Bikin Haru, Susi Pudjiastuti: Pak Jokowi, Sebagai Mantan Pembantu Bapak, Saya Mohon Cegah Kembali Masuknya Kapal Asing

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 13 Juni 2020 - 13:43 WIB

Susi Pudjiastuti (Ist)
Susi Pudjiastuti (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden Joko Widodo diminta konsisten mencegah kapal asing kembali masuk ke Indonesia. 

Permintaan itu muncul dari Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti melalui postingannya di akun @susipudjiastuti pada Jumat (12/6).

"Dengan segala kerendahan hati & ketulusan sebagai mantan pembantu Bapak....Saya mohon cegah kembali masuknya kapal asing," tulis Susi. 

Hingga berita ini diturunkan, cuitan pemilik slogan 'Tenggelamkan' tersebut telah di retweets sebanyak 27 ribu kali dan disukai lebih dari 67 ribu warganet. 

Permintaan Susi kepada Presiden Jokowi tersebut juga didukung oleh lebih dari 2 ribu komentar. Salah satunya datang dari budayawan dan pemuka agama Gus Mus melalui akun @gusmusgusmus.

"Aku dukung bu Susi.Tapi siapalah aku?," tulisnya. 

"Matur nuwun Gus ..Gus orang yang saya sangat hormati, dukungan ini sangat berarti tetutama untk laut, nelayan .. salam hormat Gus," kata Susi menimpali.

Komentar lain datang juga dari akun @agusnisurahman. Ia merasa tersentuh oleh sikap Susi Pudjiastuti yang terus memperjuangkan kekayaan laut Indonesia. 

"Ya Alloh...Ibu sampai memohon mohon.begitu cintanya Ibu sama Tanah Air tercinta ini.BuSusi gk segan merendahkan diri.masa Bpk Presiden gk dengar.harusnya Bpk Jokowi SBG Presiden RI.lebih peduli...dng kekayaan Laut Bangsa Indonesia.tolong dengarkan," tulis nya. 

Asal tau saja, sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menerbitkan revisi soal perizinan delapan alat tangkap baru, termasuk cantrang.

Delapan alat tangkap ini merupakan alat penangkap ikan (API) yang belum diatur atau dilarang dalam Peraturan Menteri KP Nomor 71 Tahun 2016 dan Keputusan Menteri Nomor 86 Tahun 2016.

Delapan alat tangkap ikan baru itu disusun berdasarkan hasil kajian sebagai tindak lanjut Menteri KP Nomor B.717/MEN-KP/11/2019 tentang Kajian terhadap Peraturan Bidang Kelautan dan Perikanan.

Adapun delapan alat tangkap yang ditambah dalam daftar legal, yaitu pukat cincin pelagit kecil dengan dua kapal, pukat cincin pelagit besar dengan dua kapal, payang, cantrang, pukat hela dasar udang, pancing berjoran, pancing cumi mekanis (squid jigging), dan huhate mekanis.

KKP juga merevisi peraturan perikanan tangkap, yang kembali mengizinkan kapal-kapal ikan berukuran di atas 200 gross ton (GT) kembali beroperasi dengan persentase skala usaha sebesar 22 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Puslatpurmar 7 Lampon Banyuwangi Turut Operasi Yustisi Gerakan Pakai Masker

Minggu, 20 September 2020 - 06:00 WIB

Puslatpurmar 7 Lampon Banyuwangi Turut Operasi Yustisi Gerakan Pakai Masker

Komandan Puslatpurmar 7 Lampon Letkol Marinir Dodik Eko Siswanto yang diwakili Dantonma (Komandan Peleton Markas) Letda Mar Sigit wirotomo menghadiri rapat Gerakan Pakai Masker Pesanggaran Indah…

Yayasan Pstore Peduli Akan Resmikan Klinik Merakyat

Minggu, 20 September 2020 - 05:41 WIB

Yayasan Pstore Peduli Segera Resmikan Klinik Merakyat Gratis Tanpa Syarat

Di tengah situasi ekonomi yang melemah akibat pandemi corona, banyak anggota masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang terjangkau. Bertolak dari hak tersebut Yayasan Pstore Peduli dalam…

Brigif 2 Marinir Tingkatkan Kemampuan Tempur

Minggu, 20 September 2020 - 05:30 WIB

Brigif 2 Marinir Tingkatkan Kemampuan Tempur

Latihan yang diselenggarakan Pantai Baruna Kondang Iwak ini merupakan daerah latihan baru Puslatpurmar 4 Purboyo Kolatmar yang dilaksanakan kurang lebih 1 minggu ini mengusung sejumlah materi,…

Kaesang Pangarep (Foto Dok PR)

Minggu, 20 September 2020 - 05:10 WIB

Kaesang Pangarep Putra Presiden Jokowi Sebagai Korban Penipuan Bisnis

Karopenmas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengungkapkan, opsi pertama yang mungkin bisa ditempuh penyidik yaitu memperlakukan para tersangka sesuai Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak…

Prajurit Pamtas Yonif 413 Kostrad Terlibat Pindahkan Rumah Panggung Warga Skouw Sae

Minggu, 20 September 2020 - 05:00 WIB

Prajurit Pamtas Yonif 413 Kostrad Terlibat Pindahkan Rumah Panggung Warga Skouw Sae

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413/Bremoro Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han mengatakan bahwa proses pindah rumah yang dilaksanakan di Kampung Skouw Sae tersebut dinilai unik…