Tak Kuasa Hadapi Covid-19, Susi Pudjiastuti Terpaksa Rumahkan Sejumlah Karyawan

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 23 Mei 2020 - 18:58 WIB

Susi Pudjiastuti Menangis saat Sertijab Menteri Kelautan (dok Detikcom)
Susi Pudjiastuti Menangis saat Sertijab Menteri Kelautan (dok Detikcom)

INDUSTRY co.idJakarta, Hampir seluruh sektor industri kena imbas pandemi covid-19, termasuk penerbangan. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Susi Air milik Susi Pudjiastuti, mantan Menteri KKP 2014-2019 yang terpaksa merumahkan sejumlah karyawannya. Susi terpaksa menutup empat kantornya.

“Memang Covid-19 ini sangat luar biasa berbeda. Covid-19 ini membuat krisis kesehatan dan krisis ekonomi juga. Berbeda dengan krisis pada tahun 1998. Jadi saya pikir semua harus konsolidasi, harus restruktur organisasi. Kita saja ada hanggar maintenance 6, sekarang cuma 2 saja. Itu artinya kita tutup 4 office yang tidak perlu,” jelasnya dalam keterangannya kepada IDX, Sabtu (23/5).

Susi menjelaskan, bahwa salah satu usahanya yakni Marine Product, sejak 2001 sudah tidak melakukan kegiatan ekspor lagi. 

“Jadi sebelum saya jadi menteri juga sudah berhenti, tinggal Susi Air yang beroperasi sekarang,” tambahnya.

Baginya, meski berada di tengah wabah seperti saat ini banyak hal yang harus disusun dari segi keuangan agar bisa tetap bertahan. 

“Kita potong mau tidak mau. Karena, kita kan harus bertahan mungkin minimal enam bulan sampai satu tahun kedepan,” imbuhnya.

Ditambahkan Susi, dirinya melakukan restrukturisasi organisasi, termasuk merumahkan karyawan, hingga memangkas gaji karyawan. Selain menutup kantor yang tidak perlu, ungkapnya, perusahaan juga menjual aset-aset tidak produktif.

“Karena tidak ada penerbangan, ya otomatis karyawan harus kita kurangi. Karena memang tidak ada penerbangan ya ngapain mereka di Papua, di Kalimantan, otomatis kita cut. Mau tidak mau salary manajemen yang dari 30 juta atau 20 juta juga berkurang 50% - 30%,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BCA

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:30 WIB

IHSG Finish di Zona Hijau, Saham Bank BCA Naik 6,65 Persen

Pada akhir perdagangan Kamis (28/5/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) finish di zona hijau sore ini. Pasar modal Indonesia ditutup naik 74,6 poin atau 1,60% ke level 4.716,18

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (Doc: BNI Syariah)

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:04 WIB

BNI Syariah Siap Perkuat Bisnis Remittance

PT Bank BNI Syariah masuk BUKU 3 dan optimis dapat meraih bisnis internasional seperti remittance. Modal inti BNI Syariah di atas Rp5 triliun.

Ilustrasi Pergerakan Saham

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:00 WIB

Naik, PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk Cetak Penjualan Rp1,44 Triliun Sepanjang 2019

Emiten PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) cetak penjualan sebesar Rp1,44 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan Rp1,27 triliun hingga periode 31 Desember 2018.

Ilustrasi inflasi

Kamis, 28 Mei 2020 - 19:59 WIB

Inflasi Mei 2020, Diperkirakan Rendah di Level 2,21 Persen

Ramadhan kali ini 1441 H atau 2020, tingkat inflasi tergolong rendah karena permintaan juga rendah. Inflasi Mei 2020 selama Ramadhan ini diperkirakan 2,21 persen year on year atau 0,09 persen…

PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit)

Kamis, 28 Mei 2020 - 19:48 WIB

PT Bibit Minta Maaf ke Sinarmas Asset Management dan Bongkar Susunan Direksi

PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) merombak struktur direksi setelah Wellson Lo mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur. Platform digital penjual reksa dana tersebut kini dipimpin Sigit…