INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Baktiono menyesalkan langkah sebagian warga yang tidak mengikuti tes massal Covid-19 yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) dan pihak Pemkot Surabaya.
“Saya minta warga tidak takut ikut tes massal gratis ini," kata Baktiono di Surabaya, Senin (8/6).
Menurutnya, sikap warga yang semula sudah daftar namun tidak hadir saat rapid test sangat membingungkan dan disayangkan mengingat upaya keras pihak Pemkot Surabaya untuk memutus mata rantai COVID-19 yang terbilang meningkat tajam akhir-akhir ini.
“Jika seperti ini terus bagaimana kasus COVID-19 di Surabaya bisa turun. Padahal ini pemerintah sudah memfasilitasi dan gratis juga,” ujarnya.
Padahal dengan mengikuti tes, sebut Baktiono, jika terdapati ada warga yang reaktif hasil tesnya, maka warga tersebut akan mengikuti tes swab lanjutan.
"Dan selama menunggu hasil swab, akan disediakan tempat isolasi, pemberian makanan serta pengobatan," imbuhnya.
Sementara itu, Head of Medical Intelligence BIN dr. Sri Wulandari dalam siaran persnya menyebut terdapat 123 orang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes cepat massal yang digelar di kantor Kecamatan Kenjeran dan di kawasan Jalan Patimura, Surabaya.
Rinciannya, seperti dilansir Antara, dari 720 orang mengikuti tes cepat, hasilnya 52 orang menunjukkan hasil reaktif.
"Lalu di kawasan Jalan Patimura diikuti 795 orang dan hasilnya 71 orang juga dinyatakan reaktif," sebut dr. Sri Wilandari.