INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Vid Adrison menyampaikan bahwa tidak dapat dipastikan Indonesia benar-benar siap dalam bidang perekonomian untuk menghadapi kuartal tiga dan kuartal empat tahun 2020 di masa pandemi Covid-19 ini.
Namun, menurutnya dampak pandemi COVID-19 terhadap kondisi perekonomian di Indonesia bisa ditekan dan sangat bergantung pada tiga hal utama.
"Yakni jangka waktu pandemi, jumlah masyarakat yang penghasilannya bergantung pada aktivitas fisik, dan efektivitas kebijakan pemerintah," jelasnya di Jakarta Selasa sore Kemarin.
Vid Adrison juga menyampaikan bahwa mematuhi protokol kesehatan merupakan salah satu syarat agar para pelaku ekonomi dapat tetap menjalankan roda perekonomian Indonesia.
"Ada beberapa yang bisa pindah dari offline menjadi online. Tapi tetap, sebagian masih membutuhkan kehadiran fisik. Bagi masyarakat yang aktivitasnya sangat tergantung dari kehadiran fisik, maka sangat penting untuk mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.
Menurut Vid Arison, dengan menerapkan protokol kesehatan maka dapat mempercepat pemutusan rantai penyebaran COVID-19.
"Dengan begitu perekonomian juga berjalan," pungkasnya.