Turun 3,8%, Sri Mulyani: Bukan Cuma Indonesia, Negara Maju Seperti Amerika Hingga Jepang Perekonomiannya Juga Merosot Sangat Tajam

Oleh : Candra Mata | Rabu, 01 Juli 2020 - 08:23 WIB

Sri Mulyani Menteri keuangan (ist)
Sri Mulyani Menteri keuangan (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Bukan hanya perekonomian Indonesia, di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, dan Jepang perekonomian juga merosot sangat tajam akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video confrence dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Selasa Sore kemarin. 

Menurutnya, upaya seluruh negara untuk mengurangi penyebaran COVID-19 adalah melalui langkah-langkah yang cukup drastis mempengaruhi kegiatan sosial-ekonomi. 

“Negara-negara yang coba nekat membuka perekonomian secara cepat, kemudian terjadilah kenaikan lagi jumlah (kasus positif) COVID-19 ini. Kemudian menyebabkan mereka harus me-review,” ungkap Sri Mulyani. 

Indonesia sendiri, menurutnya berdasarkan indikator yang dihimpun dari Kemenkeu, perekonomian nasional bakal mengalami kemerosotan hingga 3,8%. 

Dimana sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sektor informal, yang merupakan bantalan perekonomian Indonesia, mengalami dampak terbesar dari pandemi dikarenakan terjadinya pembatasan interaksi fisik. 

Pemerintah sendiri telah menganggarkan  biaya penanganan COVID-19 sebesar Rp695,2 triliun untuk pemulihan ekonomi. 

Namun, upaya tersebut menurut Sri tetap bergantung pada kepatuhan protokol kesehatan oleh para pelaku ekonomi. 

"Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari situasi pandemi ini yakni konsumsi masyarakat yang terganggu, investasi yang terhambat, dan ekspor-impor yang terkontraksi," ungkapnya. 

Sri juga menyebut bahwa APBN tahun 2020 telah direvisi sebanyak dua kali sebagai respon dampak penanganan COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia. 

Revisian tersebut menurutnya disebabkan oleh penerimaan negara, pajak maupun non pajak, yang mengalami penurunan. Dimana penurunan penerimaan negara tercatat mendekati angka 10% per Mei 2020.

“Respons pemerintah terhadap kejadian COVID-19 ini yang utamanya adalah pertama masalah kesehatan, yang kemudian menular menjadi masalah sosial, masalah ekonomi, dan (masalah) keuangan,” ujarnya 

Asal tau saja, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020, biaya sejumlah Rp695,2 triliun akan digunakan untuk penanganan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, dunia usaha, serta pemerintah daerah. 

"Harapan dari terlaksananya program pemulihan ekonomi nasional ini adalah supaya kemampuan masyarakat dan dunia usaha untuk bertahan dalam situasi pandemi COVID-19 bisa lebih meningkat," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Akhmad Munir

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:35 WIB

Akhmad Munir: Antara Pastikan Keselamatan Wartawan dalam Meliput

Perum LKBN ANTARA memastikan aspek keselamatan dan kesehatan para karyawan dan wartawan menjadi prioritas utama sejak pandemi COVID-19 melanda di Tanah Air.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:30 WIB

Kabar Baik! Menko Luhut Pastikan Perusahaan Teknologi Asal Hongkong Bakal Tanam Modal Rp3,8 Triliun di Indonesia

Perusahaan teknologi asal Hongkong, Amperex Technology Limited (ATL) akan segera merealisasikan investasinya di Indonesia. Adapun nilai investasinya sebesar USD 2,6 miliar atau setara Rp3,8…

Wakil Tetap RI, Dubes Dian Triansyah Djani

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:30 WIB

Pimpin Sidang di Markas PBB, Indonesia Dorong Stabilisasi Guinea-Bissau

Indonesia dorong stabilisasi Guinea-Bissau saat memimpin pertemuan DK PBB mengenai Guinea-Bissau, yang diselenggarakan di Markas Besar PBB.

Sambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Perlombaan Diikuti oleh Seluruh WNI di Pyongyang

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:15 WIB

Rayakan Kemerdekaan, WNI di Pyongyang Ikuti Lomba-Lomba Khas Indonesia

KBRI Pyongnyang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia selenggarakan berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh WNI di Pyongyang sejumlah 18 orang.

Direktur Eksekutif Pusat Sosial dan Politik Indonesia (Puspolindo) Dian Cahyani

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:12 WIB

Ngeri! Pengamat Cantik Ini Sebut Banyak Calon Tunggal Di Pilkada, Bukti Kemerosotan Demokrasi

Jakarta-Pagelaran Pilkada serentak akan kembali diselenggaran pada 9 Desember 2020. Hampir sebagian besar bakal calon kepala daerah sudah mendapat rekomendasi partai politik untuk maju bertarung…