INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Trisula Textile Industries Tbk (“BELL” atau “Perseroan”), emiten tekstil dan garmen serta pemasok seragam perusahaan, melakukan inovasi terhadap tren new normal. Salah satunya adalah mengembangkan kain yang bisa menjawab kebutuhan konsumen di era new normal ini yang lebih peduli terhadap kesehatan, namun tetap ingin tampil dengan baik, yaitu Kain Sehat yang dilengkapi dengan proses dan finishing khusus.
Hal ini disampaikan dalam acara Paparan Publik Perseroan yang diselenggarakan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Trisula Center, Jakarta.
“Pandemi Covid-19 yang tengah bergejolak saat ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua termasuk kami di industri tekstil. Mulai dari operasional Perseroan, rantai pasokan hingga penjualan, serta kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional dan dunia. Saat ini kami harus berhati-hati dalam mengkaji target dan rencana bisnis untuk tahun 2020, di mana salah satunya ialah dengan melakukan continuous improvement dan diversifikasi produk dengan meluncurkan variasi produk Kain Sehat,” ujar Karsongno Wongso Djaja selaku Direktur Utama BELL sumber melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Senin (15/6/2020).
Salah satu aplikasi Kain Sehat di masa new normal ini adalah dengan membuatnya jadi produk perlindungan tambahan, yaitu foldable jacket (jaket lipat) yang fleksibel untuk kebutuhan beraktivitas sehari-hari.
Foldable jacket ini terbuat dari kain sehat yang memiliki feature antimicrobial, water repellent, breathable, serta perawatan yang mudah. Selain itu, Kain Sehat ini juga menggunakan kain yang telah tersertifikasi Standard 100 dari OEKO-TEX dan telah melalui test AATCC 42 dan AATCC 127 sehingga nyaman digunakan.
Selain mengembangkan produk Kain Sehat untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang peduli terhadap kesehatan, BELL juga telah melakukan diversifikasi produk. Bekerja sama dengan perusahaan garment di Trisula Group, BELL memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker non medis dan baju hazmat sejak April lalu.
Asal tahu saja, produk baju hazmat dan masker non medis yang di produksi BELL ini dibuat menggunakan bahan kain woven polyester yang sudah tersertifikasi Standard 100 dari OEKO-TEX dilengkapi dengan antimicrobial berlabel “silverplus protection” yang sudah tersertifikasi Bluesign Approved dan OEKOTEX, serta water repellent dengan label “bionic finish eco” yang sudah tersertifikasi Bluesign Approved.
Strategi lainnya untuk mendukung inovasi-inovasi tersebut ialah BELL terus melakukan peremajaan mesin.
“Kami terus melakukan continuous improvement melalui revitalisasi mesin dengan teknologi baru, serta mengoptimalkan kegiatan operasional untuk menjaga keberlangsungan Perseroan,” ujar Karsongno.
Dalam RUPST BELL ini juga diputuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp3,62 miliar atau setara Rp2,5 per lembar saham dari laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk yaitu Rp21,16 milliar, sehingga total dividen yang dibagikan sekitar 17%.
Dividen akan dibagikan pada 15 Juli 2020. Sedangkan dari RUPSLB BELL, disetujui perubahan/pemecahan nilai nominal per saham Perseroan (stock split), sehingga selanjutnya merubah ketentuan pasal 4 ayat 1 dan ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan, serta menetapkan perubahan pasal 3 berkaitan dengan penyesuaian kegiatan usaha penunjang.
Jika melihat dari riwayat dividen Perseroan, maka BELL sudah membagi dividen tiap tahun sejak tahun 2017.
Sebagai perusahaan yang sudah hadir di tanah air lebih dari 50 tahun, BELL akan terus memperluas pasar dengan menawarkan keunikan produk serta kualitas untuk kepuasan dan kebutuhan pelanggan.
“Kami berharap BELL dapat terus berkontribusi dalam industri tekstil di Indonesia,” tutup Karsongno.