INDUSTRY.co.id - Jakarta — Dalam rangka mendukung dan mendorong perusahaan di Indonesia untuk lebih maju dan berkembang melalui sarana pendanaan di pasar modal dengan melakukan go public dan mencatatkan efek di Bursa Efek Indonesia, PT Bank BRIsyariah Tbk memberikan pengalaman sukses saat melakukan Initial Public Offering (IPO) pada 2018 sebagai proses transformasi jangka panjang. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah, Kokok Alun Akbar, dalam sharing session “Go Public Webinar: Kiat Memperoleh Dana dan Menjaga Likuiditas di Tengah Pandemi melalui Pasar Modal Indonesia”. BRIsyariah menjadi bank syariah anak BUMN pertama yang berhasil mencatatkan sahamnya di bursa.

Dalam kesempatan itu Alun menjelaskan banyak manfaat yang didapat perusahaan setelah IPO. Antara lain memperkuat struktur permodalan, meningkatkan nilai perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik kepada perusahaan, dan meningkatkan loyalitas karyawan.

“Lewat program MSOP dan ESOP, etos kerja karyawan meningkat. IPO juga membawa kami pada transformasi yang lebih baik,” kata Alun melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Kamis (25/6/2020).

Dengan dana hasil IPO, BRIsyariah terus mengembangkan bisnisnya. “Kami memanfaatkan dana IPO murni untuk ekspansi bisnis. 80 persen untuk ekspansi pembiayaan, 12,5 persen untuk teknologi infomasi, dan 7,5 persen untuk jaringan,”  lanjut Alun.

Setelah IPO BRIsyariah mampu meningkatkan kinerja keuangannya secara berkesinambungan. “Pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) asset sebelum IPO adalah sebesar 14,09%, sementara setelah IPO menjadi 16,92%.

Pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) juga terjadi di pembiayaan sebelum IPO adalah 6,82%, setelah IPO 20,01%. Dan CASA pada triwulan I 2020 tercatat 51,06%. Pada saat sebelum IPO CASA hanya berada di kisaran 30%,” jelas Alun.

Dengan dana hasil IPO BRIsyariah terus mengembangkan teknologi infromasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis.  Di sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BRIsyariah terus mengembangkan aplikasi mobile banking BRIS Online. Di sisi pembiayaan, BRIsyariah mengakselerasi internal business process melalui aplikasi i-Kurma. 

Selain ekspansi bisnis melalui penyaluran pembiayaan dan pengembangan Teknologi Informasi (TI), dana hasil IPO juga berhasil meningkatkan jumlah jaringan kantor BRIsyariah untuk menunjang ekspansi bisnis bank. Dari 271 unit kerja sebelum IPO, kini BRIsyariah mampu meningkatkan jaringannya menjadi 305 unit setelah IPO.

Bagi perusahaan yang berencana go public, Alun berbagi kunci sukses yang perlu diperhatikan. “Penting untuk memiliki persiapan yang matang, fundamental perusahaan dan prospek bisnis yang menjanjikan, investor targeting, penunjukan lembaga atau profesi penunjang pasar modal serta pembentukan project management office yang andal,” tutup Alun.

Berkat key factor tersebut BRIsyariah mengalami kelebihan penawaran (oversubscribed) saat IPO dan diminati banyak investor. Lebih dari 6.000 investor tercatat sebagai pemegang saham hasil IPO.

Jumlah pemegang saham BRIsyariah juga meningkat signifikan. “Saat ini pemegang saham BRIsyariah mencapai lebih dari 23.000 investor. Ini menandakan minat masyarakat terhadap perbankan syariah terus meningkat,” ujar Alun. Kesuksesan IPO BRIsyariah juga terbukti lewat penghargaan Best Mid Cap Equity Deal Award dari Alpha Southeast Asia pada tahun 2018.