Merespon Ketidakpastian, Posisi Keuangan BCA per Maret 2020 Tetap Solid

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 27 Mei 2020 - 23:30 WIB

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, sedang memberikan penjelasan kepada wartawan dalam acara Paparan Kinerja Keuangan BCA per Maret 2020 yang dilaksanakan secara virtual di Jakarta. (Foto: Humas BCA)
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, sedang memberikan penjelasan kepada wartawan dalam acara Paparan Kinerja Keuangan BCA per Maret 2020 yang dilaksanakan secara virtual di Jakarta. (Foto: Humas BCA)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sepanjang Januari-Maret 2020 membukukan laba bersih Rp6,6 triliun, tumbuh 8,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar Rp6,1 triliun. Pertumbuhan laba bersih tersebut mendorong posisi permodalan BCA. Itu ditandai oleh rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 22,5 persen.

 

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh pendapatan operasional sebesar Rp19,6 triliun per Maret 2020, atau meningkat 17,3 persen. Peningkatan pendapatan itu didukung oleh kenaikan kredit dan kinerja CASA (Current Account Saving Account) yang solid.

 

“Dari data tersebut terlihat bahwa BCA dan entitas anak-anak usahanya mampu mencatat kinerja yang solid pada kuartal pertama tahun ini di tengah pandemi dan tantangan ekonomi. Posisi keuangan yang kokoh menjadi fondasi kuat kami untuk menghadapi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19,” papar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.

 

Jahja menuturkan, kredit yang disalurkan BCA hingga triwulan pertama 2020 tumbuh 12,3 persen menjadi Rp612,2 triliun dibandingkan kucuran kredit BCA hingga triwulan pertama 2019 yang masih sebesar Rp545,15 triliun.

 

“Kredit korporasi yang mengalami peningkatan paling tinggi selama tiga bulan pertama tahun ini, yaitu sebesar 25,4 persen menjadi Rp260,4 triliun,” tutur Jahja dalam acara Pemaparan Kinerja Keuangan BCA per 31 Maret 2020 yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Rabu (27/05/2020).

 

Jahja menjelaskan, kredit komersil dan UKM naik 5 persen menjadi Rp1919,2 triliun. Kredit konsumer tumbuh moderat 3 persen menjadi Rp154,9 triliun seiring dengan melambatnya pertumbuhan pembelian rumah dan otomotif.

 

Adapun kredit konsumer BCA terdiri dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). KPR BCA hanya tumbuh 7 persen menjadi Rp92,5 triliun dan KKB BCA turun 2,1 persen menjadi Rp47,2 triliun.

 

Sementara itu, outstanding kartu kredit BCA turun 3,7 persen menjadi Rp12,4 triliun. Sedangkan pembiayaan syariah meningkat 19,8 persen menjadi Rp5,7 triliun. Sedangkan dari perspektif Sustainable Finance, portofolio pembiayaan untuk kegiatan usaha berbasis lingkungan mencapai Rp118,6 triliun hingga akhirMaret 2020, atau tumbuh17 persen.

 

“Dalam kondisi sekarang ini, kami berkomitmen membantu nasabah yang mampu melalui situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian ini akibat pandemi Covid-19. Hingga kini, kami masih terus memproses restrukturisasi kredit bagi nasabah-nasabah tertentu dalam tiap segmen agar dapat kembali pulih,” tukas Jahja.

 

Di saat yang sama, BCA terus berupaya melakukan restrukturisasi yang strategis bagi para debitur yang terdampak pandemi. Hingga pertengahan Mei 2020, BCA telah memproses restrukturisasi kredit antara Rp65-82,6 triliun, Itu setara dengan 10-14 persen dari seluruh portofolio kredit yang berasal dari 72.000 debitur atau sekitar 10% dari total debitur seluruh segmen kredit.

 

“Upaya ini sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam mendukung kelanjutan usaha pelaku bisnis dan ekonomi nasional. Dalam beberapa bulan ke depan, total nilai kredit yang direstrukturisasi berpoensi mencapai 20-30 persen dari total kredit yang dikucurkan BCA. Itu berasal dari 250.000-300.000 debitur BCA,” ujar Jahja.

 

Meski demikian, menurut Jahja, rasio kredit macet (Non Perfoming Loan/NPL) BCA masih dapat terjaga di level rendah, yakni 1,6% hingga akhir Maret 2020. Sementara beban provisi (pencadangan dana) melonjak 121,9 persen. Itu untuk mengantisipasi pelemahan kualitas kredit BCA.

 

Jahja juga mengemukakan, pertumbuhan CASA alias tabungan BCA yang solid ditopang oleh kepercayaan para nasabah dan berbagai upaya yang dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan keunggulan transaksi perbankan BCA.

 

Jahja menyebutkan, total tabungan BCA per Maret 2020 tumbuh 17,3 persen menjadi Rp568,5 triliun. Itu mencapai 76,7 persen dari total dana pihak ketiga (DPK). Total rekening tabungan meningkat 13,7 persen menjadi 22 juta rekening karena adanya dukungan dari layanan pembukaan rekening tabungan secara online.

 

Kendati tingkat sukubunganya menurun, demikian Jahja, total deposito BCA masih dapat tumbuh 15,1 persen menjadi Rp172,5 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2020. Dengan demikian total DPK meningkat 16,8 persen menjadi Rp741 triliun.

 

“Secara keseluruhan, posisi likuiditas BCA masih tetap kokoh dengan rasio loan to deposit (LDR) masih tercatat 77,6 persen,” pungkas Jahja. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Startup (Ist)

Senin, 13 Juli 2020 - 20:40 WIB

Bangga! Startup Binaan Kemenperin Raih Penghargaan Internasional di Jerman

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) yang terpilih sebagai pemenang Hermes Startup Award 2020 di Jerman.

Pembangunan PLBN Sei Pancang di Kaltara Kurangi Disparitas di Wilayah Perbatasan

Senin, 13 Juli 2020 - 18:00 WIB

Pembangunan PLBN Sei Pancang di Kaltara Kurangi Disparitas di Wilayah Perbatasan

- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil pembangunan, sekaligus mengurangi…

Ikan Kakap Putih Ambon (Foto Ist)

Senin, 13 Juli 2020 - 17:30 WIB

Ikan Kakap Putih Ambon Sebagai Pemenuhan Gizi Bagi Pasien COVID-19

Ratusan ikan kakap putih atau barramundi dipanen oleh kelompok budidaya Botol Bekas di Ambon, Maluku, Sabtu (11/7/2020). Selain kakap putih, jenis ikan lainnya seperti kerapu dan kuwe juga dipanen…

Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan hadiah untuk penemu uang ratusan juta di KRL

Senin, 13 Juli 2020 - 17:05 WIB

BRI, BNI, Mandiri Hingga Telkomsel Ramai-ramai Beri Hadiah Ratusan Juta untuk Sang Penemu Uang Rp500 Juta di KRL

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara alias BUMN keroyokan memberi hadiah kepada petugas KRL Commuterline, Mujenih dan Egi Sandi yang menemukan uang Rp500 juta dan berhasil dikembalikan utuh ke…

Penguburan jenazah korban Corona

Senin, 13 Juli 2020 - 17:00 WIB

Kondisi Mengkhawatirkan, IHME Prediksi Hingga November akan Terjadi 40.000 Kematian di Indonesia

Sebagai bagian dari proyeksi perdana yang membandingkan berbagai tindakan pengendalian penularan COVID-19, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, Seattle…