INDUSTRY.co.id - Jakarta - Beenext, firma modal ventura yang berbasis di Singapura menutup dua penggalangan dana baru dengan total sebesar USD160 juta. Dana pertama “Beenext Emerging Asia Fund” sebesar USD110 juta akan difokuskan untuk pemberdayaan startup dan pendirian tahap awal di India dan di Asia Tenggara.

Menurut informasi yang diterima INDUSTRY.co.id, Rabu (17/6/2020) Beenext berencana mengalokasikan sekitar 50% dananya untuk ekosistem start-up di India seperti yang sudah dilakukan secara konsisten dengan lebih dari tiga kali melakukan pendanaan dan juga akan meningkatkan volume di Asia Tenggara.

Kemudian, dana kedua sebesar USD50 juta akan digunakan secara khusus untuk bisnis SaaS di Jepang dalam rangka mempercepat transformasi digital di masing-masing industri.

Penggalangan dana baru yang diluncurkan di India dan Asia Tenggara ini menargetkan digunakan untuk tahap awal start-up di sektor e-commerce, fintech, teknologi kesehatan, agri-tech, edu-tech dan AI/data didorong teknologi domain.

"Beenext selalu percaya dalam membangun bisnis bersama dengan founder dan sesama co-investor lokal agar dapat memberikan dampak berkesinambungan yang lebih bagus. Kami terus menciptakan dan tumbuh bersama dengan lebih banyak para founder startup," ujar Teruhide Sato, Founder & Managing Partner Beenext.

Investor pendanaan ini termasuk berasal dari Investor Institusional utama yang berada di Amerika Serikat bersama dengan perusahaan Jepang, kantor keluarga global, dan pengusaha yang mendukung generasi founder selanjutnya.

Dana segar ini dirancang untuk menghubungkan para pendiri dari seluruh dunia dengan komunitas pendiri Beenext, hal ini guna mendapatkan peluang jaringan dan bermitra dengan beberapa industri terbaik.

Harapannya, para investor juga akan memainkan peran kunci sebagai mitra dalam memulai ini untuk menciptakan bisnis yang kuat di luar komitmen moneter.

Sebagai informasi, Beenext telah berinvestasi di lebih dari 180 perusahaan startup di seluruh dunia. Dengan portofolio yang terdiri dari 72 perusahaan di India termasuk NoBroker, Droom, CitrusPay, BharatPe, Bank Open, YAP, Mobile Premier League, Trell, WorkIndia, Healthians, mfine, Servify, Fleetx, Cropin, MilkBasket, dan sebagainya.

Dan beberapa investasi penting dari 45 perusahaan startup di Asia Tenggara dan Jepang termasuk perusahaan Akseleran, Zilingo, Sendo, Trusting Social, Ralali, Amartha, Dekoruma, Mekari, Zenius, Sentient, dan perusahaan HR SaaS terbesar di Jepang, SmartHR.