Mantap, Terobosan Kementan Kembangkan Pangan Pokok dan Lokal Didukung Petani

Oleh : Wiyanto | Senin, 01 Juni 2020 - 13:37 WIB

Tanaman pangan lokal (Doc: Kementan).
Tanaman pangan lokal (Doc: Kementan).

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Strategi jitu Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tetap memenuhi kebutuhan pangan di tengah Pandemi Covid 19 diakui Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) Winarno Tohir. Program pengembangan pangan pokok dan lokal yang menjadi strategi penyediaan pangan dinilai sangat sesuai dengan kondisi sekarang.

“Memang saat ini kondisi negara sedang sulit, namun saya yakin pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian bisa melakukan terobosan-terobosan penting untuk upaya pencapaian kebutuhan pangan,” demikian ujar Winarno di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Seperti diketahui Mentan Syahrul Yasin Limpo melakukan berbagai upaya pemenuhan ketersediaan pangan pokok seperti dengan mulai menggerakkan percepatan tanam padi intensifikasi, pengembangan lahan kering, juga rawa, penguatan cadangan pangan. Bahkan disosialisasikan luas saat ini pengembangan pangan lokal untuk diversifikasi pangan. Dengan demikian tidak bertumpu pada beras, tapi juga pangan lokal lainnya.

"Kami menyadari kebijakan selama ini lebih bertumpu pada komoditas utama seperti padi, jagung, kedelai. Sekarang saatnya kita juga memikirkan komoditas non strategis lainnya. Iya pangan lokal, sedangkan pangan beras tetap lanjut digencarkan," beber Winarno.

Menurutnya, pengembangan pangan pokok dan lokal tersebut dipastikan dapat diwujudkan di berbagai daerah. Sebab Indonesia memiliki potensi besar pangan lokalnya.

"Kita bangkitkan dan gerakkan lagi. Ada komoditas pangan lokal yang mudah ditanam bahkan bisa dilakukan di pekarangan seperti seperti singkong, ubi jalar, jagung lokal, sorgum, talas, ganyong, gadung, gembili, umbi garut, porang, hanjeli, hotong, sukun, pisang, sagu, labu kuning dan lainnya," jelas Winarno.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan pengembangan pangan lokal sebagai pangan alternatif merupakan pengejewantahan semangat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa penyediaan pangan harga mati harus tersedia untuk rakyat dan petani harus eksis di tengah goncangan ekonomi dan khususnya pandemi corona. Mentan Syahrul telah menghimbau para kepala daerah yakni Gubernur, Wali Kota dan Bupati agar fokus mengembangkan pangan pokok dan lokal sesuai dengan keunggulan komparatif wilayah.

"Langkah ini telah direspon cukup baik oleh beberapa Bupati dengan menyediakan lahan-lahan yang belum termanfaatkan untuk ditanam dengan pangan lokal. Demikian halnya Kementerian Pertanian memberikan dukungan fasilitasi kepada beberapa wilayah," kata Suwandi.

Karenanya, Suwandi menyebutkan selain pangan pokok beras, juga dikembangkan pangan lokal. Kegiatannya yakni melalui ekstensifikasi, budidaya, pasca panen dan pemasaran hasil.

"Kementan menyediakan fasilitasi permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR, red) dan pendampingan," tuturnya.

Lebih lanjut Suwandi menuturkan langkah kongkretnya yakni di tahun 2020 ini Kementan mengalokasikan bantuan budidaya pangan lokal seperti sorgum, ubi kayu, ubi jalar, kacang ijo, jagung, dan lainnya. Ada bantuan sarana produksi untuk ubi kayu 11.175 ha, ubi jalar seluas 365 ha, sorgum 3.000 ha, untuk jagung sudah banyak dikembangkan.

Kementan juga mengembangkan sagu dan lainnya. Kegiatannya aspek hulu, budidaya dan hilir serta kemitraannya. Kuncinya ada di demand side, sehingga pendekatannya market driven, kita olah berbagai pangan lokal dengan menu menu ala milenial sekarang. Berbagai ubi, sorgum, jagung disamping untuk konsumsi sendiri, juga agar bisa hadir di restoran, supermarket dan lainnya. Mari kita konsumsi pangan lokal, hasil para petani sendiri.

"Pengembangan pangan lokal ini diyakini mampu memberikan kontribusi posituif bagi perkuatan ketahanan pangan nasional," tutur Suwandi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi (ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:40 WIB

Alhamdulillah! Jokowi Bagi-bagi Bantuan Modal Kerja untuk Sejumlah UMKM, Segini Besarannya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan modal kerja (BMK) kepada 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM). Adapun setiap pedagang masing-masing mendapat bantua senilai Rp…

Chief Executive Officer Citi Indonesia, Batara Sianturi (paling kanan) dan Country Director HOPE worldwide Indonesia, Lily Salim (paling kiri) dalam Acara Penyerahan Donasi Secara Simbolis

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:30 WIB

Citi Foundation Berikan Bantuan Senilai Rp2 Miliar untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia

Citi Foundation kini menyalurkan bantuan untuk penanganan COVID-19 senilai lebih dari Rp 2 miliar (US$150,000). Bantuan tersebut akan disalurkan melalui HOPE worldwide Indonesia ke beberapa…

Dukungan Menuju Indonesia Cashless Society di Era New Normal

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:15 WIB

Shopee: Pembayaran Digital Meningkat di Era New Normal

Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, melihat adanya peningkatan masyarakat Indonesia memilih opsi pembayaran digital dalam memenuhi kebutuhan harian secara online.

Coronavirus (ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:10 WIB

Jubir COVID-19 Yurianto: Droplet Bertahan Lama Dalam Ruangan, Cegah dengan Masker bukan Face Shield

Marak pemberitaan mengenai penularan COVID-19 melalui udara beredar ditengah masyarakat membuat juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto angkat bicara.  Menurutnya bahwa merujuk rilis…

Bambang Soesatyo Ketua MPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:00 WIB

Home Industri Modifikasi Otomotif Berkembang Signifikan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong berkembangnya home industri motor dan mobil custom (modifikasi otomotif) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Terlebih orang nomor satu di…