Kabar Baik di Tengah Pandemi! Nojorono Akan Jaring Banyak Tenaga Kerja

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 18 Juni 2020 - 11:47 WIB

pt-nojorono-tobacco-international-jaga-foto radar kudus
pt-nojorono-tobacco-international-jaga-foto radar kudus

INDUSTRY.co.id, Kudus-PT Nojorono Tobacco International mengenalkan produk terbaru, ramuan warisan (heritage blend) sejak tahun 1932 dengan balutan kekayaan alam rempah Indonesia. Melalui kepiawaian tangan-tangan ahli dan terampil, ramuan warisan itu dikemas dalam bentuk produk Sigaret Kretek Tangan (SKT), dengan merek, Minak Djinggo Rempah. Minak Djinggo Rempah akan menjadi sigaret kretek rempah pertama di Indonesia yang memenuhi standarisasi jaminan mutu produk dengan mempertahankan cita rasa yang khas.

“Pemikiran akan lahirnya produk baru di tengah pandemi saat ini, menjadi salah satu upaya PT Nojorono dalam menjamin keberlangsungan lapangan kerja dan terus bergeraknya roda ekonomi masyarakat. Pilihan produk baru jatuh pada tipe Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang mampu menyerap cukup banyak tenaga kerja sehingga dampaknya akan terasa. Produk ini tidak hanya akan menjadi produk sigaret kretek biasa tapi hadir dengan berbagai keunggulan sehingga bisa diterima masyarakat,” jelas Stefanus JJ Batihalim, Presiden Direktur PT Nojorono Tobacco International saat mengenalkan produk terbaru Minak Djinggo Rempah di Kudus, (Selasa, 16/6/2020).

Sebagai pemilik merek dagang Minak Djinggo, selama ini Nojorono secara konsisten disiplin dalam prosedur baku pemilihan dan penggunaan tembakau serta cengkeh terbaik sebagai bahan dasar produk Sigaret Kretek Tangan. Hal ini ditegaskan oleh Arief Goenadibrata, Managing Director PT Nojorono Tobacco International.

“Melalui produk terbaru Minak Djinggo Rempah ini, Nojorono dengan bangga mempersembahkan keseimbangan antara kualitas dan cita rasa khas rempah Indonesia yang memenuhi standar higienis dan freshness of product,” tegasnya.

 Lebih jauh Arief Goenadibrata menjelaskan, layaknya asupan yang kaya rempah, yang kaya manfaat, Minak Djinggo Rempah diramu istimewa dengan jahe, sereh, secang kayu manis, dan pelbagai rempah lainnya sehingga menghadirkan sensasi hangat dan aroma yang menyegarkan. Sigaret Kretek Tangan ini dibuat melalui proses racikan sigaret berbahan dasar alami tanpa perisa sintetis (synthetic flavor) dan memiliki metode proses peracikan yang hampir mirip dengan pembuatan wedang rempah.

Sementara dari sisi kemasan, Minak Djinggo Rempah dikemas khusus dengan teknik double protection dimana kemasan dalam menggunakan system shell &slide serta dengan pembungkus aluminium foil, lalu di bagian luarnya dibungkus lagi dengan bungkus BOPP yang bertujuan untuk menjaga product freshness dan dibalut dengan desain bernuansa batik.

“Perpaduan kualitas dan cita rasa khas rempah Indonesia, melahirkan sebuah #RasaOentoekSemua, Sebuah Rasa Jang Beloem Pernah Ada, dalam balutan rokok Minak Djinggo Rempah,” pungkas Arief Goenadibrata.

 Nojorono Tobacco International

Firma Nojorono berdiri pada tanggal 14 Oktober 1932, berbentuk Commanditaire Vennootschap, di Kota Pati. Di sinilah cikal bakal PT. Nojorono Tobacco International atau PT. N.T.I. dimulai. Seiring dengan pertumbuhan bisnis yang makin pesat di kala itu, pada tahun 1934 pabrik dipindahkan ke Kota Kudus. Lompatan besar terjadi di tahun 1973, saat Firma Nojorono berganti status menjadi perseroan terbatas, dan nama perusahaan menjadi PT. Nojorono Tobacco Company Limited. Terobosan berikut dari perusahaan ini adalah diluncurkannya Clas Mild, produk LTLN di tahun 2003, yang kemudian melesat menjadi nomor dua terbesar dalam pangsa pasarnya, hanya dalam waktu dua tahun.

 Berbagai penghargaanpun diraih oleh PT. N.T.I., di antaranya: Top Brand Award – Clas Mild, Category Mild Kretek Cigarettes, Frontier Consulting Group and Marketing Magazine; PT. N.T.I. as The Most Powerful Account Management Index in Cigarette Category, Mix Marketing Communication, SWA Magazine; Gold Winner for Contest/Competition Activation Category, Mix Marketing Communication as The Program Owner of Clas Music Heroes.

 Berbekal warisan prinsip leluhur, “Bersatu, Berdoa, Berkarya”, saat ini PT. N.T.I. menduduki posisi top 5 players dalam industri sigaret di Indonesia. Dengan nilai-nilai F.A.I.T.H. yang ditanamkan pada seluruh jajaran pemangku kepentingan, yaitu: Fraternity, Accountable, Innovation, Trustworthy dan High performance.  PT. N.T.I. akan terus berkarya untuk Negeri dan menjadi Good Corporate Citizen dengan berlandaskan: Visi Perusahaan: untuk menjadi industri ‘Best Managed” yang bertanggung jawab sosial dan peduli terhadap lingkungan. Misi Perusahaan: untuk menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, melalui pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan dengan ikatan kekeluargaan yang erat dan bermartabat.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Anies Baswedan

Kamis, 24 September 2020 - 18:05 WIB

Sah! Anies Resmi Perpanjang PSBB Jakarta Hingga 10 Oktober 2020

Pemprov DKI Jakarta mantap memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta hingga 10 Oktober 2020, mengingat jumlah kasus positif Covid-19 masih menanjak.

Dua Bulan Lagi Kompetisi Liga 1 dan 2 Kembali Berlangsung

Kamis, 24 September 2020 - 18:00 WIB

IPW Beda Pendapat dengan Ketum PSSI Terkait Penyelenggaraan Liga 1 dan 2

Polri diimbau agar tidak memberi ijin pelaksanaan pertandingan sepakbola Liga 1 dan 2. Sebab pandemi Covid 19 saat ini makin menyalak, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan banyaknya klaster…

PT Taspen (Persero)

Kamis, 24 September 2020 - 17:54 WIB

Taspen Buka 21 Lowongan Kerja Untuk Lulusan SLTA Hingga S2, Ini Posisi yang Ditawarkan

Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia yang bergerak di bidang asuransi Tabungan Hari Tua (THT) dan dana pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara, PT Taspen (Persero)…

Presiden Joko Widodo

Kamis, 24 September 2020 - 17:45 WIB

Lagi-lagi Jokowi Semprot Sejumlah Menterinya, Ada Apa?

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para menterinya tidak membuat program masing-masing. Ia mengatakan, program harus dibuat berintegritas antara kementerian satu dengan kementerian lainnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kamis, 24 September 2020 - 17:30 WIB

Cegah Kluster Industri, Menperin Agus Minta Asosiasi dan Penggelola KI Pantau Aktivitas Pekerja di Luar Pabrik

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta kepada asosiasi dan pelaku industri serta pengelola kawasan industri (KI) untuk terus menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya…