelis Komisi juga memerintahkan agar para Terlapor melakukan pembayaran denda paling lambat 30 hari setelah Putusan memiliki kekuatan hukum tetap," sebut KPPU.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kajian Kelayakan Pemanfaatan Minyak Nabati Murni

Minggu, 09 Agustus 2020 - 21:00 WIB

BBM untuk Listrik Makin 'Mahal', Pemerintah Mulai Kaji CPO untuk PLTD

Badan Litbang ESDM melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak…

Dubes Yuddy Chrisnandi Saat Menjadi Narasumber untuk Wawancara TV Rada dalam acara Diplomatic Chronicles

Minggu, 09 Agustus 2020 - 19:45 WIB

Cara Jitu Dubes RI Yuddi Chrisnandi Promosikan Indonesia di Acara TV Ukraina

Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi menjadi narasumber untuk wawancara TV Rada dalam acara “Diplomatic Chronicles".

Gubernur Jawa Barat - Ridwan Kamil

Minggu, 09 Agustus 2020 - 19:00 WIB

Dibantu IKEA dan AstraZeneca, Ridwan Kamil: Kami Akan Gelar Karpet Merah untuk Investor Industri Swedia

Sektor swasta Swedia telah membantu Indonesia dalam menghadapi COVID-19 diantaranya kepada Pemprov Jawa Barat.

Pelayanan Warung Konsuler di Ras Al Khaimah

Minggu, 09 Agustus 2020 - 18:45 WIB

Permudah Akses Pelayanan Bagi Para WNI, KJRI Dubai Selenggarakan Warung Konsuler di Ras Al Khaimah

KJRI Dubai selenggarakan pelayanan kekonsuleran secara jemput bola (outreach) di Hotel Hilton bagi para WNI di Ras Al Khaimah.

Indonesia-Belgium Virtual Business Meeting on Wood Products and Furniture

Minggu, 09 Agustus 2020 - 18:43 WIB

Belgia Sambut Baik Ekspor Industri Mebel dan Produk Kayu Hutan Indonesia

KBRI Brussels bekerja sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan (FKPMI) menyelenggarakan “Indonesia-Belgium Virtual Business Meeting on Wood Products and Furniture".