Pak Wishnutama, Tolong Beri Keadilan dan Perhatikan Kesejahteraan Seniman Indonesia

Oleh : Kormen Barus | Senin, 18 Mei 2020 - 13:32 WIB

Kesenian Barongan Blora
Kesenian Barongan Blora

INDUSTRY.co.id, Jakarta-“Art will go on. It always has. All we know is that everything is different; we don’t know how, only that it is. The unimaginable is now reality,” merupakan kutipan yang datang dari Jerry Saltz, seorang art critic dan kolumnis untuk majalah New York saat ia menuliskan tentang posisi dunia seni di tengah pandemi ini. Padahal seni memilik peran besar untuk membantu kita semua bertahan di masa pandemi.

Data Koalisi Seni Indonesia menyebutkan, sejak COVID-19 mewabah di Indonesia, sekitar 104 kegiatan para pekerja seni batal digelar. Di antaranya ada 13 film yang ditunda penayangannya, 44 jadwal konser, tur, maupun festival musik, 13 agenda pameran seni rupa, 8 kegiatan pertunjukan tari, serta 25 pentas teater, pantomime, wayang, serta dongeng.

Bagi sebagian seniman yang telah memiliki akses ke media-media mungkin hal ini tidak terlalu terasa, namun bagaimana dengan pelaku seni dan industri seni kecil, pekerja seni, kru panggung, dan event. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dikomandani Wishnutama sudah sepatutnya untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka.  Terlebih di Indonesia saat ini belum ada jaring pengaman sosial untuk pelaku seni.

"Sejak diberlakukan social distancing dan PSBB, mereka praktis tak lagi bekerja, Selama ini kita tahu aktivitas kesenian sangat bergantung pada patron \ pendanaan privat, sponsorship dan mekanisme pasar." ujar Sulaiman Haikal, Ketua Pijar 98.

Haikal mengatakan, mereka yang terdampak langsung dari Covid-19 sangat banyak. Dalam bidang jasa dekorasi saja, jika ada lebih dari 50 orang yang bergerak dalam jasa sound system, kru panggung, dan event.

"Dari 50 orang tersebut dalam satu event saja, bisa ratusan orang. Nah, saat ini mereka tak bekerja lagi. Itu terjadi sejak adanya larangan aktivitas yang melibatkan kerumunan masa. Aktivitas ini termasuk pameran, konser, syukuran, resepsi perkawinan dan event lainnya," tutur Haikal.

Haikal menambahkan, ia mendukung langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Ia juga tidak masalah jika penanganan corona Covid-19 memakan waktu hingga enam bulan.

"Tapi juga harus mempertimbangkan nasib para pekerja seni, kru panggung, dan event," ujar Haikal.

Haikal juga menyoroti mengenai hajatan Kemenparekraf  konser solidaritas Bersama Jaga Indonesia yang akan tayang live hari Sabtu, 16 Mei 2020, pukul 20.00 WIB di beberapa TV Nasional yaitu Kompas TV, RCTI, SCTV, Trans 7, NET, dan ANTV.

“saya kira ini inisiatif yang bagus dari Menparekraf Wishnutama, semoga menjadi solusi jangka pendek yang tepat.” Jelas Haikal. Kendati demikian Haikal berharap konser yang sejatinya digelar dengan tujuan menggalang dana bagi teman-teman terdampak COVID-19 ini, benar-benar dilakukan tanpa mengganggu anggaran Kemenparekraf.

Haikal menegaskan, konser yang dilakukan atas kerjasama Kemenparekraf dengan rekan-rekan seniman kelas atas, selebritis, dan juga beberapa stasiun TV swasta tersebut, jika menguras angaran di Kemenparekraf maka hal itu tidak dapat di tolerir.

Haikal menjelaskan dirinya akan memberikan apresiasi yang sangat tinggi jika kegiatan itu dilakukan melalui mekanisme CSR stasiun TV dan dan kerelaan dari para pengisi acara untuk tidak dibayar.

“Kita tahu untuk membayar airtime TV itu berapa duit, belum membayar seniman\selebritis  papan atas yang akan tampil, karenanya saya sangat mengapresiasi jika konser tersebut dilakukan tanpa membebani kas negara,” tegas Haikal.

Namun jika yang terjadi adalah para pengisi acara dan stasiun TV tersebut malahan dibayar mahal oleh Kemenparekraf maka akan mencederai semangat seniman lainnya untuk terus bangkit di masa sulit sekarang ini.

Mengapa demikian? Haikal membeberkan isi Juknis mengenai program pentas di rumah yang dikeluarkan oleh Kemenparekraf. Dalam program tersebut, seniman diminta mendaftar, dan bagi seniman perorangan diberikan apresiasi sebesar Rp. 500.000,- sedangan kelompok akan mendapatkan apresiasi sebesar Rp 1.000.000,- dan hanya dibatasi untuk 100 penampil saja. Tentu sangat tidak layak jika dihitung biaya untuk pementasan dan kebutuhan pribadi para seniman.

Haikal menjelaskan saat ini, seluruh orang membutuhkan dana bantuan langsung tunai untuk pengganti pendapatan yang hilang selama masa pandemi COVID 19 ini. Untuk itu jika konser tersebut menggunakan anggaran Kemenparekraf maka lebih baik anggarannya digunakan untuk kesejahteraan pelaku seni dan pelaku industri kreatif kecil lainnya yang sangat terdampak COVID 19.

Menurut Haikal, banyak pelaku industri seni dan kreatif yang tidak termasuk ke dalam golongan masyarakat yang berhak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah. Mereka bukan pula pekerja formal yang terdata baik oleh pemerintah, atau menjadi bagian suatu lembaga atau institusi yang pegawainya digaji tetap. Para pelaku industri kreatif banyak hidup dari satu proyek ke proyek lain, tak sedikit mengandalkan kerumunan serta interaksi masyarakat untuk menjual karya. "Pak Menparekraf Wishnutama pasti paham ini, saya tahu karena pernah kerja bareng di kepanitiaan Visi Indonesia", terang Haikal.

“Contohnya, orang yang bergerak dalam jasa sound system, kru panggung, dan even, juga pemusik di café, pengamen. Mereka sangat  membutuhkan bantuan,’ tegas Haikal.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Minggu, 31 Mei 2020 - 16:29 WIB

Dari 245 PSN, Jokowi: Saya Minta Betul-betul Dihitung, Mana Proyek yang Daya Ungkitnya Lebih Besar Bagi Pemulihan Ekonomi

Adapun mengenai usulan beberapa PSN baru yang sebanyak 245 proyek strategis, Kepala Negara meminta jajarannya untuk mengkaji secara rinci mengenai prioritas dari proyek-proyek usulan tersebut.…

Petenis Federer (Foto Dok VoaNews)

Minggu, 31 Mei 2020 - 16:00 WIB

Petenis Federer Federer Atlet Bayaran Termahal di Dunia

Pemain tenis asal Swiss, Roger Federer, menjadi atlet dengan bayaran tertinggi di dunia pada tahun 2020. Hal tersebut terjadi karena pandemi COVID-19 telah menggeser Lionel Messi dari posisi…

ASN Diminta Selalu Gunakan Masker Saat Berkegiatan

Minggu, 31 Mei 2020 - 15:20 WIB

Halo ASN, Begini Sistem Kerja 'Kalian' Saat New Normal

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menerbitkan Surat Edaran nomor 58 tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Tatanan Normal Baru…

Sambut HUT Batalyon ke-53 Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Kembali Menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke

Minggu, 31 Mei 2020 - 15:10 WIB

Yonif 411 Kostrad Semprot Disinfektan dan Bagikan Masker di Pelabuhan Merauke

Dalam rangka menyambut HUT Batalyon ke-53 pada tanggal 1 Juni 2020, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad kembali menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke dalam memutus…

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Fotos Ist)

Minggu, 31 Mei 2020 - 15:00 WIB

PDIP Dukung Sepenuhnya Kebijakan Era New Normal

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan dukungan sepenuhnya atas kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meng¬ajak seluruh rakyat Indonesia memasuki fase kehidupan…